Kesehatan Tubuh
Intususepsi - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Intususepsi adalah kondisi medis yang serius ketika terdapat bagian usus yang terlipat dan masuk ke dalam bagian usus di sampingnya. Kondisi ini sering kali terjadi pada bayi atau anak-anak berusia di bawah 3 tahun, namun tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh orang dewasa. Mari pahami apa itu intususepsi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Intususepsi?
Intususepsi atau intussusception adalah kondisi ketika salah satu segmen usus terlipat dan masuk ke dalam segmen usus lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan atau obstruksi usus. Pada dasarnya, intususepsi dapat memengaruhi saluran pencernaan mana pun, namun lebih sering terjadi pada persimpangan antara usus kecil dan usus besar. Intususepsi dapat memicu terjadinya pembengkakan dan peradangan pada usus.
Intususepsi biasanya didiagnosis pada masa bayi dan anak usia dini dan ditemukan terjadi pada sekitar 2000 anak di Amerika Serikat pada tahun pertama kehidupannya. Intususepsi lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan dengan perbandingan sekitar 3:1. Pada orang dewasa, intususepsi mewakili 1% dari kasus obstruksi usus dan berhubungan dengan neoplasma (keganasan).
Penyebab Intususepsi
Dalam sebagian besar kasus, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya intususepsi pada bayi dan anak-anak. Kendati demikian, para ahli menduga bahwa intususepsi pada anak-anak bisa dipicu oleh beberapa kondisi, di antaranya sebagai berikut:
-
Kelainan pada saluran pencernaan, seperti diverticulum Meckel (terbentuknya kantong kecil pada dinding usus halus).
-
Pemberian makanan padat pada bayi sebelum waktunya.
-
Polip atau tumor di usus.
-
Infeksi usus.
-
Pembengkakan pada kelenjar getah bening di area usus.
-
Adanya benda asing di dalam usus.
Di sisi lain, intususepsi pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh penyakit atau efek samping prosedur medis tertentu, seperti:
-
Terbentuknya jaringan parut di usus, misalnya akibat operasi, perawatan radiasi, infeksi, atau trauma berat.
-
Efek samping operasi di saluran pencernaan, seperti operasi gastric bypass.
-
Polip atau tumor di usus.
-
Peradangan dan pembengkakan pada usus halus, seperti pada kasus penyakit Crohn.
-
Idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya.
Selain itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami intususepsi adalah sebagai berikut:
-
Berusia 6 bulan–3 tahun.
-
Berjenis kelamin laki-laki.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat intususepsi.
-
Pernah mengalami intususepsi sebelumnya.
-
Memiliki kelainan bentuk usus akibat cacat lahir.
-
Menderita kondisi medis tertentu, seperti Henoch-Schonlein purpura, cystic fibrosis, dan penyakit celiac.
Gejala Intususepsi
Gejala intususepsi pada anak-anak dan orang dewasa bisa berbeda. Pada bayi dan anak-anak, gejala awal intususepsi biasanya ditandai dengan tangisan yang keras dan tiba-tiba karena mengalami sakit perut. Bayi yang mengalami sakit perut mungkin akan mengangkat lututnya ke dada selama menangis.
Rasa sakit akibat intususepsi biasanya hilang-timbul setiap 15–20 menit. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri tersebut bisa berlangsung lebih lama. Di samping itu, beberapa gejala yang kerap dialami oleh bayi dan anak-anak akibat intususepsi adalah:
-
Feses bercampur darah dan lendir sehingga terlihat seperti jeli (red jelly-like stools).
-
Muntah makanan atau muntah berwarna kuning kehijauan.
-
Diare.
-
Adanya benjolan atau pembengkakan pada perut.
-
Tubuh sangat lemas dan tidak bertenaga.
-
Demam.
Sementara itu, intususepsi cenderung jarang terjadi orang dewasa. Gejala intususepsi pada orang dewasa pun cukup sulit dibedakan dengan gangguan pencernaan lainnya. Kendati demikian, beberapa gejala intususepsi yang bisa dialami oleh orang dewasa, di antaranya:
-
Nyeri di perut yang hilang-timbul.
-
Mual.
-
Muntah.
-
Demam.
Diagnosis Intususepsi
Langkah awal yang dapat dilakukan dokter dalam menegakkan diagnosis intususepsi adalah wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan pasien, riwayat kesehatan pasien, dan riwayat penyakit pada keluarga.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama di area perut, untuk mendeteksi benjolan (massa berbentuk seperti sosis atau rasa nyeri saat disentuh). Lebih lanjut lagi, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan colok dubur untuk merasakan apakah terdapat intususepsi.
Gejala intususepsi bisa menyerupai keluhan gangguan pencernaan lain. Karena itu, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis intususepsi. Adapun beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis intususepsi adalah:
-
Ultrasonografi (USG). Pada pemeriksaan USG perut akan tampak gambaran intususepsi, yaitu tanda berbentuk target atau donat (doughnut or target sign) yang memiliki diameter sekitar 3 cm.
-
Enema, yaitu pemeriksaan rontgen yang dipadukan dengan pemberian cairan kontras atau udara melalui anus.
Pengobatan Intususepsi
Pada dasarnya, intususepsi termasuk sebagai kondisi darurat medis sehingga perlu segera ditangani dalam kurun waktu 24 jam. Pertama-tama, dokter akan menstabilkan kondisi pasien melalui beberapa tindakan medis, di antaranya sebagai berikut:
-
Memberikan cairan melalui infus untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
-
Memasukkan selang ke dalam lambung melalui hidung (nasogastric tube atau NGT) untuk mengurangi tekanan pada usus.
Jika kondisi pasien sudah stabil, beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani intususepsi adalah:
-
Enema. Melalui prosedur ini, dokter akan memasukkan selang tipis ke dalam anus yang digunakan sebagai jalan masuknya udara atau cairan kontras barium ke dalam usus. Prosedur enema diketahui bisa membuat usus kembali lurus. Prosedur ini diketahui cukup efektif untuk menangani intususepsi pada anak-anak.
-
Tindakan operasi. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menangani intususepsi pada orang dewasa atau jika kondisi tersebut sudah menyebabkan usus robek. Selain itu, prosedur operasi juga bisa dilakukan pada pasien anak-anak jika metode enema tidak berhasil menangani intususepsi.
Komplikasi Intususepsi
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, intususepsi bisa menyumbat aliran darah pada bagian usus yang terdampak. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada jaringan usus dan memicu robeknya dinding usus (perforasi) yang bisa berkembang menjadi peritonitis.
Peritonitis adalah peradangan pada lapisan rongga perut (peritoneum). Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa sakit perut, demam, muntah, dan perut membengkak. Peritonitis pada anak-anak juga bisa menyebabkan syok yang ditandai dengan beberapa gejala berikut ini:
-
Napas terlalu lambat dan pendek atau terlalu cepat.
-
Kulit teraba dingin, pucat, dan lembap.
-
Cemas atau gelisah (agitasi).
-
Tubuh sangat lemas.
-
Detak jantung meningkat namun terasa lemah.
-
Penurunan kesadaran.
Pencegahan Intususepsi
Secara umum, intususepsi cenderung sulit untuk dicegah, mengingat penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, di beberapa kasus, intususepsi pada bayi berusia di bawah 6 bulan terjadi karena diberikan makanan padat. Karena itu, disarankan untuk tidak memberikan makanan padat jika si kecil masih berusia di bawah 6 bulan guna meminimalkan risiko terjadinya intususepsi.
Secara umum, penanganan intususepsi perlu dilakukan sesegera mungkin agar tidak menyebabkan komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Anda, si kecil, atau orang terdekat menunjukkan gejala yang mengarah pada intususepsi, penting untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals guna memperoleh penanganan yang tepat.
Tersedia pula aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda dalam mengakses seluruh layanan kesehatan dari Siloam Hospitals. Aplikasi tersebut dilengkapi dengan fitur-fitur untuk untuk membuat janji temu dengan dokter, self check in, hingga antre secara online. Dengan begitu, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







