Kesehatan Tubuh
Kanker Hipofaring - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Kanker hipofaring adalah kanker langka yang menyerang tenggorokan bagian bawah (faring) tepat di belakang kotak suara (laring). Kondisi ini biasanya ditandai dengan suara serak, sakit tenggorokan, dan nyeri telinga yang berlangsung dalam jangka panjang. Simak penjelasan selengkapnya mengenai kanker hipofaring melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Kanker Hipofaring?
Seperti yang sudah dijelaskan, kanker hipofaring (hypopharyngeal cancer) adalah jenis kanker langka yang berkembang di jaringan hipofaring yang terletak di bagian bawah tenggorokan (faring), yaitu tepat di belakang laring (kotak suara).
Sebagian besar kasus kanker hipofaring merupakan jenis kanker karsinoma sel skuamosa yang biasanya berkaitan dengan kebiasaan merokok. Meski begitu, pada beberapa kasus, kondisi ini mungkin tidak berhubungan dengan merokok.
Kanker hipofaring jarang terjadi dan menyebabkan sekitar 80.000 kasus baru atau sekitar 0,4% dari seluruh kanker baru di seluruh dunia. Kondisi ini menyebabkan sekitar 35.000 kematian terkait kanker atau 0,4% dari seluruh kematian terkait kanker. Secara keseluruhan, angka kejadian kanker hipofaring secara global adalah 0,8 per 100.000 populasi.
Penyebab Kanker Hipofaring
Kanker hipofaring terjadi ketika sel-sel di dalam jaringan hipofaring bermutasi dan menjadi sel kanker. Hingga kini, belum diketahui secara pasti mengapa mutasi sel tersebut bisa terjadi, namun terdapat dugaan bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya jenis kanker ini. Sejumlah faktor tersebut, di antaranya:
-
Merokok. Kebiasaan ini merupakan faktor utama yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker tenggorokan, termasuk kanker hipofaring.
-
Terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang, terutama dalam jumlah yang banyak sekali minum.
-
Infeksi human papillomavirus (HPV), yaitu infeksi menular seksual yang dapat menyebar melalui seks oral.
-
Penderita Plummer-Vinson syndrome, yaitu suatu kondisi yang dapat terjadi pada penderita anemia defisiensi besi jangka panjang (kronis).
Perlu diingat, hal apa pun yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit disebut sebagai faktor risiko. Namun, memiliki faktor risiko bukan berarti membuat seseorang pasti akan terkena kanker. Di sisi lain, tidak memiliki faktor risiko pun bukan berarti bahwa seseorang tersebut tidak akan terkena kanker.
Gejala Kanker Hipofaring
Secara umum, ada sejumlah gejala kanker hipofaring yang diketahui, mulai dari nyeri pada tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, hingga penurunan berat badan. Berikut adalah uraian selengkapnya.
-
Nyeri pada tenggorokan yang tidak kunjung menghilang.
-
Terasa seperti ada yang mengganjal atau tersangkut di tenggorokan.
-
Suara serak hingga perubahan pada suara.
-
Kesulitan atau merasa nyeri saat menelan.
-
Nyeri telinga.
-
Pembengkakan di kelenjar getah bening di leher.
-
Tersedak tanpa alasan.
-
Kesulitan bernapas.
-
Napas berbunyi (stridor).
-
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Namun, jenis kanker ini mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun hingga mengalami metastasis ke bagian tubuh lainnya. Pasalnya, kanker hipofaring diketahui sebagai salah satu kanker yang bisa menyebar dengan cepat.
Diagnosis Kanker Hipofaring
Dalam proses penegakan diagnosis kanker hipofaring, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk kebiasaan merokok, minum alkohol, dan riwayat kesehatan keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa mulut, tenggorokan, dan leher untuk melihat ada atau tidaknya benjolan abnormal.
Guna menegakkan diagnosis jenis kanker ini, dokter akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan, di antaranya sebagai berikut:
-
Tes pencitraan: Dokter dapat melakukan tes pencitraan, seperti X-ray, CT Scan, MRI, atau PET untuk melihat kanker dan penyebarannya.
-
Endoskopi: Dokter akan memasukkan tabung tipis panjang (endoskop) di tenggorokan untuk memeriksa faring. Dokter mungkin juga memerlukan laringoskopi untuk memeriksa bagian laring pasien.
-
Biopsi: Dokter akan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop guna melihat tanda-tanda sel kanker.
Tingkat keparahan atau penyebaran jenis kanker ini berkisar dari stadium I (kanker di tenggorokan belum menyebar) hingga stadium IV (kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya di sekitarnya, atau bahkan bagian tubuh yang lebih jauh).
Di samping itu, kanker ini juga diklasifikasikan berdasarkan seberapa cepat sel kanker akan menyebar. Tingkatan ini berkisar dari GX (kanker tidak akan menyebar atau kecil kemungkinannya menyebar) hingga G3 (kanker cenderung menyebar dengan cepat).
Pengobatan Kanker Hipofaring
Pengobatan kanker hipofaring umumnya melibatkan operasi yang dikombinasikan dengan terapi radiasi (radioterapi) dan kemoterapi untuk membunuh sel kanker, tergantung pada stadiumnya. Tujuan utama pengobatannya adalah mengendalikan kanker serta meminimalkan dampak pengobatan terhadap fungsi penting, seperti berbicara, menelan, dan bernapas.
Rencana pengobatan dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Tahap awal (stadium 1–2), menggunakan radioterapi saja atau operasi konservatif yang disertai radioterapi setelahnya.
-
Tahap lanjut (stadium 3–4), terdapat beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk menangani kanker hipofaring pada tahap lanjut, di antaranya:
-
Tumor yang bisa diangkat melalui operasi akan ditangani dengan laringofaringektomi parsial (sebagian) atau keseluruhan, disertai pengangkatan sebagian kelenjar getah bening di leher (diseksi leher), dan diikuti kemoterapi serta radioterapi.
-
Tumor yang tidak dapat dioperasi akan ditangani dengan radioterapi saja atau kombinasi radioterapi dan kemoterapi.
Pasien yang menjalani pembedahan pengangkatan seluruh bagian tenggorokan atau laring biasanya membutuhkan operasi rekonstruktif untuk mengembalikan fungsi tenggorokan, seperti menelan, bernapas, dan kemampuan menggunakan prostesis suara.
Itulah penjelasan seputar kanker hipofaring, kanker langka yang menyerang tenggorokan. Namun, perlu dipahami bahwa penyebab serta gejala yang telah disebutkan di atas bukan semerta-merta merepresentasikan kondisi kanker hipofaring.
Dengan kata lain, penyebab maupun gejala tersebut mungkin saja serupa dengan kondisi medis lainnya. Itulah sebabnya, penting untuk memperoleh evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang tepat dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Tahapan pemeriksaan serta pengobatan yang direkomendasikan oleh masing-masing rumah sakit terkait kanker hipofaring bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.




