Tujuan Kateter Jantung Sebelah Kanan dan Cara Kerjanya
Kesehatan Tubuh

Tujuan Kateter Jantung Sebelah Kanan dan Cara Kerjanya

01 Oktober 2025 6 menit waktu baca
kateter jantung sebelah kanan

Kateter jantung sebelah kanan merupakan salah satu prosedur medis yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi jantung dan kondisi pembuluh darah paru. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan selang tipis dan fleksibel (kateter) melalui pembuluh darah besar di paha atau lengan menuju sisi kanan jantung.

 

Informasi yang diperoleh dari kateterisasi jantung kanan sangat penting dalam menegakkan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat. Simak informasi selengkapnya mengenai kateter jantung sebelah kanan di bawah ini.

 

Apa Itu Kateter Jantung Sebelah Kanan?

 

Kateter jantung sebelah kanan adalah prosedur medis invasif yang salah satu fungsinya adalah untuk menilai seberapa baik fungsi jantung dalam memompa darah. Prosedur ini bekerja dengan mengukur tekanan darah dan kadar oksigen di paru-paru serta sisi kanan jantung.

 

Penelitian dalam American Heart Journal Plus: Cardiology Research and Practice (2025) menyebutkan bahwa kateterisasi jantung kanan tetap menjadi alat diagnostik penting karena memberikan data tentang hemodinamika, curah jantung, dan tekanan kardiopulmoner yang membantu dokter menegakkan diagnosis.

 

Perbedaan Kateter Jantung Sebelah Kanan dan Kiri

 

Kateter jantung sebelah kanan dan kateter jantung sebelah kiri mempunyai perbedaan penting. Pada kateterisasi jantung kanan, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah vena di sisi kanan jantung. Sementara pada kateterisasi jantung kiri, kateter dimasukkan melalui pembuluh arteri menuju sisi kiri jantung.

 

Selain itu, kateterisasi jantung kanan mengukur tekanan pada atrium kanan, ventrikel kanan, dan arteri pulmonalis, sedangkan kateterisasi jantung kiri mengukur tekanan pada ventrikel kiri, menilai aorta, dan katup aorta. Kateterisasi jantung kiri juga digunakan untuk memeriksa adanya sumbatan pada arteri koroner.

 

Tujuan atau Kondisi yang Membutuhkan Kateter Jantung Sebelah Kanan

 

Kateterisasi jantung kanan biasanya digunakan oleh dokter untuk menangani beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Gagal jantung: Kondisi ketika otot jantung melemah sehingga tidak mampu memompa darah secara efisien.

  • Syok: Suatu kondisi yang dapat menyebabkan aliran darah dan oksigen ke jaringan tubuh berkurang. Syok biasanya diakibatkan oleh adanya gangguan pada jantung (syok kardiogenik), reaksi ekstrem dari sistem imun tubuh terhadap suatu infeksi (syok sepsis), atau hilangnya cairan atau darah dalam jumlah banyak (syok hipovolemik).

  • Penyakit jantung bawaan: Kelainan pada jantung yang sudah ada sejak lahir, seperti defek septum ventrikel.

  • Penyakit katup jantung: Gangguan pada katup trikuspid (katup yang berada di antara serambi dan bilik jantung kanan) atau katup pulmonal (katup yang berada di antara bilik jantung kanan dan arteri paru-paru) yang bisa menghambat aliran darah normal di dalam jantung.

  • Kardiomiopati: Pembesaran jantung yang disebabkan oleh penebalan atau pelemahan otot jantung. Kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal jantung jika tidak segera mendapatkan penanganan.

  • Hipertensi pulmonal: Peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas dan gagal jantung kanan.

 

Selain untuk menangani beberapa kondisi di atas, kateter jantung sebelah kanan biasanya juga dilakukan sebelum prosedur transplantasi jantung, serta menilai fungsi jantung setelah dilakukan transplantasi. Kateter jantung sebelah kanan juga memungkinkan dokter mengambil biopsi untuk memastikan jantung yang ditransplantasi tidak mengalami penolakan.

 

Indikasi dan Kontraindikasi Kateter Jantung Sebelah kanan

 

Terdapat beberapa indikasi yang membuat dokter merekomendasikan prosedur ini untuk pasien. Indikasi tersebut meliputi:

 

  • Dugaan syok kardiogenik.

  • Evaluasi pasien yang mengalami sesak napas untuk mendiagnosis atau menyingkirkan hipertensi pulmonal, kardiomiopati restriktif, penyakit perikardium konstriktif, dan gagal jantung.

  • Tamponade jantung.

  • Menilai respons terhadap terapi vasodilator pada hipertensi pulmonal.

  • Kuantifikasi shunt intrakardiak kiri-ke-kanan.

  • Penyakit jantung bawaan pada orang dewasa.

  • Evaluasi transplantasi jantung.

  • Panduan manajemen cairan dan pemantauan hemodinamik pada pasien pascaoperasi atau pasien dengan infark miokard komplikatif, syok, dan gagal jantung.

  • Optimalisasi pascaimplantasi LVAD (left ventricular assist device).

  • Penilaian praimplantasi LVAD.

  • Pada penyakit katup jantung ketika ditemukan ketidaksesuaian antara gambaran klinis dan hasil pemeriksaan noninvasif. 

  • Pascatransplantasi jantung dengan gejala baru atau perburukan gejala yang mengarah pada dugaan penolakan graft.

 

Sebaliknya, beberapa kontraindikasi absolut kateter jantung sebelah kanan meliputi endokarditis sisi kanan, tumor sisi kanan, atau trombus. Adapun kontraindikasi relatif meliputi  koagulopati berat atau diatesis perdarahan. Selain itu, dokter juga perlu berhati-hati pada pasien dengan aritmia atau left bundle branch block (LBBB) untuk menghindari terpicunya disritmia. 

 

Prosedur Kateter Jantung Sebelah kanan

 

Sebelum menjalani prosedur, pasien biasanya diminta untuk memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk obat resep, suplemen, maupun obat bebas. Pasien juga diminta untuk tidak makan atau minum apa pun selama 6–12 jam sebelum prosedur.

 

Kemudian, sesaat sebelum prosedur, pasien akan diminta berganti pakaian dengan gaun khusus dari rumah sakit dan mengosongkan kandung kemih. Dokter akan menginstruksikan pasien untuk berbaring di meja pemeriksaan, selanjutnya menempelkan elektroda kecil di beberapa area dada untuk merekam aktivitas jantung.

 

Sebagian besar prosedur kateterisasi jantung kanan berlangsung cepat sehingga tidak memerlukan sedasi. Namun, dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan pemasangan infus (IV) di lengan untuk memberikan cairan atau obat penenang. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah di leher, selangkangan, atau lengan. Kemudian, kateter diarahkan melalui sisi kanan jantung menuju arteri pulmonalis, yaitu pembuluh darah utama yang membawa darah ke paru-paru.

 

Terdapat beberapa tekanan yang diukur selama kateterisasi jantung sebelah kanan. Pengukuran tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Pengukuran langsung dilakukan pada sisi kanan jantung dan arteri pulmonalis. Pengukuran tersebut meliputi:

 

  • Tekanan intrakardiak sisi kanan (tekanan rata-rata atrium kanan, tekanan sistolik dan diastolik ventrikel kanan).

  • Tekanan arteri pulmonalis (tekanan sistolik arteri pulmonalis, tekanan diastolik arteri pulmonalis, tekanan rata-rata arteri pulmonalis).

 

Sementara itu, pengukuran tidak langsung dilakukan untuk mengukur pulmonary capillary wedge pressure (PCWP). Pengukuran ini memberikan perkiraan tekanan atrium kiri dan menjadi pengganti untuk mengukur left ventricular end-diastolic pressure (LVEDP).

 

Dilansir dari American Journal of Cardiovascular Disease (2023), kisaran normal tekanan yang diukur langsung maupun tidak langsung adalah sebagai berikut:

 

Jenis Tekanan

Kisaran Normal

Right atrial pressure (RAP / CVP)

0–6 mmHg

Right ventricular systolic pressure (RVSP)

15–25 mmHg

Right ventricular diastolic pressure (RVDP)

8–15 mmHg

Pulmonary artery systolic pressure (PASP)

15–25 mmHg

Pulmonary artery diastolic pressure (PADP)

8–15 mmHg

Pulmonary capillary wedge pressure (PCWP)

6–12 mmHg

Mean pulmonary artery pressure (mPAP)

10–20 mmHg

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Kateter Jantung Sebelah Kanan

 

Secara umum, kateterisasi jantung kanan adalah prosedur yang aman dilakukan. Namun, dikarenakan termasuk prosedur invasif, terdapat beberapa risiko efek samping yang mungkin terjadi, antara lain:

 

  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan atau bahan yang digunakan.

  • Aritmia (gangguan irama jantung).

  • Kerusakan arteri.

  • Perdarahan atau memar pada area tempat masuknya kateter.

  • Pembentukan bekuan darah.

  • Tamponade jantung, serangan jantung, atau stroke.

  • Infeksi.

  • Kolaps paru (paru-paru tidak mengembang).

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Cleveland Clinic. Right Heart Catheterization. Diakses pada 2025 | American Heart Journal Plus: Cardiology Research and Practice. The uses of right heart catheterization in cardio-pulmonary disease: State-of-the-art. Diakses pada 2025 | Johns Hopkins Medicine. Right Heart Catheterization. Diakses pada 2025 | StatPearls. Right Heart Cardiac Catheterization. Diakses pada 2025 | American Journal of Cardiovascular Disease. Right heart catheterization in clinical practice: a review of basic physiology and important issues relevant to interpretation. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail