Mengenal Penyebab Kelumpuhan Pita Suara dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Penyebab Kelumpuhan Pita Suara dan Pengobatannya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
Mengenal kelumpuhan pita suara

Kelumpuhan pita suara atau vocal cord paralysis adalah kondisi ketika otot pita suara tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang berada di laring atau kotak suara (voice box). Kelumpuhan pita suara tidak hanya menyebabkan perubahan suara, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam berbicara, bernapas, dan menelan.

 

Mari simak penjelasan lengkap tentang vocal cord paralysis, termasuk cara mengobatinya, melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Kelumpuhan Pita Suara?

 

Sebelumnya, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu pita suara beserta cara kerjanya. Pita suara adalah dua pita otot fleksibel yang terdapat di dalam laring (kotak suara) dan terletak di atas batang tenggorokan (trakea). Pita suara akan terbuka ketika seseorang bernapas, sehingga udara dapat masuk ke dalam.

 

Di sisi lain, pita suara akan menutup saat seseorang menelan makanan atau minuman, untuk mencegah makanan atau minuman tersebut masuk ke tenggorokan yang dapat menyebabkan seseorang tersedak. 

 

Ketika seseorang berbicara atau bernyanyi, pita suara akan bersentuhan. Pada saat yang sama, paru-paru akan mengalirkan udara sehingga pita suara dapat bergetar dan mengeluarkan suara.

 

Sementara itu, vocal cord paralysis atau kelumpuhan otot pita suara adalah kondisi di mana otot pita suara tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya, sehingga tidak dapat membuka dan menutup secara benar.

 

Hal ini dapat mengakibatkan penderitanya mengalami kesulitan ketika berbicara dan menelan, bahkan mengganggu pernapasan. Inilah alasan mengapa kelumpuhan pita suara tergolong dalam penyakit THT yang serius.

 

Jenis Kelumpuhan Pita Suara

 

Vocal cord paralysis dapat memengaruhi satu (unilateral) atau kedua pita suara (bilateral). Pada kelumpuhan unilateral, penderita biasanya mengalami kesulitan berbicara atau menelan, tanpa disertai gangguan bernapas. Kelumpuhan pita suara unilateral lebih sering terjadi dibandingkan kelumpuhan pita suara bilateral.

 

Sementara pada kelumpuhan bilateral, kedua pita suara akan saling berdekatan sehingga dapat menyebabkan jalan napas menjadi sempit. Hal ini mungkin dapat membuat penderitanya mengalami kesulitan saat bernapas. Kondisi ini bahkan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

 

Penyebab Kelumpuhan Pita Suara

 

Vocal cord paralysis terjadi akibat kerusakan saraf-saraf di laring (kotak suara). Namun pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara pasti apa penyebab kerusakan saraf tersebut (idiopatik). Kendati demikian, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, di antaranya:

 

  • Cedera pada area leher atau dada bagian atas dapat menyebabkan kerusakan saraf pada laring atau laring itu sendiri.

  • Cedera pada pita suara selama prosedur pembedahan di dekat leher atau dada bagian atas yang menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf di laring.

  • Stroke. Penyakit ini dapat mengganggu aliran darah di otak dan merusak bagian otak yang terhubung dengan saraf pada laring.

  • Tumor. Baik itu tumor jinak maupun ganas, keduanya berisiko menyebabkan kelumpuhan pita suara bila tumbuh di sekitar otot, tulang rawan, atau saraf yang bertugas mengendalikan fungsi laring.

  • Infeksi, seperti penyakit Lyme, herpes, dan virus Epstein-Barr yang dapat menyebabkan peradangan dan merusak saraf di kotak suara.

  • Penyakit neurologis, seperti multiple sclerosis atau penyakit Parkinson.

  • Penyakit autoimun, seperti miastenia gravis.

  • Paparan zat beracun, seperti timbal, merkuri, dan arsenik.

 

Gejala Kelumpuhan Pita Suara

 

Kelumpuhan pita suara adalah kondisi yang jarang terjadi namun bersifat serius. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami masalah yang signifikan dalam berbicara, menelan, dan bernapas.

 

Secara lebih spesifik, berikut adalah beberapa gejala yang dapat ditimbulkan oleh kelumpuhan pita suara atau vocal cord paralysis.

 

  • Suara serak, lemah, dan terengah-engah.

  • Mudah kehabisan napas setelah berbicara.

  • Keluar bunyi saat bernapas.

  • Sesak napas atau napas pendek (dyspnea).

  • Kehilangan nada suara (vocal pitch).

  • Kesulitan menelan (disfagia) atau sering tersedak saat menelan.

  • Kehilangan kemampuan berbicara dengan keras.

  • Kehilangan refleks muntah.

  • Batuk yang tidak beraturan.

  • Sering berdeham (batuk kecil yang tertahan).

 

Diagnosis Kelumpuhan Pita Suara

 

Dalam proses diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) mengenai gejala, riwayat kesehatan, dan gaya hidup pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada area leher dan mendengarkan suara pasien.

 

Untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, dokter biasanya meminta pasien menjalani beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Laryngoscopy, pemeriksaan pita suara menggunakan laringoskop atau endoskop.

  • Videostroboscopy, pemeriksaan menggunakan tabung khusus yang dilengkapi dengan kamera kecil di ujungnya dan terhubung dengan monitor untuk melihat fungsi pita suara.

  • Laryngeal electromyography (LEMG), prosedur medis ini dilakukan dengan menggunakan jarum kecil yang dimasukkan ke dalam otot pita suara melalui sayatan di kulit leher. Tujuannya adalah mengukur aktivitas listrik pada otot-otot laring.

  • Tes darah dan pencitraan, seperti X-ray, MRI, atau CT scan untuk mengetahui penyebab kelumpuhan pita suara.

 

Pengobatan Kelumpuhan Pita Suara

 

Pengobatan untuk kondisi ini akan disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan gejala, dan waktu sejak munculnya gejala. Pada sebagian kasus, kelumpuhan pita suara bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Namun, sebagian lainnya mungkin memerlukan pengobatan, baik melalui terapi suara atau operasi.

 

  • Terapi suara.

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pita suara dalam menghasilkan suara saat penderitanya berbicara. Selain itu, penderita juga akan dilatih untuk mengontrol pernapasan dan cara menelan yang benar.

  • Operasi.

Prosedur operasi menjadi pilihan pengobatan apabila kelumpuhan pita suara tidak membaik dengan bantuan terapi nonbedah. Adapun beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah:

 

  • Bulk injection, kelumpuhan pita suara dapat menyebabkan otot pita suara menjadi tipis dan lemah. Melalui prosedur ini, dokter spesialis dapat menyuntikkan pita suara dengan kolagen atau bahan lainnya untuk mengisi pita suara tersebut. 

  • Reposisi pita suara, yaitu memindahkan jaringan pita suara ke posisi yang tepat.

  • Penggantian saraf yang rusak, merupakan prosedur untuk mengganti saraf pita suara yang rusak dengan saraf baru yang diambil dari area lain pada leher. Diperlukan waktu sekitar hingga 6–9 bulan agar suara Anda menjadi lebih baik. 

  • Tracheotomy, yaitu tindakan medis yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian depan leher untuk memasangkan selang pernapasan pada trakea sehingga udara dapat melewati pita suara.

 

Komplikasi Kelumpuhan Pita Suara

 

Kelumpuhan pita suara dapat menyebabkan masalah pernapasan ringan hingga sangat serius, bahkan mengancam nyawa. Selain itu, kondisi ini juga rentan menyebabkan penderitanya tersedak atau menghirup (aspirasi) makanan maupun minuman. Aspirasi sendiri bisa mengakibatkan pneumonia berat, namun kondisi ini cukup jarang terjadi.

 

Itulah penjelasan mengenai kelumpuhan pita suara atau vocal cord paralysis yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi tersebut, jangan ragu untuk segera mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

Anda juga bisa memanfaatkan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat untuk mendapatkan perawatan dan penanganan medis terkait gangguan THT langsung di rumah. Layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat bisa dipesan secara mudah melalui aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail