Laserasi Kelopak Mata - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Laserasi Kelopak Mata - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

08 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal laserasi kelopak mata

Eyelid laceration atau laserasi kelopak mata adalah kondisi ketika terdapat luka robek di sekitar kelopak mata. Kondisi ini sering kali berhubungan dengan cedera mata serius lainnya, seperti abrasi kornea (goresan pada lapisan terluar mata), gangguan sistem drainase lakrimal (sistem yang memungkinkan terjadinya sekresi, ekskresi, dan drainase air mata), hingga patah tulang orbita.

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai eyelid laceration, termasuk penyebab, gejala, dan pengobatannya, melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Laserasi Kelopak Mata (Eyelid Laceration)?

 

Laserasi kelopak mata adalah salah satu jenis trauma atau cedera di area wajah berupa luka pada kelopak mata. Kondisi ini ditandai dengan cedera atau trauma yang lebih dalam jika dibandingkan dengan goresan luka pada umumnya.

 

Bahkan, laserasi kelopak mata juga dapat menyebabkan luka robek pada lapisan kulit bagian dalam dan jaringan otot di bawahnya. Karena itu, kondisi ini kerap membuat penderitanya kesulitan untuk membuka maupun menutup kelopak mata.

 

Penyebab Laserasi Kelopak Mata

 

Laserasi kelopak mata bisa disebabkan oleh benda tajam yang menembus berbagai lapisan kelopak mata atau karena benda tumpul yang dapat menyebabkan robek dan terlepasnya lapisan kelopak mata.a.

 

Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami laserasi kelopak mata adalah sebagai berikut.

 

  • Usia, Anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda dinilai lebih berisiko mengalami kondisi ini. Laserasi kelopak mata pada anak-anak dan remaja biasanya disebabkan oleh terjatuh, terkena gigitan binatang, atau terbentur benda tajam seperti pinggiran meja. Sedangkan pada dewasa muda, penyebab tersering dari laserasi kelopak mata adalah olahraga, kecelakaan kendaraan, atau terkena pukulan akibat perkelahian. Orang lanjut usia (lansia) juga cenderung rentan mengalami laserasi kelopak mata karena terjatuh akibat penurunan fungsi penglihatan dan koordinasi tubuh.

  • Berjenis kelamin pria, Pria dianggap lebih berisiko mengalami cedera kelopak mata karena mereka cenderung sering berpartisipasi dalam aktivitas yang lebih berisiko, seperti olahraga dengan intensitas tinggi, bekerja di luar ruangan, atau terlibat perkelahian.

  • Faktor lingkungan, Hal ini dapat mencakup berbagai faktor, seperti gigitan binatang atau kecelakaan lalu lintas.

  • Efek samping tindakan medis tertentu, Kondisi ini kerap terjadi pada bayi yang mengalami persalinan sulit atau menjalani operasi caesar.

  • Memiliki pekerjaan yang berisiko tinggi, seperti bekerja di lingkungan konstruksi bangunan, pabrik, dan lain sebagainya.

 

Gejala Laserasi Kelopak Mata

 

Laserasi kelopak mata dapat menimbulkan cedera atau luka yang cukup dalam di lapisan kulit kelopak mata. Karena itu, kondisi ini kerap menimbulkan berbagai gejala, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Keluarnya darah dari kelopak mata, mata, atau area di sekitarnya.

  • Kemerahan, baik dengan atau tanpa pembengkakan di sekitar mata dan kelopak mata.

  • Iritasi dan nyeri di sekitar mata dan kelopak mata.

  • Kesemutan atau mati rasa di sekitar kelopak mata.

  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan menjadi kabur atau penglihatan ganda.

 

Diagnosis Laserasi Kelopak Mata

 

Dalam menegakkan diagnosis laserasi kelopak mata, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui kronologi kecelakaan, riwayat kesehatan, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, atau prosedur medis yang pernah dijalani. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi cedera yang terjadi di kelopak mata.

 

Jika mencurigai adanya benda asing yang masuk atau terdapat risiko trauma yang lebih besar di bagian dalam mata, dokter dapat merekomendasikan pasien untuk menjalani sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

 

 

Pengobatan Laserasi Kelopak Mata

 

Pengobatan laserasi kelopak mata utamanya perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan dan bagian mata yang terdampak. Namun secara umum, langkah pertama yang dapat dilakukan dokter untuk menangani kondisi ini adalah dengan membersihkan area luka menggunakan larutan garam (saline) dan menghilangkan kotoran, partikel asing, atau gumpalan darah di sekitar luka.

 

Jika luka robek pada kelopak mata memiliki panjang lebih dari 2 milimeter, luka tersebut perlu ditutup dengan jahitan. Biasanya, jahitan akan dilepas dalam kurun waktu 4–7 hari pascaprosedur. Namun, jika jahitan berada di tepi kelopak mata, jahitan tersebut biasanya akan membutuhkan waktu selama 5–10 hari untuk dilepas. 

 

Selain itu, dokter mungkin dapat merekomendasikan pasien untuk menerima vaksinasi tetanus guna meminimalkan risiko terjadinya infeksi tetanus. Dokter juga dapat meresepkan beberapa jenis antibiotik dan obat pereda nyeri kepada pasien jika diperlukan.

 

Pencegahan Laserasi Kelopak Mata

 

Pada dasarnya, pencegahan laserasi kelopak mata dapat dilakukan dengan cara menjaga keselamatan diri dan menggunakan kacamata pelindung serta helm keselamatan saat melakukan aktivitas yang berisiko tinggi, seperti berolahraga, bekerja di lapangan, atau bepergian.

 

Selain itu, penting untuk mengawasi anak-anak atau lansia yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terjatuh atau terbentur benda tertentu, sehingga dapat menyebabkan cedera pada wajah, termasuk eyelid laceration.

 

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala eyelid laceration seperti ulasan di atas, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Jika ingin memperoleh perawatan dan penanganan medis di rumah dengan keluhan yang tergolong ringan, Anda bisa memesan paket Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dari Siloam at Home. Paket ini telah mencakup satu kali kunjungan dokter umum dan perawat, pemeriksaan tanda-tanda vital, alat kesehatan yang dibutuhkan selama prosedur perawatan, serta biaya transportasi dengan jarak dari/ke 10 km.

 

Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam yang memberikan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, seperti melihat jadwal dokter, membuat appointment dengan dokter terkait, dan lain sebagainya. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail