Meatal Stenosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Meatal Stenosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
meatal stenosis adalah

Meatal stenosis adalah kondisi ketika meatus (lubang kencing) yang terletak di bagian ujung penis menyempit sehingga bisa menyebabkan gangguan berkemih. Kondisi ini bisa terjadi karena kelainan bawaan sejak lahir, namun lebih sering muncul semasa hidup, terutama setelah sirkumsisi (sunat). Mari pahami lebih lanjut mengenai apa itu meatal stenosis, penyebab, gejala, hingga pengobatannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Meatal Stenosis?

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa meatal stenosis adalah adalah kondisi medis ketika meatus atau lubang kencing yang terletak di bagian ujung penis menyempit. Kondisi ini dapat dialami oleh berbagai kalangan usia, namun biasanya terjadi pada anak anak berusia 3–7 tahun. 

 

Meatal stenosis adalah kondisi yang dapat mengganggu aliran urine. Pada kasus yang parah, meatal stenosis bisa menyebabkan aliran urine berbalik arah ke kandung kemih, sehingga berisiko mengakibatkan infeksi saluran kemih hingga gangguan ginjal. Kondisi ini dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, namun lebih sering terjadi pada pria dan diperkirakan dialami oleh 9–20% pria yang telah disunat.

Penyebab Meatal Stenosis

 

Pada dasarnya, penyempitan pada lubang kencing bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kelainan kongenital (kelainan bawaan) ataupun kondisi tertentu yang didapat pada semasa hidup, seperti trauma atau cedera pada penis, peradangan kronis, dan lain sebagainya. Berikut uraian selengkapnya.

 

  • Cedera pada penis. Kondisi ini umumnya terjadi ketika terdapat kesalahan dalam prosedur sunat (sirkumsisi). Sunat sendiri merupakan tindakan pembedahan minor yang dilakukan untuk memotong sebagian lipatan kulit yang menutupi bagian ujung penis. Meatal stenosis umumnya terjadi karena terbentuknya jaringan parut di ujung penis pada saat sunat. Selain itu, penggunaan kateter urine dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan cedera pada penis dan menyebabkan meatal stenosis.

  • Inflamasi

    • Inflamasi atau peradangan kronis pada meatus juga bisa memicu terjadinya penyempitan lubang kencing. Kondisi peradangan kronis pada kulup penis ini disebut balanitis xerotica obliterans (BXO). Penyakit tersebut dapat menyebabkan penyempitan ataupun obstruksi pada meatus uretra, sehingga menyebabkan gangguan berkemih.

    • Iritasi di area ujung kulup (preputium) penis pada anak baru lahir. Hal tersebut dapat terjadi karena penggantian popok bayi yang tidak sering dan teratur, sehingga dapat menyebabkan penumpukan kristal urat dan amonia di popok yang menyebabkan iritasi pada ujung penis.

    • Peradangan kronis pada vagina (vaginitis).

  • Glans ischemia (iskemia pada ujung kepala penis). Kondisi ini terjadi ketika glans atau kepala penis tidak mendapatkan aliran darah yang cukup karena rusaknya pembuluh darah yang menyuplai nutrisi pada kepala penis. Akibatnya, lubang kencing akan menyempit. Glans ischemia juga bisa terjadi akibat efek samping prosedur pembedahan, dan paling sering terjadi akibat sirkumsisi (sunat).

  • Hipospadia. Hipospadia merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan lubang kencing tidak pada posisi yang seharusnya. Kondisi ini dapat ditangani melalui tindakan operasi korektif. Namun, pada beberapa kasus, tindakan operasi korektif tersebut bisa menyebabkan meatal stenosis.

 

Gejala Meatal Stenosis

 

Meatal stenosis adalah kondisi yang dapat memengaruhi sistem berkemih. Karena itu, dalam sebagian besar kasus, meatal stenosis dapat menimbulkan gejala ketika sudah menyumbat aliran urine. Adapun sejumlah gejala yang kerap dialami oleh penderita meatal stenosis adalah sebagai berikut:

 

  • Sering buang air kecil.

  • Terdapat rasa ingin buang air kecil kembali yang tidak bisa ditahan setelah buang air kecil.

  • Kencing lebih dari satu kali di malam hari.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Munculnya sensasi seperti terbakar saat buang air kecil.

  • Aliran urine tidak lancar atau terlalu lemah.

  • Aliran urine terputus-putus saat buang air kecil.

  • Kesulitan jika ingin memulai buang air kecil.

  • Pancaran kencing bercabang.

  • Kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih setelah buang air kecil.

  • Kencing menetes setelah buang air kecil.

  • Terdapat darah pada bagian ujung penis setelah buang air kecil.

 

Diagnosis Meatal Stenosis

 

Langkah awal yang dapat dilakukan dokter dalam mendiagnosis meatal stenosis adalah wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi dan ukuran meatus pasien. Hal yang dapat ditemukan dari pemeriksaan fisik adalah adanya ukuran meatus yang kecil dan kemungkinan ditemukan hipospadia.

 

Di samping itu, dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan beberapa penunjang, yaitu: 

 

  • Uroflowmetry, guna mengukur aliran urine dan kekuatan aliran urine saat buang air kecil. 

  • USG ginjal dan kandung kemih.

  • Tes urine dan kultur urine.

Pengobatan Meatal Stenosis

 

Cara terbaik yang dapat dilakukan untuk menangani meatal stenosis adalah prosedur pembedahan, yaitu meatotomy atau meatoplasty. Meatotomy adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memotong bagian meatus yang menyempit untuk melebarkan lubang kencing.

 

Pengobatan meatal stenosis yang dilakukan sejak dini dapat membantu menghindari risiko gangguan perkemihan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, jika Anda atau si kecil mengalami gejala meatal stenosis seperti ulasan di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Urologi dari Siloam Hospitals.


Saat ini, akses untuk melihat jadwal dokter spesialis urologi dan membuat janji temu dengan dokter terkait sudah lebih mudah dengan aplikasi MySiloam. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan check in dan antre secara virtual, sehingga Anda tidak perlu lama-lama menunggu di rumah sakit.

 

Aplikasi My Siloam

message

ArticleDetail