Kesehatan Tubuh
Meningitis Kriptokokus, Infeksi yang Berpotensi Mematikan

Table of Contents
Meningitis kriptokokus adalah infeksi jamur pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang yang berpotensi mematikan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan demam, mual, leher kaku, hingga perubahan penglihatan. Lantas, apa penyebab meningitis kriptokokus? Bisakah penyakit berbahaya ini disembuhkan? Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Meningitis Kriptokokus?
Meningitis kriptokokus adalah kondisi ketika tiga lapisan selaput otak (meninges) yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan akibat infeksi jamur. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak dan menghancurkan satu atau beberapa bagian otak.
Infeksi ini tergolong berbahaya dan berpotensi mematikan. Pasalnya, patofisiologi (proses penyakit) meningitis kriptokokus juga dapat membahayakan telinga dan mata. Sekitar 1 juta kasus meningitis kriptokokus dilaporkan setiap tahunnya.
Penyebab Meningitis Kriptokokus
Meningitis kriptokokus utamanya disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans atau Cryptococcus gattii. Jamur ini dapat ditemukan di tanah dan kotoran burung, terutama dalam bentuk ragi (ketika jamur secara aktif tumbuh dan menghasilkan tunas). Tunas-tunas tersebut dapat menghasilkan spora kecil yang bisa menyebar di udara dan terhirup.
Spora umumnya tidak berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal. Namun, pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, spora tersebut bisa melewati pertahanan tubuh dan tumbuh di paru-paru. Apabila tidak ada perlawanan atau sarana untuk membendung infeksi, jamur bisa dengan cepat tumbuh dan menyebar ke aliran darah dan menimbulkan infeksi pada meninges.
Sekitar 6% pasien AIDS mengalami infeksi kriptokokus. Sebagai informasi, pasien kriptokokus terkait AIDS (AIDS-associated cryptococcosis) mencakup 85% dari semua pasien yang didiagnosis dengan kriptokokus.
Adapun beberapa golongan orang yang lebih berisiko mengalami meningitis kriptokokus karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk adalah sebagai berikut:
-
Penderita penyakit darah.
-
Penderita sindrom kegagalan organ, seperti gagal hati.
-
Penderita kanker, sirosis hati, diabetes tipe 2, dan penyakit ginjal stadium akhir.
-
Penerima transplantasi organ yang menggunakan obat imunosupresi (penekan sistem kekebalan).
-
Sindrom imunodefisiensi.
-
Orang yang menjalani pengobatan steroid dan obat lain yang dapat mengurangi kekebalan tubuh dalam jangka waktu lama.
Gejala Meningitis Kriptokokus
Meningitis kriptokokus biasanya didahului dengan kriptokokus paru yang terkadang timbul tanpa gejala apa pun. Jika ada, gejalanya cenderung tidak terlalu berat sehingga kerap diabaikan. Karenanya, banyak orang baru menyadari kondisi ini ketika infeksi sudah menyebar ke selaput otak dan menyebabkan meningitis kriptokokus. Beberapa gejala awal meningitis kriptokokus adalah:
-
Demam ringan.
-
Sakit kepala.
-
Malaise (perasaan tidak enak badan secara umum).
Gejala tersebut bisa berkembang selama berminggu-minggu sebelum tanda-tanda klasik meningitis muncul. Tanda-tanda tersebut di antaranya:
-
Demam.
-
Kaku pada leher.
-
Kejang.
-
Altered mental status (kebingungan).
-
Nyeri kepala parah dan terus-menerus.
-
Fotofobia (terlalu sensitif terhadap cahaya).
-
Mual dan muntah.
Seiring perkembangan penyakit, penderita mungkin mengalami kelesuan atau kelelahan, perubahan kepribadian, kehilangan ingatan, halusinasi, dan penurunan kesadaran akibat peningkatan tekanan di dalam otak. Ketika infeksi menyebar ke kulit, penderita dapat mengalami bisul atau ruam seperti cacar.
Diagnosis Meningitis Kriptokokus
Untuk menegakkan diagnosis meningitis kriptokokus, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mencari tahu gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, anamnesis dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Selanjutnya, untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter akan meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Tes laboratorium darah.
-
Tes pencitraan seperti CT scan atau MRI otak.
-
Tes cairan serebrospinal.
Tes cairan serebrospinal dilakukan dengan memasukkan jarum tipis ke dalam tulang belakang dari punggung bawah untuk mengambil sampel cairan serebrospinal untuk dianalisis secara kimiawi. Cairan tersebut kemudian dibiakkan untuk memeriksa apakah mengandung organisme penyebab penyakit, seperti kriptokokus.
Pengobatan Meningitis Kriptokokus
Meningitis kriptokokus dapat diobati dengan obat antijamur. Namun, pengobatan ini membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyembuhkan pasien sepenuhnya. Pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama sebagian waktu tersebut.
Keberhasilan pengobatan tergantung dari seberapa dini diagnosis dibuat dan kondisi yang mendasarinya. Orang-orang yang memiliki kondisi mendasari lain (comorbid) yang lebih sulit diobati mempunyai tingkat kematian lebih tinggi.
Pasien yang sudah sembuh dari meningitis kriptokokus memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah kekambuhan infeksi. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, juga memerlukan pengobatan jangka panjang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi meningitis kriptokokus. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat apabila Anda sering mengalami nyeri pada kepala, kaku pada leher, dan demam.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Very Well Health. Cryptococcal Meningitis: A Guide to Infection. Diakses pada 2024 | WebMD. What to Know About Cryptococcal Meningitis. Diakses pada 2024 | StatPearls Publishing. Cryptococcal Meningitis. Diakses pada 2024 | Medscape. Meningitis Clinical Presentation. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Kesehatan Otak Basic
Skrining Pria & Wanita
14 Service/Item
Rp1.500.000
Skrining Kesehatan Otak Advanced
Skrining Pria & Wanita
16 Service/Item
Rp4.100.000
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Full Blood Count (CBC + DIFF + LED) / Hematologi Lengkap
Darah, Imunologi, Infeksi
1 Service/Item
Rp113.400






