Kesehatan Tubuh
Altered Mental Status - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Penyakit tertentu, seperti gangguan kronis dan cedera yang memengaruhi fungsi otak dapat menyebabkan altered mental status (AMS). Kondisi ini membuat penderitanya mengalami perubahan kesadaran yang bisa memicu timbulnya gejala yang berdampak pada berbagai sistem organ. Simak penjelasan selengkapnya mengenai altered mental status melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Altered Mental Status?
Altered mental status (AMS) bukan merujuk kepada suatu penyakit, melainkan merupakan gejala yang timbul akibat kondisi tertentu, seperti penyakit, gangguan, dan cedera yang memengaruhi otak. Beberapa penyebabnya dapat diobati dan tidak memengaruhi kesehatan jangka panjang. Terdapat tiga tipe altered mental status yang umum terjadi, di antaranya delirium, demensia, dan psikosis. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Delirium: Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang kebingungan, merasa terganggu, dan menunjukkan perilaku tidak biasa,yang biasanya muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya dapat disembuhkan bila penyebab yang mendasarinya dapat diidentifikasi dan diberikan penanganan yang sesuai.
-
Demensia: Penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang sehingga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang dengan usia lanjut. Seiring perkembangan penyakitnya, penderita dapat mengalami kehilangan kesadaran akan identitas dan lingkungannya.
-
Psikosis: Kondisi ketika seseorang kehilangan kontak dengan realita untuk sementara waktu. Hal ini membuat penderita memiliki pikiran-pikiran yang mengganggu, atau melihat visualisasi maupun mendengar suara yang tidak nyata.
Penyebab Altered Mental Status
Pada beberapa kondisi, seperti demensia, altered mental status merupakan gejala alami yang akan terjadi seiring dengan perkembangan penyakit. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, di antaranya sebagai berikut:
Gangguan sistem saraf pusat:
-
Perdarahan otak.
-
Hidrosefalus obstruktif (penumpukan cairan dalam otak yang menyebabkan tekanan di dalam tengkorak).
-
Ensefalopati hepatik (kondisi ketika hati tidak bisa menyaring racun sebagaimana mestinya, sehingga racun menumpuk di darah dan memengaruhi fungsi otak).
Gangguan metabolik:
-
Hipokalsemia.
-
Hipotiroid.
Efek samping obat-obatan yang diresepkan:
-
Obat antikejang.
-
Obat golongan antikolinergik (obat untuk mengontrol gerakan otot yang tidak disadari).
-
Obat golongan kortikosteroid.
-
Obat sedatif.
-
Obat tidur.
Penyakit infeksi:
Penyebab lainnya:
-
Overdosis alkohol.
-
Putus alkohol atau putus dari zat-zat yang menyebabkan ketergantungan lainnya.
-
Syok kardiogenik atau jenis syok lainnya.
.
Gejala Altered Mental Status
Gejala AMS cukup bervariasi, tergantung dari jenis dan penyebab yang mendasarinya. Dikarenakan kondisi ini dapat memengaruhi berbagai sistem organ di dalam tubuh, gejalanya pun cukup beragam. Berikut beberapa gejalanya.
Gangguan kesadaran dan fungsi kognitif:
-
Kebingungan.
-
Bicara tidak jelas atau tidak masuk akal.
-
Respons yang lambat terhadap rangsangan.
-
Amnesia dan masalah ingatan lainnya.
-
Perubahan kesadaran, misalnya koma.
Masalah suasana hati dan kesehatan mental:
-
Kecemasan.
-
Ledakan emosi.
-
Mudah marah.
-
Ledakan emosi.
-
Euforia (perasaan gembira yang berlebihan).
-
Menarik diri dari pergaulan.
-
Menghindari interaksi dengan orang lain.
Diagnosis Altered Mental Status
Diagnosis AMS memerlukan evaluasi yang menyeluruh untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Dokter akan memulai proses diagnosis dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) kepada pasien atau orang terdekatnya (jika tidak memungkinkan berkomunikasi dengan pasien) mengenai gejala serta riwayat medis pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa hal-hal berikut:
-
Airway: Memeriksa jalan napas, apakah ada sumbatan atau tidak.
-
Breathing: Memeriksa pernapasan, mendengarkan paru-paru menggunakan stetoskop.
-
Circulation: Memeriksa denyut nadi, irama jantung, dan tekanan darah.
Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan saraf (neurologis) untuk mengetahui apakah ada cedera saraf, misalnya kelumpuhan di salah satu sisi tubuh. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa tubuh secara keseluruhan untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda cedera.
Apabila diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan tes penunjang guna mengonfirmasi diagnosis AMS. Tes penunjang tersebut, di antaranya:
-
Pemeriksaan darah.
-
Tes urine.
-
Tes kadar gula darah.
-
Tes pencitraan, seperti CT scan dan sinar-X dada.
-
Elektrokardiogram (EKG).
-
Elektroensefalogram (EEG).
Cara Mengatasi Altered Mental Status
Pengobatan altered mental status yaitu dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya, serta gejala-gejala yang muncul. Secara umum, beberapa perawatan yang mungkin dilakukan oleh dokter sesuai dengan penyebab altered mental status adalah sebagai berikut:
-
Antibiotik, untuk mengatasi infeksi.
-
Obat-obatan untuk kejang.
-
Memberikan oksigen tambahan pada pasien hipoksemia.
-
Memberikan cairan melalui infus untuk mengatasi dehidrasi.
-
Memberikan cairan infus yang mengandung dextrose untuk kondisi hipoglikemia.
-
Mengubah resep obat untuk AMS yang disebabkan oleh efek samping obat-obatan.
-
Pemberian naloxone untuk overdosis opioid.
-
Pembedahan untuk mengatasi perdarahan atau meredakan tekanan di otak.
Orang dengan altered mental status sebaiknya mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Namun, sebagai informasi, penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik merepresentasikan kondisi altered mental status atau AMS.
Dengan kata lain, apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada altered mental status, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Neurologi, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Glucose Fasting / Gula Darah Puasa
Darah, Gula/ Diabetes
1 Service/Item
Rp40.500
TERPOPULER
Complete Urinalysis (Chem & Sed) / Urine Lengkap
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp76.500
TERPOPULER
Rontgen Dada
Rontgen / X-Ray
Rp191.000
TERPOPULER
CT Thorax Non-CNTRS / CT Scan Dada
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300







