Altered Mental Status - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Altered Mental Status - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
penurunan kesadaran

Penyakit tertentu, seperti gangguan kronis dan cedera yang memengaruhi fungsi otak dapat menyebabkan altered mental status (AMS). Kondisi ini membuat penderitanya mengalami perubahan kesadaran yang bisa memicu timbulnya gejala yang berdampak pada berbagai sistem organ. Simak penjelasan selengkapnya mengenai altered mental status melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Altered Mental Status?

 

Altered mental status (AMS) bukan merujuk kepada suatu penyakit, melainkan merupakan gejala yang timbul akibat kondisi tertentu, seperti penyakit, gangguan, dan cedera yang memengaruhi otak. Beberapa penyebabnya dapat diobati dan tidak memengaruhi kesehatan jangka panjang. Terdapat tiga tipe altered mental status yang umum terjadi, di antaranya delirium, demensia, dan psikosis. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Delirium: Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang kebingungan, merasa terganggu, dan menunjukkan perilaku tidak biasa,yang biasanya muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya dapat disembuhkan bila penyebab yang mendasarinya dapat diidentifikasi dan diberikan penanganan yang sesuai.

  • Demensia: Penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang sehingga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang dengan usia lanjut. Seiring perkembangan penyakitnya, penderita dapat mengalami kehilangan kesadaran akan identitas dan lingkungannya. 

  • Psikosis: Kondisi ketika seseorang kehilangan kontak dengan realita untuk sementara waktu. Hal ini membuat penderita memiliki pikiran-pikiran yang mengganggu, atau melihat visualisasi maupun mendengar suara yang tidak nyata.

 

Penyebab Altered Mental Status

 

Pada beberapa kondisi, seperti demensia, altered mental status merupakan gejala alami yang akan terjadi seiring dengan perkembangan penyakit. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, di antaranya sebagai berikut:

 

Gangguan sistem saraf pusat:

 

  • Kejang.

  • Stroke

  • Perdarahan otak.

  • Tumor otak.

  • Hidrosefalus obstruktif (penumpukan cairan dalam otak yang menyebabkan tekanan di dalam tengkorak).

  • Ensefalopati hepatik (kondisi ketika hati tidak bisa menyaring racun sebagaimana mestinya, sehingga racun menumpuk di darah dan memengaruhi fungsi otak).



Gangguan metabolik:

 

 

Efek samping obat-obatan yang diresepkan:

 

  • Obat antikejang.

  • Obat golongan antikolinergik (obat untuk mengontrol gerakan otot yang tidak disadari).

  • Obat golongan kortikosteroid.

  • Obat sedatif.

  • Obat tidur.

 

Penyakit infeksi:

 

 

Penyebab lainnya:

 

  • Overdosis alkohol.

  • Putus alkohol atau putus dari zat-zat yang menyebabkan ketergantungan lainnya.

  • Syok kardiogenik atau jenis syok lainnya.

.

 

Gejala Altered Mental Status

 

Gejala AMS cukup bervariasi, tergantung dari jenis dan penyebab yang mendasarinya. Dikarenakan kondisi ini dapat memengaruhi berbagai sistem organ di dalam tubuh, gejalanya pun cukup beragam. Berikut beberapa gejalanya.

 

Gangguan kesadaran dan fungsi kognitif:

 

  • Kebingungan.

  • Halusinasi.

  • Delusi.

  • Bicara tidak jelas atau tidak masuk akal.

  • Respons yang lambat terhadap rangsangan.

  • Amnesia dan masalah ingatan lainnya.

  • Perubahan kesadaran, misalnya koma.

 

Masalah suasana hati dan kesehatan mental:

 

  • Agitasi.

  • Kecemasan.

  • Ledakan emosi.

  • Mudah marah.

  • Ledakan emosi.

  • Euforia (perasaan gembira yang berlebihan).

  • Menarik diri dari pergaulan.

  • Menghindari interaksi dengan orang lain.

  • Depresi.

 

Diagnosis Altered Mental Status

 

Diagnosis AMS memerlukan evaluasi yang menyeluruh untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Dokter akan memulai proses diagnosis dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) kepada pasien atau orang terdekatnya (jika tidak memungkinkan berkomunikasi dengan pasien) mengenai gejala serta riwayat medis pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa hal-hal berikut:

 

  • Airway: Memeriksa jalan napas, apakah ada sumbatan atau tidak.

  • Breathing: Memeriksa pernapasan, mendengarkan paru-paru menggunakan stetoskop.

  • Circulation: Memeriksa denyut nadi, irama jantung, dan tekanan darah.

 

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan saraf (neurologis) untuk mengetahui apakah ada cedera saraf, misalnya kelumpuhan di salah satu sisi tubuh. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa tubuh secara keseluruhan untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda cedera.

 

Apabila diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan tes penunjang guna mengonfirmasi diagnosis AMS. Tes penunjang tersebut, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan darah.

  • Tes urine.

  • Tes kadar gula darah.

  • Tes pencitraan, seperti CT scan dan sinar-X dada.

  • Elektrokardiogram (EKG).

  • Elektroensefalogram (EEG).

 

Cara Mengatasi Altered Mental Status

 

Pengobatan altered mental status yaitu dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya, serta gejala-gejala yang muncul. Secara umum, beberapa perawatan yang mungkin dilakukan oleh dokter sesuai dengan penyebab altered mental status adalah sebagai berikut:

 

  • Antibiotik, untuk mengatasi infeksi.

  • Obat-obatan untuk kejang.

  • Memberikan oksigen tambahan pada pasien hipoksemia.

  • Memberikan cairan melalui infus untuk mengatasi dehidrasi.

  • Memberikan cairan infus yang mengandung dextrose untuk kondisi hipoglikemia.

  • Mengubah resep obat untuk AMS yang disebabkan oleh efek samping obat-obatan.

  • Pemberian naloxone untuk overdosis opioid.

  • Pembedahan untuk mengatasi perdarahan atau meredakan tekanan di otak.

 

Orang dengan altered mental status sebaiknya mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Namun, sebagai informasi, penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik merepresentasikan kondisi altered mental status atau AMS.

 

Dengan kata lain, apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada altered mental status, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.


Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Neurologi, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail