Kesehatan Tubuh
Apa itu Neck Strain? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Neck strain adalah kondisi ketika otot atau tendon di area leher meregang secara berlebihan. Dalam kebanyakan kasus, neck strain cenderung bersifat ringan dan dapat mereda dengan sendirinya. Mari simak informasi lengkap mengenai neck strain melalui artikel berikut ini.
Apa itu Neck Strain?
Seperti yang telah dijelaskan bahwa neck strain adalah kondisi ketika otot atau tendon di bagian leher meregang secara berlebihan. Gangguan otot leher ini dapat menimbulkan gejala berupa leher terasa sakit sehingga bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari penderitanya. Secara umum, neck strain dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:
-
Tingkat I: Ketegangan otot cenderung ringan dan hanya melibatkan serat otot yang robek sebagian. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri ringan namun tidak terjadi kelemahan otot yang signifikan.
-
Tingkat II: Serabut otot yang robek lebih banyak dibandingkan neck strain tingkat I dan bisa menyebabkan otot melemah sebagian dengan rasa nyeri ringan hingga sedang.
-
Tingkat III: Ketegangan otot yang terjadi cukup parah karena otot telah robek sepenuhnya. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri hebat dan kelemahan otot.
Kebanyakan kasus neck strain terjadi pada tingkat I atau II. Jika terjadi neck strain tingkat III, kondisi tersebut biasanya juga disertai dengan cedera serius pada tulang belakang di area leher.
Penyebab Neck Strain
Neck strain terjadi ketika otot leher bekerja atau meregang secara berlebihan sehingga menimbulkan robekan kecil atau membuat otot menjadi kaku dan tegang. Adapun sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami neck strain adalah sebagai berikut:
-
Postur tubuh yang kurang baik, seperti tidur dengan posisi tidak nyaman atau text neck (kondisi ketika postur leher cenderung membungkuk karena sedang melihat smartphone).
-
Mengangkat beban berat dengan mengandalkan kekuatan di bahu secara berlebihan.
-
Terbentur atau terjatuh.
-
Cedera saat melakukan aktivitas atau kegiatan baru, seperti ketika memulai olahraga.
-
Melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama di area leher.
-
Gangguan pada jaringan di sekitar leher, seperti saraf terjepit, proses penuaan pada tulang leher, atau tumor.
Terkadang, neck strain bisa terjadi tanpa adanya pemicu yang jelas, sehingga kondisi tersebut cenderung sulit untuk diidentifikasi.
Gejala Neck Strain
Neck strain dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap penderitanya, bisa bersifat ringan ataupun berat, bergantung pada tingkat keparahannya. Namun, beberapa gejala umum yang kerap dialami oleh penderita neck strain adalah sebagai berikut:
-
Nyeri pada leher dan bahu, baik berupa nyeri tajam ataupun nyeri tumpul yang berdenyut.
-
Rasa nyeri bisa semakin memburuk saat menggerakkan leher.
-
Leher terasa kaku dan tegang.
-
Muncul memar dan bengkak di area leher (jika neck strain disebabkan oleh benturan benda tumpul).
-
Kesemutan.
-
Kelemahan pada otot leher.
Diagnosis Neck Strain
Diagnosis neck strain dapat ditegakkan melalui wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang juga bisa dilakukan jika pasien mengalami gejala yang buruk, berlangsung dalam jangka waktu lama, dan tidak kunjung membaik meski telah diberikan penanganan pertama.
Beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis neck strain adalah sebagai berikut:
Pengobatan Neck Strain
Penanganan awal neck strain biasanya tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Namun, penderita perlu memperhatikan kondisinya selama masa pemulihan agar tidak terjadi cedera tambahan. Untuk pertolongan pertama neck strain, letakkan kompres dingin dalam 48 jam pertama pada area yang terasa nyeri guna mengurangi pembengkakan. Kompres dingin ini bisa dilakukan selama 10 menit setiap 1 jam sekali.
Setelah 48 jam, penderita bisa meletakkan kompres dingin maupun kompres hangat sesuai dengan preferensi. Kompres hangat bisa digunakan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah serta mengurangi rasa nyeri.
Penderita juga disarankan untuk beristirahat dan menghindari aktivitas fisik yang melibatkan pergerakan otot leher terlebih dahulu agar tidak terjadi perburukan kondisi. Pastikan pula untuk menggunakan bantal yang nyaman saat tidur.
Namun, jika telah menerapkan cara di atas dan neck strain tidak kunjung mereda selama beberapa hari, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan medis yang tepat. Adapun beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menangani neck strain adalah:
-
Fisioterapi, untuk mengurangi keterbatasan fisik.
-
Terapi akupunktur, untuk membantu mengurangi rasa nyeri.
-
Pemberian obat-obatan, seperti obat analgesik (parasetamol dan ibuprofen) serta obat relaksan otot.
-
Tindakan pembedahan, jika neck strain tidak kunjung membaik setelah melakukan penanganan konservatif.
Pencegahan Neck Strain
Meski tidak semua kasus neck strain dapat dicegah, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya kondisi ini. Adapun sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya neck strain adalah sebagai berikut:
-
Berolahraga dan melakukan peregangan otot secara rutin untuk menguatkan serta meningkatkan fleksibilitas otot-otot tubuh, termasuk otot leher.
-
Menghindari gerakan seperti “mematahkan” atau membunyikan leher.
-
Tidur dengan posisi yang nyaman.
-
Menggunakan bantal yang nyaman saat tidur.
-
Memulai aktivitas fisik atau berolahraga secara perlahan dan berhati-hati. Pastikan juga untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga serta pendinginan setelah olahraga.
-
Duduk dan berdiri dengan posisi tegak.
-
Istirahat yang cukup.
-
Menyesuaikan tinggi kursi dan meja kerja agar layar komputer sejajar dengan mata.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
-
Menghindari menggunakan tas selempang untuk membawa beban berat.
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami neck strain, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Telekonsultasi. Melalui layanan ini, Anda bisa mendapatkan saran perawatan dan penanganan dari dokter tanpa perlu keluar rumah.
Atau, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam memperoleh layanan kesehatan lebih cepat, seperti mencari informasi jadwal praktik serta membuat janji temu dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat dari mana saja dan kapan saja. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







