Kesehatan Mental
Nightmare Disorder: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Gangguan mimpi buruk atau nightmare disorder adalah kondisi ketika seseorang mengalami mimpi buruk secara berulang-ulang selama tidur sehingga dapat mengganggu kualitas tidur, memengaruhi aktivitas saat siang hari, ataupun menyebabkan ketakutan untuk tidur. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga cara mengatasi gangguan tidur nightmare disorder melalui artikel berikut ini.
Apa itu Nightmare Disorder?
Nightmare disorder adalah salah satu jenis parasomnia (gangguan perilaku tidur) yang terjadi saat penderitanya terus-menerus mengalami mimpi buruk selama tertidur. Kondisi ini kerap dialami oleh anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada usia berapa pun.
Mimpi buruk mungkin mulai terjadi pada anak-anak berusia antara 3–6 tahun dan cenderung menurun setelah usia 10 tahun. Memasuki masa remaja dan dewasa muda, anak perempuan lebih sering mengalami mimpi buruk dibandingkan anak laki-laki. Ada beberapa orang yang mengalami gangguan mimpi buruk saat dewasa atau bahkan sepanjang hidup mereka.
Pada dasarnya, mimpi buruk merupakan hal yang normal jika terjadi sesekali. Namun, mimpi buruk yang terjadi secara berulang dapat membuat seseorang takut tidur atau sering terbangun di malam hari, sehingga bisa menyebabkan kelelahan di siang hari akibat kurang tidur.
Berdasarkan frekuensi terjadinya mimpi buruk, nightmare disorder dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:
-
Ringan (mild): Mengalami mimpi buruk dengan rata-rata kurang dari satu kali seminggu.
-
Sedang (moderate): Mengalami mimpi buruk sebanyak satu kali atau lebih setiap minggunya, namun tidak sampai setiap malam.
-
Parah (severe): Mengalami mimpi buruk pada setiap malam.
Sementara berdasarkan durasinya, nightmare disorder juga bisa dibedakan menjadi beberapa kelompok, di antaranya:
-
Gangguan mimpi buruk akut (nightmare disorder acute): Berlangsung selama satu bulan atau kurang.
-
Gangguan mimpi buruk subakut (subacute nightmare disorder): Berlangsung selama 1 bulan sampai kurang dari 6 bulan.
-
Gangguan mimpi buruk kronis (chronic nightmare disorder): Berlangsung selama 6 bulan atau lebih.
Penyebab Nightmare Disorder
Secara umum, mimpi buruk biasanya terjadi pada tahap rapid eye movement (REM) saat tertidur. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab mimpi buruk. Namun, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya nightmare disorder adalah:
-
Stres, peristiwa hidup yang sulit, atau trauma.
-
Menderita gangguan mental tertentu, seperti post-traumatic stress disorder (PTSD), depresi, dan anxiety disorder.
-
Menderita gangguan tidur lain, seperti insomnia.
-
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, obat tekanan darah tinggi, beta-blockers, obat untuk menangani penyakit Parkinson, dan lain-lain.
-
Penyalahgunaan NAPZA dan minuman beralkohol.
-
Menderita kondisi medis lain, seperti penyakit jantung atau kanker
-
Menonton film horor atau membaca hal-hal yang menakutkan sebelum tidur.
Gejala Nightmare Disorder
Gejala utama nightmare disorder adalah terjadinya mimpi buruk secara berulang. Hal ini biasanya terjadi pada paruh kedua malam hari atau menjelang akhir waktu tidur. Adapun beberapa gejala umum dari nightmare disorder adalah sebagai berikut:
-
Mimpi terasa nyata dan sering kali menjadi lebih menakutkan seiring waktu.
-
Alur cerita mimpi biasanya terkait dengan ancaman terhadap keselamatan atau kelangsungan hidup.
-
Mengingat alur mimpi yang mengkhawatirkan, mimpi buruk dapat mengaktifkan respons saraf simpatis, sehingga seseorang mungkin terbangun dari mimpi buruk dengan jantung berdebar kencang, perasaan panik, atau pakaian basah kuyup.
-
Dapat berpikir jernih dan mengingat detail mimpi setelah terbangun dari tidur.
-
Kesulitan untuk tidur kembali saat terbangun akibat mimpi buruk.
-
Kelelahan dan tidak berenergi pada siang hari.
Komplikasi Nightmare Disorder
Nightmare disorder adalah kondisi yang dapat mengganggu waktu tidur seseorang secara signifikan sehingga bisa berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan. Bahkan, nightmare disorder juga dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya sebagai berikut.
-
Rasa kantuk berlebihan di siang hari, sehingga menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
-
Gangguan suasana hati, seperti depresi atau anxiety disorder.
-
Takut untuk tidur.
-
Munculnya pikiran untuk bunuh diri (suicidal thought) atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri.
Diagnosis Nightmare Disorder
Pada dasarnya, tidak ada prosedur pemeriksaan khusus yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis nightmare disorder. Namun, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan yang dialami, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta riwayat gangguan tidur pada pasien dan keluarga.
Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan oleh dokter guna mengidentifikasi kondisi medis lain yang mungkin turut berkontribusi pada gangguan mimpi buruk. Dokter juga bisa merujuk pasien kepada psikolog atau psikiater apabila pasien terindikasi menderita gangguan kesehatan mental.
Jika kualitas tidur pasien sangat terganggu atau dokter mencurigai adanya kondisi medis yang mendasari nightmare disorder, pasien dapat diarahkan untuk menjalani tes polisomnografi, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan merekam gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, detak jantung dan pernapasan, serta pergerakan mata dan kaki selama pasien tertidur.
Dalam menegakkan diagnosis nightmare disorder, dokter akan menggunakan pedoman kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-5). Adapun kriteria nightmare disorder adalah sebagai berikut:
-
Mengalami mimpi buruk berulang yang panjang, bersifat sangat disforik, dan dapat diingat dengan baik.
-
Saat terbangun dari mimpi, pasien akan dengan cepat pulih orientasi dan kewaspadaannya.
-
Gangguan tidur dapat menyebabkan penderitaan atau gangguan yang signifikan secara klinis dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau bidang lainnya.
-
Gejala nightmare disorder tidak disebabkan oleh efek fisiologis suatu zat atau penyalahgunaan obat tertentu.
-
Masalah medis dan mental yang terjadi bersamaan tidak cukup menjelaskan keluhan utama gangguan mimpi buruk.
Pengobatan Nightmare Disorder
Apabila telah mengganggu aktivitas sehari-hari, pengobatan nightmare disorder perlu untuk dilakukan dengan segera. Pada dasarnya, pengobatan nightmare disorder dapat dilakukan melalui beberapa metode, mulai dari terapi psikologis hingga pemberian obat-obatan. Berikut penjelasan lengkapnya.
-
Terapi psikologis (psikoterapi), imagery rehearsal therapy (IRT) dan exposure, relaxation, and rescripting therapy (ERRT). IRT dan ERRT melibatkan beberapa komponen, yaitu melihat pola tidur atau bangun harian dengan catatan tidur (sleep log), menghitung frekuensi dan tingkat keparahan mimpi buruk dengan catatan tidur, belajar mengenai apa itu mimpi buruk, serta mempraktikkan keterampilan yang berfokus pada gambaran, pikiran, dan emosi yang berhubungan dengan mimpi buruk.
-
Perawatan medis untuk mengatasi mimpi buruk yang disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya.
-
Evaluasi pemberian obat antidepresan dengan efek samping rendah.
-
Pemberian obat-obatan tertentu, seperti olanzapine, risperidone, aripiprazole, clonidine, dan lain sebagainya untuk menangani nightmare disorder yang berkaitan dengan PTSD. Jika nightmare disorder tidak berkaitan dengan PTSD, dokter dapat memberikan obat prazosin dan triazolam.
Cara Mencegah Nightmare Disorder
Meski tidak dapat dicegah sepenuhnya, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh pasien untuk meminimalkan risiko terjadinya gangguan mimpi buruk atau nightmare disorder. Berikut adalah uraian selengkapnya yang penting untuk diketahui.
-
Menjalani pengobatan sesuai arahan dokter jika menderita masalah mental atau gangguan tidur lainnya.
-
Menghindari menonton film horor atau membaca hal-hal yang menakutkan sebelum tidur.
-
Menerapkan sleep hygiene dengan baik, seperti menerapkan jadwal tidur yang teratur, tidak bermain gadget sebelum tidur, meredupkan lampu kamar tidur, hanya menggunakan tempat tidur untuk tidur (bukan untuk bekerja atau makan), serta membatasi konsumsi makanan tertentu, seperti daging merah dan minuman berkafein sebelum tidur.
-
Mengelola stres dengan baik.
Nightmare disorder adalah gangguan yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas tidur yang bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari. Jika Anda atau kerabat Anda mengalami keluhan yang terkait dengan kondisi tersebut, sebaiknya lakukan konseling dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi.
Layanan Telekonsultasi dapat memudahkan pasien untuk memperoleh saran perawatan dari psikolog atau psikiater di mana saja dan kapan saja. Pasien pun bisa mendapatkan resep obat-obatan dari dokter tanpa perlu keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat-obatan tertentu, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien harus mengambilnya secara langsung atau self pick up.
Selain itu, manfaatkan juga aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat, mulai dari memesan paket kesehatan, membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat, hingga check in mandiri. Mari jaga selalu kesehatan fisik dan mental Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







