Obat Relaksan Otot - Jenis dan Risiko Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Obat Relaksan Otot - Jenis dan Risiko Efek Sampingnya

19 November 2024 4 menit waktu baca
obat relaksasi otot.

 

Obat relaksan otot adalah golongan obat yang digunakan untuk meredakan gejala yang berhubungan dengan otot, seperti nyeri, kejang, dan kaku. Obat relaksan otot terdiri dari beberapa jenis dan setiap jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Mari pahami selengkapnya tentang manfaat obat relaksan otot dan risiko efek samping yang perlu diwaspadai melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Obat Relaksan Otot?

 

Obat relaksan otot (muscle relaxants) adalah obat yang biasanya digunakan untuk meringankan rasa nyeri dan ketidaknyamanan akibat kejang otot. Obat ini dapat diberikan secara oral, injeksi, atau infus intravena yang akan diresepkan oleh dokter sesuai dengan jenis obat dan kondisi pasien. 

 

Sebagai informasi, kejang otot merupakan suatu kondisi ketika sekelompok otot mengalami kontraksi secara tiba-tiba dan tidak dikehendaki. Kejang otot (spasme otot) dapat disebabkan oleh cedera pada bagian otak atau sumsum tulang belakang yang terlibat dalam gerakan tubuh. Adapun beberapa kondisi yang bisa memicu kejang otot, di antaranya multiple sclerosis, cerebral palsy, atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

 

Jenis-Jenis Obat Relaksan Otot

 

Obat relaksan otot dibagi menjadi dua kelompok, yaitu antispasmodik dan antispastik. Antispasmodik digunakan untuk mengobati spasme otot, sedangkan antispastik bermanfaat untuk mengatasi spastisitas otot. Spasme adalah kontraksi atau kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak disengaja atau tidak dikehendaki. Kejang otot sering terjadi pada orang yang tidak memiliki kondisi gangguan atau masalah neurologis.

 

Sementara itu, spastisitas merupakan gejala yang menyebabkan otot terasa kaku, berat, dan sulit digerakkan. Spastisitas otot biasanya disebabkan oleh kondisi neurologis, misalnya pada penderita cerebral palsy atau stroke. Berikut masing-masing uraian selengkapnya.

 

A. Antipasmodik: Skeletal Muscle Relaxants (SMRs) yang Bekerja secara Sentral

 

Antipasmodik digunakan sebagai obat untuk meredakan kejang otot yang diiringi dengan istirahat dan terapi fisik. Obat ini bekerja dengan menimbulkan efek sedatif (penenang) atau dengan mencegah saraf mengirimkan sinyal nyeri ke otak. Beberapa jenis obat yang termasuk dalam antipasmodik seperti eperisone dan chlorzoxazone.

 

Dokter juga biasanya meresepkan antipasmodik untuk mengatasi nyeri muskuloskeletal dan myofascial (nyeri pada titik-titik sensitif tubuh, misalnya pada pundak atau punggung bawah). Namun, obat-obatan ini bukanlah lini pertama untuk pengobatan nyeri atau kejang otot, melainkan sebagai alternatif jika pengobatan lini pertama tidak efektif.

 

Pasalnya, meski bermanfaat untuk mengatasi kejang otot, obat ini belum terbukti bekerja lebih baik dibandingkan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Selain itu, obat ini juga diketahui memiliki beberapa efek samping, di antaranya:

 

  • Mengantuk.

  • Pusing.

  • Sakit kepala.

  • Gugup.

  • Tekanan darah rendah saat berdiri.

 

B. Antispastik

 

Antispastik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi spastisitas otot. Spastisitas adalah gangguan pada pola gerakan otot yang menyebabkan otot-otot tertentu berkontraksi sekaligus saat tubuh sedang bergerak atau beristirahat. Kondisi ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan saraf yang mengendalikan pergerakan dan refleks peregangan. Adapun jenis-jenis antispastik adalah sebagai berikut:

 

  • Baclofen.

  • Diazepam.

 

Baclofen dianggap sebagai lini pertama pengobatan spastisitas, khususnya pada pasien dewasa dengan cedera tulang belakang. Golongan antispastik tidak dapat digunakan untuk kejang otot. Beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan antispastik adalah:

 

  • Pusing.

  • Lemas.

  • Kantuk.

  • Kebingungan.

  • Kelelahan.

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

 

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika sedang mengonsumsi obat relaksan otot. Salah satunya, pastikan tidak mengonsumsi obat ini bersamaan dengan:

 

  • Alkohol.

  • Obat penekan sistem saraf pusat, seperti opioid dan psikotropika.

  • Suplemen herbal.

  • Obat tidur.

 

Selain itu, konsultasikan dengan dokter mengenai cara aman mengonsumsi obat pelemas otot jika Anda:

 

  • Berusia lebih dari 65 tahun.

  • Memiliki masalah kesehatan mental atau gangguan otak.

  • Memiliki masalah hati (liver).

  • Sedang hamil atau menyusui.

  • Memiliki kondisi kronis lainnya.

  • Jika diperlukan, dokter mungkin menyarankan pasien memaksimalkan pemulihan otot dan meningkatkan mobilitas tubuh dengan melakukan terapi fisik.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi sehingga tidak dapat menggantikan saran kesehatan dari dokter. Penggunaan obat relaksan otot ini perlu mengikuti anjuran dari dokter atau tim medis profesional lainnya.

 

Jika ingin berkonsultasi mengenai penggunaan obat relaksan otot atau memiliki kondisi yang membutuhkan jenis obat-obatan ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Healthline. Muscle Relaxers: A List of Prescription Medications. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Muscle Relaxers. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Which muscle relaxers are available?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail