Kesehatan Tubuh
Obat Relaksan Otot - Jenis dan Risiko Efek Sampingnya

Table of Contents
Obat relaksan otot adalah golongan obat yang digunakan untuk meredakan gejala yang berhubungan dengan otot, seperti nyeri, kejang, dan kaku. Obat relaksan otot terdiri dari beberapa jenis dan setiap jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Mari pahami selengkapnya tentang manfaat obat relaksan otot dan risiko efek samping yang perlu diwaspadai melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Obat Relaksan Otot?
Obat relaksan otot (muscle relaxants) adalah obat yang biasanya digunakan untuk meringankan rasa nyeri dan ketidaknyamanan akibat kejang otot. Obat ini dapat diberikan secara oral, injeksi, atau infus intravena yang akan diresepkan oleh dokter sesuai dengan jenis obat dan kondisi pasien.
Sebagai informasi, kejang otot merupakan suatu kondisi ketika sekelompok otot mengalami kontraksi secara tiba-tiba dan tidak dikehendaki. Kejang otot (spasme otot) dapat disebabkan oleh cedera pada bagian otak atau sumsum tulang belakang yang terlibat dalam gerakan tubuh. Adapun beberapa kondisi yang bisa memicu kejang otot, di antaranya multiple sclerosis, cerebral palsy, atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
Jenis-Jenis Obat Relaksan Otot
Obat relaksan otot dibagi menjadi dua kelompok, yaitu antispasmodik dan antispastik. Antispasmodik digunakan untuk mengobati spasme otot, sedangkan antispastik bermanfaat untuk mengatasi spastisitas otot. Spasme adalah kontraksi atau kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak disengaja atau tidak dikehendaki. Kejang otot sering terjadi pada orang yang tidak memiliki kondisi gangguan atau masalah neurologis.
Sementara itu, spastisitas merupakan gejala yang menyebabkan otot terasa kaku, berat, dan sulit digerakkan. Spastisitas otot biasanya disebabkan oleh kondisi neurologis, misalnya pada penderita cerebral palsy atau stroke. Berikut masing-masing uraian selengkapnya.
A. Antipasmodik: Skeletal Muscle Relaxants (SMRs) yang Bekerja secara Sentral
Antipasmodik digunakan sebagai obat untuk meredakan kejang otot yang diiringi dengan istirahat dan terapi fisik. Obat ini bekerja dengan menimbulkan efek sedatif (penenang) atau dengan mencegah saraf mengirimkan sinyal nyeri ke otak. Beberapa jenis obat yang termasuk dalam antipasmodik seperti eperisone dan chlorzoxazone.
Dokter juga biasanya meresepkan antipasmodik untuk mengatasi nyeri muskuloskeletal dan myofascial (nyeri pada titik-titik sensitif tubuh, misalnya pada pundak atau punggung bawah). Namun, obat-obatan ini bukanlah lini pertama untuk pengobatan nyeri atau kejang otot, melainkan sebagai alternatif jika pengobatan lini pertama tidak efektif.
Pasalnya, meski bermanfaat untuk mengatasi kejang otot, obat ini belum terbukti bekerja lebih baik dibandingkan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Selain itu, obat ini juga diketahui memiliki beberapa efek samping, di antaranya:
-
Mengantuk.
-
Pusing.
-
Sakit kepala.
-
Gugup.
-
Tekanan darah rendah saat berdiri.
B. Antispastik
Antispastik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi spastisitas otot. Spastisitas adalah gangguan pada pola gerakan otot yang menyebabkan otot-otot tertentu berkontraksi sekaligus saat tubuh sedang bergerak atau beristirahat. Kondisi ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan saraf yang mengendalikan pergerakan dan refleks peregangan. Adapun jenis-jenis antispastik adalah sebagai berikut:
-
Baclofen.
-
Diazepam.
Baclofen dianggap sebagai lini pertama pengobatan spastisitas, khususnya pada pasien dewasa dengan cedera tulang belakang. Golongan antispastik tidak dapat digunakan untuk kejang otot. Beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan antispastik adalah:
-
Pusing.
-
Lemas.
-
Kantuk.
-
Kebingungan.
-
Kelelahan.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika sedang mengonsumsi obat relaksan otot. Salah satunya, pastikan tidak mengonsumsi obat ini bersamaan dengan:
-
Alkohol.
-
Obat penekan sistem saraf pusat, seperti opioid dan psikotropika.
-
Suplemen herbal.
-
Obat tidur.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter mengenai cara aman mengonsumsi obat pelemas otot jika Anda:
-
Berusia lebih dari 65 tahun.
-
Memiliki masalah kesehatan mental atau gangguan otak.
-
Memiliki masalah hati (liver).
-
Sedang hamil atau menyusui.
-
Memiliki kondisi kronis lainnya.
-
Jika diperlukan, dokter mungkin menyarankan pasien memaksimalkan pemulihan otot dan meningkatkan mobilitas tubuh dengan melakukan terapi fisik.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi sehingga tidak dapat menggantikan saran kesehatan dari dokter. Penggunaan obat relaksan otot ini perlu mengikuti anjuran dari dokter atau tim medis profesional lainnya.
Jika ingin berkonsultasi mengenai penggunaan obat relaksan otot atau memiliki kondisi yang membutuhkan jenis obat-obatan ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Healthline. Muscle Relaxers: A List of Prescription Medications. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Muscle Relaxers. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Which muscle relaxers are available?. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
Fisioterapi Silver ASRI - Homecare
Rp1.200.000
Fisioterapi & Chest Therapy (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp1.072.000






