Kesehatan Tubuh
Apa Itu One Day Biopsy? Ini Manfaatnya untuk Deteksi Kanker

Table of Contents
One day biopsy adalah layanan biopsi yang memungkinkan pasien menjalani pengambilan sampel jaringan, pemeriksaan laboratorium, hingga mendapatkan hasil diagnosis dalam satu hari. Tujan dari layanan one day biopsy adalah untuk mempercepat kepastian medis, mengurangi kecemasan pasien, dan mempercepat pengambilan keputusan terapi bagi dokter. Untuk memahami prosedur biopsi ini, mari simak penjelasannya dalam artikel berikut.
Apa Itu One Day Biopsy?
Pada dasarnya, biopsi adalah proses pengambilan sampel jaringan tubuh yang dicurigai mengalami kelainan, seperti benjolan, massa abnormal, atau perubahan sel. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium untuk membantu dokter memastikan diagnosis, misalnya apakah jaringan tersebut bersifat jinak, ganas, atau menunjukkan tanda penyakit lainnya.
Hasil biopsi umumnya memerlukan waktu beberapa hari, tergantung dari kompleksitas dan metode yang digunakan. Namun dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan one day biopsy guna mempercepat proses diagnosis, sehingga pengambilan keputusan medis dapat dilakukan lebih awal dan tepat sasaran.
One day biopsy dilakukan dalam waktu singkat tanpa perlu rawat inap. Prosedur ini biasanya dilakukan menggunakan anestesi lokal. Setelah tindakan selesai, pasien dapat langsung pulang dan menjalani aktivitas ringan sesuai anjuran dokter. Jenis biopsi ini umumnya diterapkan pada kasus-kasus tertentu seperti kelainan pada kulit, payudara, tiroid, atau kelenjar getah bening yang dapat dijangkau dengan teknik minimal invasif.
Teknik Biopsi yang Digunakan
One day biopsy bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga mengoptimalkan berbagai teknik biopsi yang ada. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
A. Fine Needle Aspiration (FNA)
FNA adalah teknik biopsi yang menggunakan jarum sangat halus untuk mengambil sampel jaringan. Prosedur FNA hanya memerlukan waktu singkat dan biasanya dilakukan dengan panduan ultrasonografi (USG) atau CT scan agar lebih akurat.
Setelah pengambilan sampel, sampel dapat langsung diperiksa dengan metode rapid on-site evaluation (ROSE) oleh dokter spesialis patologi klinis, sehingga hasil awal dapat tersedia saat itu juga. Meta analisis biopsi paru dengan ROSE menunjukkan bahwa diagnosis lebih cepat tidak menurunkan akurasi, melainkan juga dapat mengurangi kebutuhan biopsi ulang.
Prosedur ini cepat, minim rasa sakit, dan tidak memerlukan sayatan. Biasanya dilakukan pada benjolan di payudara, tiroid, paru, atau kelenjar getah bening. Karena prosesnya singkat, FNA sangat ideal untuk diterapkan dalam sistem one day biopsy.
B. Core Needle Biopsy (CNB)
Berbeda dengan FNA, CNB dilakukan dengan menggunakan jarum yang sedikit lebih besar untuk mengambil sampel jaringan. Teknik ini dapat memberikan informasi lebih lengkap tentang struktur jaringan, sehingga sering digunakan pada kasus kanker payudara atau tumor jaringan lunak.
CNB membutuhkan waktu yang lebih lama dari FNA dan juga membutuhkan bantuan mammogram, ultrasound, dan MRI. Jika fasilitas laboratorium mendukung, sampel dari CNB dapat langsung diproses dengan metode pewarnaan cepat dan evaluasi di hari yang sama.
Kondisi Medis untuk One Day Biopsy
Rekomendasi one day biopsy tetap harus didasarkan pada evaluasi medis menyeluruh oleh dokter. Beberapa hal yang dipertimbangkan oleh dokter antara lain lokasi jaringan yang akan diambil, kemudahan akses terhadap jaringan tersebut, risiko perdarahan, dan kondisi umum pasien. Untuk kasus yang lebih kompleks atau memerlukan tindakan di ruang operasi, biopsi konvensional tetap menjadi pilihan utama.
Secara umum, one day biopsy dapat direkomendasikan pada pasien dengan kondisi medis berikut:
-
Nodul yang mengarah pada kanker tiroid.
-
Lesi kulit atau massa kulit mencurigakan.
-
Benjolan payudara.
-
Kelenjar getah bening yang membesar.
Beberapa bagian tubuh yang umumnya menjadi lokasi pengambilan sampel dalam proses biopsi meliputi:
-
Payudara.
-
Kulit.
-
Prostat.
-
Testis.
-
Kelenjar tiroid.
-
Serviks (leher rahim).
-
Kelenjar getah bening di leher, selangkangan, atau ketiak.
Prosedur Biopsi
Sebelum menjalani biopsi, pasien perlu menjalani beberapa persiapan untuk memastikan prosedur berjalan aman dan hasil yang diperoleh akurat. Persiapan ini melibatkan evaluasi kondisi medis pasien, pemeriksaan penunjang, serta edukasi mengenai prosedur yang akan dilakukan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Beri tahu dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk obat yang dijual bebas, obat resep, vitamin, dan suplemen herbal.
-
Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi.
-
Menghentikan sementara konsumsi obat-obatan tertentu, seperti aspirin atau obat pengencer darah.
-
Mempersiapkan seseorang (keluarga/teman) untuk menemani selama beberapa jam saat pemulihan.
Proses biopsi dapat bervariasi, tergantung dari lokasi pengambilan sampel. Namun secara umum, proses one day biopsy melibatkan langkah-langkah berikut:
-
Pasien diposisikan sesuai kebutuhan lokasi biopsi.
-
Proses biopsi cepat umumnya dilakukan dengan anestesi lokal, sehingga pasien tetap sadar namun tidak merasakan nyeri di area tindakan.
-
Sampel jaringan diambil menggunakan jarum atau alat khusus, dan jumlahnya disesuaikan agar cukup untuk analisis laboratorium.
-
Setelah sampel berhasil diambil, area tindakan akan dibersihkan dan ditutup dengan kasa steril atau plester.
-
Luka biasanya sangat kecil dan tidak memerlukan jahitan. Pasien akan diobservasi selama beberapa waktu untuk memastikan tidak ada reaksi atau perdarahan.
Pasien dapat pulang di hari yang sama dan biasanya dapat kembali beraktivitas ringan dalam waktu singkat. Dokter akan memberikan instruksi pascatindakan, termasuk cara merawat area bekas biopsi, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta waktu kontrol ulang.
Risiko/Komplikasi One Day Biopsy
Risiko komplikasi seperti perdarahan atau infeksi pada prosedur one day biopsy umumnya lebih rendah dibandingkan dengan biopsi bedah. Meski demikian, beberapa risiko yang tetap perlu diwaspadai di antaranya sebagai berikut:
-
Rasa tidak nyaman: Beberapa pasien mungkin merasa tidak nyaman selama prosedur karena metode biopsi dilakukan dengan menggunakan bius lokal.
-
Kesalahan hasil: Biopsi bisa menghasilkan hasil positif palsu atau negatif palsu.
-
Infeksi bakteri: Risiko infeksi sangat rendah tetapi ada kemungkinan.
-
Perdarahan: Orang dengan gangguan pembekuan darah dan/atau yang mengonsumsi antikoagulan memiliki risiko perdarahan yang lebih tinggi.
-
Fistula: Terbentuknya saluran abnormal di bawah kulit.
Itulah informasi mengenai one day biopsy sebagai salah satu pemeriksaan kanker yang perlu diketahui. Penting untuk diingat bahwa prosedur biopsi hanya direkomendasikan bagi pasien setelah dokter mempertimbangkannya terkait kondisi pasien.
Jika Anda membutuhkan perawatan biopsi secara lengkap, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Supspesialis Bedah Onkologi di Siloam Hospitals terdekat. Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
NCBI. Fine Needle Aspiration. Diakses pada 2025 | Journal of Cardiothoraic Surgery. Computed tomography-guided lung biopsy with rapid on-site evaluation for diagnosis of lung lesions: a meta-analysis. Diakses pada 2025 | American Cancer Society. Core Needle Biopsy of the Breast. Diakses pada 2025 | American Cancer Society. How Is a Biopsy Done. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. William Hamdani, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rachmat Christian Nikijuluw, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marselus A. Merung, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
Tersedia hari ini






