Mengenal Operasi ACL Beserta Prosedurnya secara Lengkap
Kesehatan Tubuh

Mengenal Operasi ACL Beserta Prosedurnya secara Lengkap

20 Agustus 2025 5 menit waktu baca
operasi acl


Operasi ACL adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi cedera ACL, yakni kondisi ketika ligamen di area lutut robek atau meregang secara berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan sendi lutut menjadi tidak stabil dan membuat penderitanya kesulitan berjalan. Melalui operasi ACL, dokter dapat mengganti ligamen yang rusak dengan
graft atau cangkok dari bagian tubuh lain. Untuk mengetahui prosedur hingga efek samping operasi ACL, mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Operasi ACL?

 

ACL reconstruction atau operasi ACL adalah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk rekonstruksi ligamen di bagian dalam lutut, lebih tepatnya anterior cruciate ligament (ACL). Rekonstruksi atau operasi ACL merupakan salah satu tindakan ortopedi yang paling umum dilakukan di seluruh dunia.

 

Sebagai informasi, ACL adalah ligamen yang menghubungkan tulang kering (tibia) dengan tulang paha (femur). ACL merupakan salah satu ligamen utama di lutut yang berfungsi untuk menstabilkan gerakan tulang di sekitarnya. Robeknya ligamen ini bisa menyebabkan lutut tidak stabil, nyeri, bengkak, serta dapat membuat penderitanya kesulitan untuk berjalan.

 

Tujuan Operasi ACL

 

Operasi ACL utamanya dilakukan untuk menangani cedera ACL. Cedera tersebut sering kali terjadi ketika seseorang melakukan gerakan mendadak yang mengubah arah persendian lutut secara ekstrem, seperti tiba-tiba mengubah arah lari, tidak mendarat dengan sempurna setelah melompat, dan sebagainya. 

 

Di samping itu, operasi ACL juga direkomendasikan pada pasien dengan kondisi berikut ini:

 

  • Seorang atlet atau orang yang aktif berolahraga yang terkena cedera ACL lutut, namun ingin tetap berolahraga, terutama jika jenis olahraga melibatkan gerakan melompat atau berputar.

  • Cedera terjadi pada lebih dari satu ligamen.

  • Terdapat cedera pada bagian lutut lainnya, seperti meniskus, tendon, dan tulang rawan.

  • Cedera menyebabkan lutut tertekuk dan tidak stabil saat melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Seorang pasien dengan cedera ACL yang mengalami ketidakstabilan fungsional signifikan dan memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan di area lain pada lutut.

 

Persiapan Operasi ACL

 

Sebelum melakukan operasi ACL, dokter akan mengarahkan pasien untuk menjalani sejumlah prosedur pemeriksaan guna mendiagnosis kondisi yang dialami pasien. Jika kondisi pasien perlu ditangani dengan operasi ACL, dokter akan terlebih dahulu menanyakan jenis obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi.

 

Kemudian, pada dua minggu sebelum menjalani operasi, pasien perlu melakukan beberapa hal berikut ini:

 

  • Pasien mungkin akan diminta berhenti mengonsumsi obat-obatan yang bisa mempersulit proses pembekuan darah untuk sementara waktu, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan sebagainya.

  • Menginformasikan kondisi medis lain yang diderita, seperti diabetes, penyakit jantung, dan lain-lain.

  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

 

Selain itu, beberapa minggu sebelum melakukan operasi ACL lutut, pasien mungkin juga akan diarahkan untuk menjalani terapi fisik (fisioterapi). Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan, mengembalikan rentang gerak lutut, serta memperkuat otot di sekitar lutut.

 

Prosedur Operasi ACL

 

Pertama-tama, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi, baik anestesi umum maupun regional sebelum menjalani operasi. Namun, prosedur ini lebih sering menggunakan anestesi umum agar pasien dalam keadaan tertidur selama operasi berlangsung.

 

Tindakan operasi ACL biasanya dilakukan dengan bantuan prosedur artroskopi. Melalui prosedur tersebut, dokter akan memasukkan alat kecil yang dilengkapi dengan kamera melalui sayatan kecil (1 cm) di sekitar lutut. Kamera tersebut akan menampilkan kondisi lutut pasien sehingga dokter bisa memeriksa ligamen dan jaringan lain di lutut pasien dengan mudah.

 

Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil lainnya di sekitar lutut dan memasukkan instrumen medis untuk memperbaiki kerusakan serta mengganti ligamen ACL dengan cangkok (graft). Cangkok ligamen tersebut bisa didapatkan melalui dua cara, yaitu:

 

  • Cangkok diambil dari tubuh pasien sendiri (autograft). Cangkok ligamen ini biasanya diambil dari tendon tempurung lutut (patellar tendon), tendon paha depan (quadriceps tendon), atau tendon paha belakang (hamstring tendon).

  • Cangkok diambil dari pendonor, dikenal dengan allograft (donor hidup) atau cadaver graft (donor dari orang yang sudah meninggal).

 

Untuk mengganti ligamen ACL lutut yang rusak dengan cangkok, dokter dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:

 

  • Mengangkat ligamen ACL yang rusak.

  • Jika cangkok diambil dari tubuh pasien, dokter akan membuat sayatan yang lebih besar untuk mengeluarkan autograft.

  • Setelah itu, dokter akan membuat soket ke tulang paha dan tulang kering untuk memosisikan cangkok ligamen ACL secara akurat.

  • Memasang sekrup untuk mempertahankan posisi ligamen yang baru pada tulang.

  • Menutup luka sayatan dengan jahitan.

 

Perawatan Pascaoperasi ACL

 

Kebanyakan pasien biasanya langsung diperbolehkan untuk pulang ke rumah setelah pulih dari efek obat bius. Selama masa pemulihan, pasien perlu mengenakan penyangga lutut (knee brace) dan menggunakan kruk selama 1–6 minggu pertama. 

 

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat-obatan untuk membantu meredakan nyeri, seperti ibuprofen, acetaminophen, serta naproxen sodium. Pasien juga dapat menggunakan kompres es pada lutut secara teratur untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri. Untuk membantu mengembalikan fungsi tubuh, pasien akan diarahkan untuk menjalani terapi fisik (fisioterapi) selama 4–6 bulan.

 

Pasien dapat kembali berolahraga apabila pasien tidak lagi merasakan sakit dan bengkak, telah mencapai rentang gerak penuh pada lutut, kekuatan otot, daya tahan, keseimbangan, dan penggunaan fungsional kaki pulih sepenuhnya. Umumnya, pasien diperbolehkan untuk kembali berpartisipasi dalam olahraga secara penuh dalam kurun waktu 6–12 bulan. Namun, hal tersebut bervariasi tergantung pada kondisi masing-masing pasien.

 

Efek Samping Operasi ACL

 

Pada dasarnya, operasi ACL merupakan prosedur medis yang aman dilakukan. Operasi ACL dapat mengembalikan fungsi lutut pada sekitar lebih dari 80 kasus cedera ACL. Namun, kondisi lutut pasien mungkin tidak sepenuhnya sama seperti sedia kala sebelum mengalami cedera. 

 

Pasien mungkin juga akan merasakan nyeri atau bengkak setelah operasi selesai. Hal ini dapat disebabkan oleh cedera lain pada lutut atau tulang rawan di sekitarnya yang terjadi bersamaan dengan atau setelah cedera ACL. Sama seperti tindakan pembedahan lainnya, operasi ACL juga memiliki sejumlah risiko efek samping atau komplikasi. Adapun beberapa risiko efek samping tersebut di antaranya:

 

  • Perdarahan.

  • Penggumpalan darah di kaki.

  • Nyeri lutut berkelanjutan.

  • Infeksi.

  • Kekakuan dan kelemahan lutut.

  • Berkurangnya rentang gerak lutut.

  • Reaksi alergi terhadap anestesi.

  • Proses penyembuhan yang tidak tepat, terutama jika tubuh menolak cangkok ligamen.

  • Bagi pasien anak-anak, komplikasi yang muncul bisa berupa cedera pada lempeng pertumbuhan.

 

Setelah operasi ACL, terdapat kemungkinan kecil bahwa ligamen yang baru dicangkokkan akan rusak dan lutut masih terasa tidak stabil. Namun, jika operasi pertama tidak berhasil karena faktor tertentu, pasien disarankan untuk menjalani operasi lebih lanjut.

 

Penting untuk diingat bahwa operasi ACL hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan gangguan lutut, seperti lutut terasa nyeri dan bengkak, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) Subspesialis Panggul dan Lutut di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran penanganan yang tepat sesuai kondisi medis Anda.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada ketersediaan fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Rehabilitasi Medis - Homecare yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Dengan memesan paket ini, petugas medis dari Siloam Hospitals akan mendatangi rumah Anda untuk memberikan pelayanan kesehatan.

 

Siloam at Home (1)

 

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail