Penanda Tumor, Indikator Penyebaran dan Agresivitas Kanker
Kesehatan Tubuh

Penanda Tumor, Indikator Penyebaran dan Agresivitas Kanker

28 Mei 2025 5 menit waktu baca
penanda tumor

 

Penanda tumor (tumor marker) adalah zat-zat yang diproduksi oleh sel kanker atau oleh sel tubuh lainnya sebagai respons terhadap kanker. Keberadaannya dapat memberikan informasi mengenai kanker, seperti salah satunya tentang agresivitas kanker. Lantas, seberapa penting perannya dalam penanganan penyakit kanker? Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Penanda Tumor?

 

Penanda tumor adalah zat di dalam tubuh yang dapat memberikan informasi seputar kanker. Secara umum, zat yang dimaksud merupakan protein yang diproduksi oleh sel kanker atau oleh sel tubuh lainnya sebagai respons terhadap kanker. Selain itu, penanda tumor juga bisa merujuk pada perubahan atau mutasi DNA. Berikut adalah beberapa contoh penanda tumor:

 

  • Antigen spesifik prostat (PSA), untuk membantu mendiagnosis kanker prostat.

  • Alfa-fetoprotein (AFP), untuk membantu mendiagnosis kanker hati, kanker testis, dan kanker ovarium.

  • CA-125, untuk membantu mendiagnosis kanker ovarium, kanker endometrium, kanker peritoneum, dan kanker tuba falopi.

  • HER2, untuk membantu mendiagnosis kanker payudara.

  • CEA, paling umum digunakan untuk membantu mendiagnosis kanker kolorektal (kanker usus besar).

  • CA 19-9, untuk membantu mendiagnosis kanker pankreas, kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma), kanker kantung empedu, dan kanker lambung.

 

Penanda tumor umumnya dapat ditemukan dalam sampel cairan tubuh penderita kanker, seperti darah, urine, atau feses. Pada beberapa kasus, penanda tumor juga bisa ditemukan dalam sampel jaringan tumor yang diambil melalui prosedur biopsi.

 

Sebagai catatan, penanda tumor saja mungkin tidak dapat menyediakan informasi tentang penyakit secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan kondisi medis lainnya selain kanker bisa saja menyebabkan peningkatan penanda tumor sehingga sulit untuk membedakan diagnosis kanker dari kondisi medis lainnya. 

 

Selain itu, banyak jenis kanker yang tidak memiliki penanda tumor yang diketahui sehingga diperlukan pemeriksaan penunjang lainnya untuk mengonfirmasi diagnosis kanker. Beberapa penderita kanker tertentu juga mungkin saja tidak memiliki kadar penanda tumor yang cukup tinggi untuk mendeteksi kanker. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan, tes penanda tumor masih bisa digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis apabila dikombinasikan dengan metode pemeriksaan lainnya.

 

Fungsi Penanda Tumor dalam Kasus Penyakit Kanker

 

Secara umum, penanda tumor digunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit kanker yang diderita pasien. Pada beberapa kasus, penanda tumor dapat digunakan untuk menskrining kanker atau membantu mendiagnosis penyakit kanker tersebut. Jika dikombinasikan dengan tes-tes lainnya, tes penanda tumor dapat membantu dokter untuk mengetahui hal-hal berikut:

 

  • Seberapa cepat kanker tumbuh, stadium kanker, peluang kesembuhan pasien, dan kemungkinan kanker kambuh kembali.

  • Penyebaran kanker.

  • Pengobatan yang tepat untuk jenis kanker pasien.

  • Seberapa efektif pengobatan yang telah diberikan untuk mengatasi kanker.

  • Sisa-sisa kanker yang mungkin masih ada setelah pengobatan atau kanker yang muncul kembali setelah pengobatan.

 

Tes penanda tumor akan disesuaikan dengan kondisi, riwayat kesehatan, diagnosis kanker, dan gejala yang dialami pasien. Dokter bisa merekomendasikan tes penanda tumor untuk seseorang dengan kondisi-kondisi sebagai berikut:

 

  • Sedang menjalani pengobatan kanker.

  • Telah menyelesaikan pengobatan kanker.

  • Berisiko tinggi menderita kanker karena riwayat keluarga atau kondisi lain.

 

Jenis Penanda Tumor

 

Terdapat dua jenis penanda tumor yang umumnya digunakan, yaitu penanda tumor yang bersirkulasi (circulating tumor marker) dan penanda jaringan tumor (tumor tissue marker). Biasanya, circulating tumor marker ditemukan di darah, air ludah, urine, feses, atau sumsum tulang. Sementara itu, tumor tissue marker bisa ditemukan di jaringan tubuh tempat tumor berkembang.

 

Apakah Penanda Tumor Dapat Digunakan untuk Mendeteksi Kanker Sejak Dini?

 

Penanda tumor dalam darah atau cairan tubuh lain dapat digunakan untuk skrining kanker, yaitu deteksi kanker pada tahap awal sebelum munculnya gejala. Namun, penanda tumor sering kali tidak dapat diandalkan sepenuhnya dalam diagnosis kanker. 

 

Pasalnya, penanda tumor dinilai sering kali tidak bisa mengidentifikasi kanker (penanda tumor tidak cukup sensitif) atau mengindikasikan kemungkinan kanker pada orang yang tidak memiliki kanker (penanda tumor tidak cukup spesifik).

 

Saat ini, pakar medis tengah melakukan pengujian untuk mengetahui apakah multi cancer detection tests (MCDs) yang menganalisis beberapa penanda tumor dalam darah seseorang tanpa gejala kanker, dapat digunakan untuk mengidentifikasi kanker sejak dini. Meskipun MCDs mulai banyak digunakan untuk mendeteksi kanker, metode pemeriksaan ini masih memerlukan pengembangan dan studi lebih lanjut.

 

Hasil Penanda Tumor

 

Hasil tes penanda tumor biasanya bisa diterima dalam waktu satu atau dua hari, kecuali melalui prosedur biopsi. Hasil pemeriksaan dari prosedur biopsi mungkin baru didapatkan dalam waktu satu minggu atau lebih. Lamanya seseorang mendapatkan hasil tes penanda tumor juga tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis tes penanda tumor yang direkomendasikan oleh dokter dan juga ketersediaan fasilitas penunjang pemeriksaan.

 

Kadar penanda tumor yang tinggi biasanya mengindikasikan adanya kanker atau kanker yang telah bermetastasis. Sementara itu, kadar penanda tumor yang turun dapat menunjukkan bahwa pengobatan yang dijalani mungkin berhasil. Namun, kadar penanda tumor bisa naik dan turun dari waktu ke waktu atau tidak konsisten selama pengobatan. Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan hasil tes dengan dokter agar tidak salah menafsirkannya.

 

Penanda tumor memiliki peran penting dalam diagnosis kanker. Namun, tes penanda tumor mungkin perlu dikombinasikan dengan tes diagnostik lainnya agar hasil pemeriksaannya akurat. Apabila Anda sedang menjalani pengobatan kanker atau memiliki anggota keluarga yang menderita kanker, dan hendak mengetahui lebih lanjut mengenai tes penanda tumor, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis atau saran perawatan dari dokter. Setiap dokter akan menyesuaikan prosedur pemeriksaan, termasuk tes penanda tumor dan tes-tes lainnya, dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medis pasien. Dokter pun akan melaksanakan serangkaian tes menggunakan fasilitas yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya mungkin berbeda di satu tempat dengan lainnya.


Apabila membutuhkan pemeriksaan kanker secara menyeluruh, Anda bisa mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Di pusat pengobatan kanker unggulan dari Siloam Hospitals Group ini, Anda bisa mendapatkan berbagai penanganan kanker, termasuk prosedur deteksi dini kanker, radioterapi, dan kemoterapi yang bisa membantu mengatasi kondisi Anda.

Sumber

National Cancer Institute. Tumor Markers. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Tumor Markers. Diakses pada 2024 | MedlinePlus. Tumor Marker Tests. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-anik-widajati-mkes-spmk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK

Laboratorium Medis

Spesialis Mikrobiologi Klinik


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tri-nugraheni-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tri Nugraheni, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ida-rahayu-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ida Rahayu, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Surabaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail