Apa itu Postbiotik? Ini Bedanya dengan Probiotik & Prebiotik
Pola Hidup Sehat

Apa itu Postbiotik? Ini Bedanya dengan Probiotik & Prebiotik

23 Oktober 2024 4 menit waktu baca
postbiotik adalah.

Postbiotik adalah senyawa bioaktif yang dihasilkan bakteri probiotik setelah mengonsumsi prebiotik (serat yang berfungsi untuk mengoptimalkan pertumbuhan bakteri baik agar jumlahnya tetap terjaga). Pada dasarnya, senyawa ini terbentuk ketika bakteri probiotik sudah tidak aktif sehingga mengeluarkan zat-zat tertentu yang baik untuk tubuh (zat produk sampingan). Untuk mengenai apa itu postbiotik selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.

Apa itu Postbiotik?

Postbiotik adalah senyawa bioaktif yang terbentuk ketika bakteri probiotik sudah mati. Senyawa ini tersusun dari sel-sel utuh probiotik yang sudah mati atau fragmen struktural bakteri baik, seperti dinding sel. Postbiotik pada dasarnya dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya serta memelihara keseimbangan mikroflora baik di dalam pencernaan.

 

Dilansir dari penelitian dalam jurnal Foods, banyak sediaan postbiotik yang juga mempertahankan zat-zat yang dihasilkan oleh probiotik sebelum mati, seperti metabolit dan protein atau peptida yang baik untuk tubuh. Di samping itu, beberapa contoh postbiotik adalah:

 

  • Asam lemak rantai pendek.

  • Lipopolisakarida.

  • Eksopolisakarida.

  • Enzim.

  • Pecahan dinding sel lisat bakteri (campuran komponen-komponen bakteri).

  • Senyawa metabolit lain, seperti vitamin dan asam amino.

Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Postbiotik

Jika dilihat dari definisinya, postbiotik tentu berbeda dengan probiotik (bakteri baik) dan prebiotik (‘makanan’ untuk probiotik). Namun, ketiga hal tersebut pada dasarnya memang saling bekerja sama di dalam satu lingkungan yang sama, yaitu sistem pencernaan, sehingga cenderung sulit dibedakan bagi sebagian orang awam.

 

Adapun penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan probiotik, prebiotik, dan postbiotik adalah sebagai berikut:

 

  • Probiotik: Mikroorganisme atau bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Mikroba ini berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan mengubah serat menjadi senyawa yang bermanfaat bagi tubuh.

  • Prebiotik: Sekelompok nutrisi, terutama serat, yang digunakan sebagai sumber makanan untuk bakteri baik (probiotik) di dalam saluran pencernaan.

  • Postbiotik: Senyawa bioaktif yang dihasilkan bakteri probiotik ketika mengonsumsi prebiotik. Senyawa ini biasanya terbentuk dari fragmen struktural ataupun sel-sel utuh probiotik.

Manfaat Postbiotik untuk Kesehatan

Secara umum, terdapat berbagai manfaat postbiotik untuk kesehatan tubuh yang sayang jika dilewatkan, mulai dari meningkatkan sistem imun tubuh hingga membantu meredakan gejala inflammatory bowel disease. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Membantu Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Manfaat pertama dari postbiotik adalah dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Penelitian dalam jurnal Nutrients menjelaskan bahwa postbiotik mengandung senyawa yang bersifat imunomodulator, antioksidan, serta antiinflamasi (antiradang) yang bisa membantu mengurangi peradangan serta meningkatkan respons sistem imun tubuh.

 

Karena mengandung senyawa imunomodulator yang bisa membantu meningkatkan respons sistem imun tubuh, postbiotik juga memiliki manfaat dalam menangani reaksi alergi pada tubuh. Dalam hal ini, konsumsi postbiotik diketahui dapat membantu mengelola gejala rinitis alergi, eksim, dan sebagainya.

2. Membantu Meredakan Sembelit dan Diare

Manfaat postbiotik selanjutnya adalah dapat membantu meredakan sembelit dan diare. Sebuah studi pada tahun 2019 membuktikan bahwa postbiotik, terutama yang berasal dari probiotik bernama L. acidophilus LB, dapat membantu memperbaiki regulasi fungsi usus sehingga bisa meredakan sembelit maupun diare.

3. Membantu Meredakan Gejala Inflammatory Bowel Disease

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan. Kondisi ini umumnya bersifat kronis, sehingga kerap mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Dalam hal ini, konsumsi postbiotik, terutama asam lemak rantai pendek, diketahui bisa membantu meredakan gejala IBD.

 

Berdasarkan penelitian berjudul Protective Mechanisms of Butyrate on Inflammatory Bowel Disease, salah satu jenis asam lemak rantai pendek, yaitu butirat, diketahui berperan penting dalam mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh yang bisa membantu mengurangi peradangan.

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Sebuah studi pada tahun 2018 menjelaskan bahwa asam lemak rantai pendek (salah satu jenis postbiotik) bisa membantu menekan sinyal lapar sehingga dapat mengurangi nafsu makan. Hal ini tentu dapat membantu menurunkan berat badan bagi seseorang yang sedang menjalani program diet.

5. Manfaat Postbiotik Lainnya

Di samping dari yang telah dijelaskan di atas, masih terdapat beberapa manfaat postbiotik lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Beberapa manfaat tersebut, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Asam lemak rantai pendek yang merupakan salah satu jenis postbiotik diketahui bisa membantu mengurangi kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah yang kerap menjadi faktor risiko penyakit jantung.

  • Membantu mengelola kadar gula darah. Butirat (salah satu jenis asam lemak rantai pendek) diketahui dapat membantu mengontrol kadar gula darah normal dalam tubuh.

  • Sebagai alternatif pengganti makanan atau minuman yang mengandung probiotik. Bagi beberapa orang, mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik mungkin dapat menimbulkan gangguan pencernaan ringan. Untuk itu, konsumsi makanan atau minuman yang mengandung postbiotik bisa menjadi alternatif guna membantu memelihara kesehatan saluran pencernaan.

  • Membantu menurunkan risiko kanker. Sebuah studi pada tahun 2021 menjelaskan bahwa postbiotik yang mengandung senyawa antikanker bisa membantu meminimalkan risiko terjadinya kanker kolorektal.

 

Pada intinya, postbiotik adalah salah satu jenis senyawa bioaktif yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Jika ingin mengetahui cara meningkatkan asupan postbiotik yang tepat dan sesuai kondisi tubuh, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat.

 

Lebih lanjut, apabila disarankan oleh dokter, Anda juga dapat memesan Paket Catering Sehat Homecare. Dengan memesan paket ini, Anda akan memperoleh asupan makanan sehat yang telah disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan gizi, serta rekomendasi pantangan yang perlu diterapkan.

Sumber

Healthline. What Are Postbiotics? A Comprehensive Overview. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. What Are Postbiotics?. Diakses pada 2024 | Harvard Health Publishing. What are postbiotics?. Diakses pada 2024. | Foods. The Concept of Postbiotics. Diakses pada 2024 | Nutrients. Postbiotics-A Step Beyond Pre- and Probiotics. Diakses pada 2024 | International Journal of Molecular Sciences. Postbiotics and Their Potential Applications in Early Life Nutrition and Beyond. Diakses pada 2024 | Current Pharmaceutical Design. Protective Mechanisms of Butyrate on Inflammatory Bowel Disease. Diakses pada 2024 | The Journal of Nutritional Biochemistry. Short-Chain Fatty Acids Suppress Food Intake by Activating Vagal Afferent Neurons. Diakses pada 2024 | Critical Reviews in Food Science and Nutrition. Molecular Mechanisms of Postbiotics in Colorectal Cancer Prevention and Treatment. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail