Kesehatan Tubuh
Hati-Hati, Ini Gejala Prehipertensi yang Tidak Boleh Diabaikan!

Table of Contents
Prehipertensi adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah seseorang berada di atas normal tetapi belum mencapai kategori hipertensi. Meski begitu, kondisi ini sangat berpotensi berkembang menjadi hipertensi sehingga tidak boleh diabaikan. Mari pahami lebih lanjut tentang gejala prehipertensi yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengatasinya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Prehipertensi?
Seperti yang sudah dijelaskan, prehipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sedikit lebih tinggi dari normal. Angka normal untuk tekanan darah adalah tekan darah sistolik kurang dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 80 mmHg. Sedangkan, tekanan darah penderita prehipertensi bisa mencapai tekanan sistolik 139 mmHg dan diastolik 89 mmHg. Angka tekanan darah baru diklasifikasikan sebagai hipertensi bila mencapai 140/90 mmHg.
Prehipertensi bisa menjadi peringatan bahwa seseorang berisiko tinggi mengalami penyakit hipertensi di masa mendatang. Hal ini tentu perlu diwaspadai, mengingat bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal.
Penyebab Prehipertensi
Perlu diketahui bahwa tekanan darah akan meningkat secara alami seiring bertambahnya usia. Alhasil, seiring bertambahnya usia, risiko seseorang mengalami hipertensi lebih tinggi. Selain usia, faktor lain yang dapat menyebabkan prehipertensi adalah sebagai berikut:
-
Merokok.
-
Stres.
-
Tingkat aktivitas yang rendah atau menjalani gaya hidup sedenter (sedentary lifestyle).
Gejala Prehipertensi
Prehipertensi sering kali tidak disertai dengan gejala apa pun sehingga penderitanya mungkin tidak menyadari bahwa ia mengalami kondisi ini. Namun, seseorang yang mengalami krisis hipertensi, suatu kondisi ketika tekanan darahnya 180/120 mmHg atau lebih tinggi, mungkin akan mengalami mimisan dan sakit kepala.
Adapun beberapa gejala lain yang berpotensi berhubungan dengan tekanan darah tinggi adalah sebagai berikut:
-
Sakit kepal.
-
Pandangan kabur.
-
Bintik darah di mata.
-
Wajah memerah.
-
Mual atau muntah.
-
Sesak.
-
Kelelahan.
Diagnosis Prehipertensi
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan mengukur tekanan darah. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan tekanan darah sebanyak dua kali atau lebih guna mendapatkan rata-rata angkanya.
Untuk memeriksa tekanan darah, dokter menggunakan manset khusus atau yang disebut sebagai tensimeter. Pasien diduga mengalami prehipertensi jika memiliki tekanan darah antara 120–139 untuk angka pertama (tekanan darah sistolik) serta 80–89 mmHg untuk angka kedua (tekanan diastolik).
Pengobatan Prehipertensi
Prehipertensi adalah peringatan, artinya kondisi ini mengindikasikan seseorang dengan risiko lebih tinggi mengalami hipertensi di kemudian hari. Dalam hal ini, langkah utama yang perlu dilakukan sebagai pengobatannya adalah menerapkan perubahan gaya hidup. Perubahan yang disarankan untuk mengurangi risiko hipertensi di kemudian hari adalah sebagai berikut:
-
Menurunkan berat badan jika memiliki berat badan berlebih. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Sedangkan, penurunan berat badan diketahui bisa mengurangi risiko hipertensi.
-
Olahraga secara teratur. Olahraga dapat membantu menurunkan berat badan yang bermanfaat mengurangi risiko hipertensi.
-
Mengonsumsi buah-buahan, sayur, biji-bijian utuh, ikan, dan susu rendah lemak. Hipertensi dapat diturunkan atau dicegah dengan diet DASH. Diet ini fokus mengonsumsi makanan yang rendah natrium dan tinggi kalium, magnesium, kalsium, protein, dan serat.
-
Mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol.
-
Mengonsumsi makanan nabati atau vegetarian.
-
Minumlah alkohol secukupnya. Pasalnya, minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
-
Mengelola stres sebaik mungkin.
Jika diperlukan, dokter mungkin mengobati prehipertensi dengan obat tekanan darah. Pengobatan ini biasanya direkomendasikan untuk pasien yang menderita diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit kardiovaskular. Semua obat ini cenderung bisa menyebabkan efek samping sehingga perlu dikonsultasikan dengan dokter.
Selain itu, pasien yang memiliki prehipertensi juga dianjurkan melakukan pemeriksaan tahunan untuk memantau perkembangan kondisi dan risiko hipertensi. Tergantung hasil pemeriksaan, dokter juga dapat menyesuaikan pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien.
Pencegahan Prehipertensi
Sejumlah faktor dapat menyebabkan seseorang mengalami prehipertensi. Untuk mencegah prehipertensi, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap normal adalah sebagai berikut:
-
Menghindari produk tembakau.
-
Berolahraga secara rutin.
-
Mengelola stres.
-
Membatasi jumlah alkohol yang diminum.
-
Mengurangi jumlah garam.
-
Mempertahankan berat badan yang sehat.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi prehipertensi. Dengan kata lain, penyebab dan gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat, terlebih jika Anda kerap merasa pusing berkepanjangan.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Medical News Today. What is prehypertension?. Diakses pada 2024 | WebMD. Prehypertension: Are You at Risk?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Prehypertension. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







