Kesehatan Tubuh
Rabdomiolisis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Rabdomiolisis atau rhabdomyolysis adalah suatu kondisi ketika otot-otot rusak atau hancur dan dapat berujung pada kematian otot. Penyebab rabdomiolisis bervariasi, mulai dari aktivitas yang berlebihan, konsumsi obat-obatan, atau kondisi medis tertentu yang mendasarinya. Kondisi ini perlu ditangani secepatnya karena berisiko mengancam nyawa. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai rabdomiolisis melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Rabdomiolisis?
Rabdomiolisis adalah suatu kondisi ketika otot-otot tubuh rusak dan berpotensi menyebabkan kematian otot. Pada kondisi ini, pemecahan sel otot akan ditandai dengan kebocoran isi sel otot, seperti mioglobin (protein), protein sarkoplasma (kreatin kinase, laktat dehidrogenase, aldolase, alanin, aspartat aminotransferase), dan elektrolit ke dalam sirkulasi tubuh dan ginjal.
Ginjal bertanggung jawab untuk membuang komponen-komponen beracun tersebut yang akan dikeluarkan melalui urine. Namun, jika jumlah komponen terlalu banyak, hal tersebut dapat merusak ginjal karena ginjal akan bekerja keras untuk membuang racun dalam waktu singkat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal.
Penyebab Rabdomiolisis
Pada dasarnya, segala sesuatu yang merusak jaringan otot dapat memicu terjadinya rabdomiolisis. Secara umum, beberapa faktor yang bisa menyebabkan rabdomiolisis adalah:
-
Luka bakar yang berat dan terjadi pada area kulit yang luas.
-
Sengatan listrik.
-
Crush injury, yaitu cedera yang menyebabkan bagian tubuh seperti tulang, otot, atau organ dalam remuk karena mendapat tekanan besar dari benda berat.
-
Latihan intensitas tinggi dan program latihan yang cepat sehingga otot tidak memiliki waktu yang cukup untuk pulih.
-
Dehidrasi.
-
Hipertermia atau heatstroke (kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu hingga mencapai 40 derajat Celcius atau lebih).
-
Efek samping dari obat-obatan, seperti antipsikotik, antidepresan, antivirus, dan obat statin.
-
Gangguan penggunaan zat, seperti heroin, LSD, kokain, dan alkohol yang merupakan racun bagi tubuh.
-
Tidak beraktivitas dalam waktu lama, misalnya bedrest karena cedera atau kondisi tidak sadar.
-
Kondisi medis tertentu, termasuk kondisi genetik, seperti penyakit McArdle dan Duchenne muscular dystrophy (DMD).
-
Kelainan metabolik.
Gejala Rabdomiolisis
Gejala awal rabdomiolisis tidak begitu signifikan. Pasalnya, gejala kondisi ini tidak spesifik dan mirip dengan kondisi-kondisi lainnya, sehingga mungkin tidak disadari hingga beberapa hari setelah cedera terjadi. Secara umum, beberapa tanda rabdomiolisis adalah sebagai berikut:
-
Kelemahan otot.
-
Pembengkakan otot.
-
Otot terasa nyeri (myalgia), terutama jika ditekan.
-
Produksi urine yang sedikit.
-
Urine berwarna gelap seperti teh.
-
Demam.
-
Rasa tidak enak badan (malaise).
-
Mual dan muntah.
-
Nyeri perut.
-
Kebingungan.
Diagnosis Rabdomiolisis
Untuk mendiagnosis rabdomiolisis, dokter akan melakukan tanya jawab medis (anamnesis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien, termasuk aktivitas fisik yang dilakukan baru-baru ini serta obat-obatan yang dikonsumsi. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien.
Untuk menegakkan diagnosis rabdomiolisis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Tes urine seperti urine rutin, kadar mioglobin (komponen otot yang pecah) dalam urine, dan lain-lain.
-
Tes darah untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap, mengukur kadar kreatin kinase (protein yang dilepaskan otot ketika rusak), fungsi hati, fungsi ginjal, kadar elektrolit, dan lain-lain.
-
Pencitraan seperti X-ray atau CT scan.
-
Biopsi otot atau ginjal.
Komplikasi Rabdomiolisis
Rabdomiolisis dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain gagal ginjal, di mana otot yang rusak melepaskan zat mioglobin ke dalam aliran darah yang kemudian dapat merusak ginjal. Berikut selengkapnya.
-
Kerusakan ginjal atau gagal ginjal.
-
Ketidakseimbangan elektrolit.
-
Koagulasi intravaskular diseminata, yaitu kondisi ketika terjadi pembekuan darah abnormal di seluruh pembuluh darah tubuh yang bersifat mengancam nyawa.
-
Kematian.
Pengobatan Rabdomiolisis
Rabdomiolisis yang berhasil didiagnosis sejak awal dan segera menerima pengobatan dapat mencegah terjadinya kerusakan jangka panjang pada ginjal. Perawatan rabdomiolisis akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Secara umum, beberapa pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter adalah:
-
Pemulihan cairan (fluid recovery). Ini merupakan pengobatan pertama untuk rabdomiolisis.
-
Pemberian obat-obatan, seperti obat bikarbonat dan beberapa jenis diuretik (obat untuk membuang garam dan air dari tubuh melalui urine) untuk membantu menjaga ginjal tetap berfungsi dengan baik.
-
Memberikan obat untuk mengatasi ketidakseimbangan elektrolit dalam darah.
-
Hemodialisis (cuci darah). Pengobatan ini dilakukan jika kerusakan ginjal dan gagal ginjal akut sudah mulai terjadi.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi rabdomiolisis. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk membuat janji temu dengan dokter pilihan, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Healthline. Everything You Need to Know About Rhabdomyolysis. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information. Rhabdomyolysis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Rhabdomyolysis. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






