Kesehatan Tubuh
Mengenal RDT Malaria untuk Menunjang Diagnosis Malaria

Table of Contents
Rapid diagnostic test malaria atau RDT malaria adalah prosedur pemeriksaan yang dapat membantu penegakan diagnosis malaria secara cepat dan akurat ketika prosedur diagnosis berbasis mikroskop tidak tersedia. Prosedur ini pada dasarnya dapat mendeteksi antigen yang diproduksi oleh parasit Plasmodium dalam sampel darah pasien. Mari pahami lebih lanjut mengenai RDT malaria dalam artikel berikut ini.
Apa itu RDT Malaria?
Seperti yang telah dijelaskan, RDT malaria adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi antigen spesifik (protein) yang dihasilkan oleh parasit penyebab malaria. Alat yang digunakan dalam bentuk dipstick dan strip. Hasil pemeriksaan dengan RDT akan keluar dalam waktu 15 menit.
Antigen tersebut umumnya ditemukan di dalam darah orang yang baru atau sudah terinfeksi parasit malaria. Sebagai informasi, malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk Anopheles betina. Jika ditemukan antigen yang dihasilkan parasit Plasmodium, RDT dapat menunjukkan perubahan warna pada strip nitroselulosa penyerap (absorbing nitrocellulose).
Salah satu alat RDT malaria yang umum digunakan adalah dipstick. Alat tersebut diletakkan pada wadah yang mengandung sampel darah pasien dan/atau larutan bufer. Sementara itu, strip nitroselulosa dapat ditempatkan di dalam kaset plastik.
Manfaat RDT Malaria
Jika digunakan dengan tepat, RDT malaria dapat membantu menunjang diagnosis malaria secara klinis, terutama ketika prosedur diagnosis berbasis mikroskop yang berkualitas baik tidak tersedia. Di samping itu, RDT malaria dapat bermanfaat dalam beberapa kondisi berikut ini:
-
Menunjang penegakan diagnosis malaria ketika dokter atau petugas kesehatan tidak bisa menjangkau pemeriksaan berbasis mikroskopis yang berkualitas, misalnya pada daerah endemis terpencil yang tidak memiliki sarana dan prasarana laboratorium.
-
Untuk penegakan diagnosis jarak jauh bagi tenaga kerja yang terorganisir dan memasuki wilayah endemik malaria, misalnya pada tenaga kerja dari perusahaan militer atau pertambangan.
-
Untuk menunjang investigasi wabah dan survei prevalensi parasit.
-
Ketika penderita datang ke rumah sakit di luar jam kerja rutin dan laboratorium sedang tidak tersedia untuk pemeriksaan.
-
Pada puskesmas di daerah endemis malaria yang mempunyai fasilitas rawat inap dan penderita datang di luar jam kerja.
-
Pada daerah dengan KLB malaria. RDT bisa digunakan untuk diagnosis cepat sehingga petugas medis dapat menentukan langkah penanganan selanjutnya.
-
Pada tempat pengungsian karena bencana alam atau hal lainnya baik di daerah endemis malaria maupun pada pengungsi yang berasal dari daerah endemis malaria.
Kelebihan RDT dibandingkan pemeriksaan mikroskopik:
-
Prosedur pemeriksaan cenderung lebih sederhana, mudah diinterpretasikan, serta tidak membutuhkan pelatihan khusus seperti dalam pemeriksaan mikroskopik.
-
Lebih objektif. Variasi interpretasi hasil RDT cenderung lebih kecil antara satu pemeriksa dengan yang lainnya.
-
Dapat mendeteksi P. falciparum ketika parasit bersekuestrasi di kapiler darah yang tidak bisa terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopik).
-
Bisa digunakan pada kondisi KLB dan survei prevalensi karena waktu pemeriksaannya lebih cepat.
Namun, keputusan diagnosis dan pengelolaan penyakit tidak boleh didasarkan pada hasil RDT saja, sehingga harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan mikroskopik. Kendati demikian, RDT dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam pengelolaan penyakit malaria, jika:
-
Rencana untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh penyakit malaria sudah disiapkan dengan jelas (seperti penggunaan obat-obatan atau penyelidikan diagnosis malaria lebih lanjut).
-
Dapat memberikan manfaat yang jelas untuk kesehatan.
-
Harganya cenderung terjangkau.
-
Terdapat sistem yang memadai untuk memastikan RDT sudah digunakan dengan benar dan dalam kondisi yang baik.
-
Adanya petugas kesehatan yang terlatih dan terpantau dengan baik.
-
Alat RDT terlindungi dari paparan suhu tinggi.
Kekurangan RDT dibandingkan pemeriksaan mikroskopik:
-
RDT single yang menggunakan HRP-2 yang hanya bisa digunakan untuk mendeteksi P. falciparum.
-
RDT HRP-2 bisa menunjukkan hasil positif sampai 2 minggu setelah pengobatan, meskipun secara mikroskopik parasit sudah tidak ditemukan. Hal ini dapat membuat penilaian terhadap hasil pengobatan cenderung rancu.
-
Harga RDT cenderung lebih mahal dibandingkan pemeriksaan mikroskopik.
-
RDT tidak bisa digunakan untuk menilai jumlah parasit.
-
RDT tidak dapat membedakan infeksi antara P. vivax, P. ovale, dan P.malariae. Selain itu, RDT juga tidak dapat membedakan antara mixed P. falciparum dengan infeksi tunggal P. falciparum saja.
Prosedur Pemeriksaan RDT Malaria
Pada dasarnya, prinsip pemeriksaan RDT malaria adalah mendeteksi antigen spesifik yang diproduksi oleh parasit malaria dalam sampel darah pada penderita yang sudah terinfeksi. Beberapa jenis RDT hanya bisa mendeteksi satu spesies parasit, yaitu Plasmodium falciparum atau P. vivax. Namun, sebagian jenis RDT lainnya bisa mendeteksi beberapa spesies, seperti P. falciparum, P vivax, P. malariae, dan P. ovale.

Lebih jelasnya, prosedur pemeriksaan RDT malaria dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini:
-
Mengambil sampel darah dengan cara menusukkan bagian ujung jari tangan pasien.
-
Mencampurkan sampel darah pasien dengan lysing agent dalam strip tes atau wadah khusus. Tujuannya adalah untuk memecahkan sel darah merah, sehingga bisa melepaskan lebih banyak protein yang diproduksi parasit.
-
Kemudian, dokter dapat meneteskan sampel darah pada salah satu lubang di dalam kaset plastik yang sudah berisi strip nitroselulosa. Dokter juga bisa meneteskan lapisan bufer melalui lubang lainnya.
-
Hasil pemeriksaan dapat terlihat pada bagian results window dalam kaset RDT. Jika hasilnya positif, akan muncul garis berwarna di bagian test line.
Tingkat Akurasi RDT Malaria
Tingkat akurasi RDT malaria bergantung pada perawatan serta keahlian petugas medis yang mempersiapkan dan menafsirkan hasil pemeriksaannya. Selain itu, RDT juga harus cukup sensitif untuk mendeteksi keberadaan parasit penyebab malaria. Secara umum, tingkat sensitivitas RDT dapat ditentukan oleh:
-
Merek alat yang digunakan.
-
Spesies parasit.
-
Jumlah parasit yang ada. Berdasarkan rekomendasi WHO, pada jumlah parasit P. falciparum >100/µl darah, tingkat sensitivitas RDT adalah >95%. Sementara itu, pada jumlah parasit <100/µl darah, maka sensitivitas RDT dapat menurun.
-
Kondisi alat RDT.
-
Kebenaran teknik yang digunakan oleh petugas medis dalam melakukan prosedur pemeriksaan.
-
Kebenaran penafsiran hasil pemeriksaan.
-
Kelangsungan hidup (viability) dan variasi parasit dalam memproduksi antigen.
Pada intinya, RDT malaria dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis malaria secara cepat ketika prosedur diagnosis berbasis mikroskop tidak tersedia. Jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada malaria, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat Dokter Spesialis Penyakit Dalam guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
Selain itu, tersedia pula aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk menemukan jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter, self check in, hingga antre secara online. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan layanan kesehatan lebih cepat serta tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK
Laboratorium Medis
Spesialis Mikrobiologi Klinik
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Surabaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Vaksin Dengue 1x (Dewasa)
Vaksinasi
Rp800.000
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Dengue Antigen NS1 / Demam Berdarah
Darah, Infeksi
1 Service/Item
Rp424.800
TERPOPULER
Dengue IgG/IgM / Anti Dengue IgG-M (Demam Berdarah)
Darah, Infeksi
1 Service/Item
Rp443.700
TERPOPULER
Dengue Duo (Antigen and Antibody) / Demam Berdarah
1 Service/Item
Rp518.400







