Skin Tag Bisa Tumbuh di Ketiak, Paha, hingga Selangkangan, Kenali Penyebabnya!
Kesehatan Tubuh

Skin Tag Bisa Tumbuh di Ketiak, Paha, hingga Selangkangan, Kenali Penyebabnya!

31 Mei 2025 3 menit waktu baca
Skin tag adalah

 

Skin tag adalah bentuk pertumbuhan jaringan nonkanker kecil yang menggantung di kulit. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kulit yang bergesekan. Skin tag termasuk kondisi yang umum dan tidak mengancam jiwa, dan sering muncul seiring bertambahnya usia.

 

Perawatan atau penghilangan skin tag biasanya tidak diperlukan dalam kebanyakan kasus. Namun, skin tag bisa dihilangkan sesuai dengan rekomendasi dari dokter apabila dirasa mengganggu. Untuk memahami hal-hal penting terkait skin tag, mari simak pembahasan di bawah ini.

 

Apa Itu Skin Tag?

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, skin tag adalah pertumbuhan jaringan kulit kecil dengan ukuran berkisar antara 1 mm hingga 1 cm yang menggantung di kulit. Sebutan medis untuk skin tag adalah acrochordons. Skin tag terdiri dari kolagen dan pembuluh darah yang dikelilingi kulit. Biasanya, skin tag tumbuh di area yang rawan gesekan kulit, seperti ketiak, selangkangan, kelopak mata, leher, anus, paha, dan di bawah payudara.

 

Warna skin tag cenderung sama dengan warna kulit. Terkadang, warnanya dapat lebih gelap dan menyerupai tahi lalat yang muncul ke permukaan kulit, atau berwarna kemerahan jika sedang terjadi peradangan. 

 

Skin tag sering kali terlihat seperti sekelompok jaringan kulit yang memanjang keluar dengan tangkai kecil. Keberadaan skin tag tidak memengaruhi kesehatan, namun bisa menurunkan percaya diri apabila berada di area terbuka, seperti wajah dan leher.

 

Penyebab Skin Tag

 

Skin tag atau acrochordons terjadi ketika tubuh memproduksi sel-sel ekstra di lapisan kulit bagian atas (epidermis). Kondisi ini bisa ditemukan di lipatan kulit dan area tubuh yang sering bergerak secara alami, seperti ketiak dan selangkangan, sehingga menyebabkan pergesekan.

 

Kemungkinan munculnya skin tag semakin tinggi seiring bertambahnya usia baik pada laki-laki maupun perempuan.  Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko pembentukan skin tag, seperti:

 

  • Sindrom metabolik (tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak berlebih di pinggang, atau kadar kolesterol lebih dari nilai normal).

  • Obesitas

  • Ketidakseimbangan hormon, seperti peningkatan kadar hormon progesteron, estrogen, hormon pertumbuhan, dan lain-lain.

  • Diabetes.

  • Penyakit kardiovaskular.

  • Gangguan kulit, seperti sindrom Birt-Hogg-Dubé.

  • Riwayat keluarga dengan kondisi skin tag.

 

Gejala Skin Tag

 

Pada kebanyakan kasus, skin tag tidak memunculkan gejala maupun menimbulkan rasa sakit. Namun, gesekan antara skin tag dan kulit, pakaian, atau perhiasan, dapat menyebabkan ketidaknyamanan hingga perdarahan. 

 

Bentuk skin tag tidak sama seperti kutil dan lesi kulit jinak lainnya karena tangkai kecilnya menempel pada kulit. Dengan kata lain, kutil cenderung berbentuk datar sedangkan skin tag menggantung di kulit.

 

Diagnosis Skin Tag

 

Dokter akan memulai diagnosis skin tag dengan anamnesis (wawancara medis) untuk menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan kulit untuk mengevaluasi kondisi yang dicurigai sebagai skin tag

 

Proses diagnosis biasanya tidak melibatkan tes laboratorium atau pemeriksaan penunjang lain. Namun, jika dokter mencurigai kondisi lain yang mendasarinya, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti biopsi, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Pengobatan Skin Tag

 

Skin tag umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan. Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat menghilang dengan sendirinya seiring waktu. Namun, jika skin tag menyebabkan rasa tidak nyaman, mudah berdarah, terasa sakit, atau mengganggu penampilan dan aktivitas sehari-hari, skin tag bisa dihilangkan dengan rekomendasi dokter. Dokter biasanya merekomendasikan beberapa prosedur berikut:

 

  • Krioterapi: Membekukan skin tag menggunakan nitrogen cair.

  • Eksisi: Memotong skin tag dengan gunting steril atau pisau bedah.

  • Kauterisasi: Menghilangkan skin tag menggunakan panas dari arus listrik.

 

Setelah perawatan, dokter akan memberikan petunjuk perawatan setelahnya yang harus diikuti, seperti melepas perban, mencuci area kulit tersebut dengan hati-hati, dan mengganti perban baru. Perawatan setelah tindakan harus dilakukan dengan baik untuk mencegah masalah seperti infeksi.

 

Skin tag umumnya tidak tergolong sebagai kondisi yang mengkhawatirkan. Perawatannya hanya bisa direkomendasikan oleh dokter apabila terjadi perdarahan atau mengganggu. Sebagai catatan, gejala dan tanda yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat.

 

Setiap pasien akan mendapatkan penanganan dan rekomendasi perawatan skin tag yang disesuaikan dengan kondisi medisnya. Dokter juga akan menyesuaikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing lokasi.

 

Untuk keperluan konsultasi dengan dokter terkait, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Di aplikasi ini, Anda juga bisa memanfaatkan fitur-fitur lain, seperti pemesanan paket kesehatan dan Telekonsultasi. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Skin Tags (Acrochordons). Diakses pada 2025 | Health Direct. Skin tag (acrochordons). Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Skin Tags. Diakses pada 2025 | American Academy of Dermatology Association. Skin tags: Why they develop, and how to remove them. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail