Kesehatan Tubuh
Tendinitis Achilles - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Tendinitis Achilles adalah peradangan pada tendon Achilles, yaitu jaringan ikat yang menghubungkan tulang tumit dan otot betis. Tendon Achilles memiliki fungsi yang penting untuk menopang atau menahan tekanan besar selama melakukan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung berbagai gerakan tubuh, seperti berjalan, berlari, dan melompat.
Oleh karena fungsinya yang penting, peradangan pada tendon Achilles perlu menjadi perhatian khusus demi mencegah masalah yang lebih serius. Mari pahami gejala, penyebab, dan cara mengobati tendinitis Achilles di bawah ini.
Apa itu Tendinitis Achilles?
Tendinitis Achilles terjadi ketika otot dan tendon Achilles terlalu sering digunakan sehingga menyebabkan iritasi dan pembengkakan. Penderita radang tendon biasanya akan merasakan sakit pada tumit, yang akan semakin terasa ketika melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti olahraga.
Kondisi ini termasuk cedera umum yang tingkat keparahannya bisa bervariasi, dari ringan hingga berat. Meski begitu, cedera tendon Achilles tetap memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Jenis-Jenis Tendinitis Achilles
Berdasarkan area tendon yang terdampak, radang tendon Achilles dapat dibedakan menjadi dua. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Tendinitis Achilles insertional: Cedera tendon yang dapat terjadi di semua kelompok usia dan menyerang bagian bawah tendon Achilles yang menempel pada tulang tumit.
-
Tendinitis Achilles non-insertional: Cedera tendon yang menyerang bagian tengah tendon sehingga area tersebut membengkak dan menebal. Kondisi ini paling sering ditemukan pada kalangan usia muda yang aktif.
Gejala Tendinitis Achilles
Pada dasarnya, gejala penyakit ini meliputi nyeri tumit dan pembengkakan di bagian belakang tumit. Meski demikian, radang tendon juga dapat disertai dengan gejala atau tanda berikut:
-
Kesulitan menekuk/melipat kaki.
-
Kesulitan berjalan pada area kaki yang terdampak.
-
Nyeri berkepanjangan di pergelangan kaki, terutama saat beristirahat.
-
Kekakuan pada tendon Achilles dan telapak kaki nyeri saat bangun tidur di pagi hari.
-
Mengalami cedera yang mengakibatkan kelainan di area sekitar sendi.
-
Mengalami gejala infeksi seperti demam.
-
Otot betis mengencang.
-
Sensasi hangat pada tumit.
-
Penebalan tendon.
-
Kesulitan untuk jinjit menggunakan jempol kaki.
Penyebab Tendinitis Achilles
Tendinitis Achilles umumnya disebabkan oleh penggunaan tendon Achilles secara berlebihan yang mengakibatkan ketegangan terus menerus. Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang melakukan olahraga yang terlalu berat. Selain itu, penyakit ini juga dapat dialami oleh kaum lansia karena penurunan kesehatan tendon seiring bertambahnya usia, atau berhubungan dengan kondisi medis tertentu, seperti infeksi dan rheumatoid arthritis.
Faktor Risiko Tendinitis Achilles
Terdapat beberapa hal yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami radang tendon Achilles, di antaranya yaitu:
-
Berolahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu.
-
Meningkatkan aktivitas fisik secara tiba-tiba.
-
Lansia berisiko lebih tinggi mengalami cedera tendon.
-
Memakai sepatu yang sempit.
-
Menggunakan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama atau setiap hari.
-
Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat golongan fluoroquinolone.
-
Jenis kelamin pria lebih umum mengalami cedera tendon Achilles.
-
Memiliki telapak kaki rata diketahui dapat membuat tendon Achilles semakin menegang.
-
Adanya taji tulang, yaitu tonjolan tulang yang terbentuk di bagian belakang tumit.
-
Melakukan olahraga yang membutuhkan pergerakan cepat, seperti bulu tangkis.
Diagnosis Tendinitis Achilles
Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat kesehatan dan gejala yang dikeluhkan oleh pasien. Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik yang terdiri dari:
-
Memeriksa gaya berjalan atau berlari pasien.
-
Menekan area tendon Achilles untuk memastikan apakah terdapat tanda-tanda dari tendon Achilles yang robek, seperti pembengkakan, jika diraba terasa hangat, atau keterbatasan gerak.
-
Mengecek rentang gerak pasien.
Kemudian, untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa tes pencitraan yang meliputi:
-
Foto rontgen atau sinar-X pada tulang kaki, untuk mengetahui keberadaan taji tulang di belakang bagian tumit yang mungkin ada pada tipe tendinitis Achilles insertional.
-
Magnetic resonance imaging (MRI) untuk mendeteksi tingkat keparahan cedera tendon serta struktur di sekitarnya secara lebih jelas.
-
Ultrasonografi (USG) untuk mengecek pergerakan, peradangan, dan kerusakan tendon.
Komplikasi Tendinitis Achilles
Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat mengakibatkan ruptur tendon Achilles, yaitu robeknya sebagian atau seluruh tendon. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan menusuk sehingga harus ditangani dengan prosedur bedah.
Secara umum, prosedur bedah memiliki sejumlah risiko komplikasi, seperti perdarahan, infeksi, atau komplikasi akibat prosedur anestesi. Adapun beberapa komplikasi akibat prosedur pembedahan perbaikan tendon Achilles yaitu:
-
Pemulihan yang memakan waktu lama.
-
Kerusakan saraf.
-
Otot betis melemah.
-
Nyeri berkepanjangan pada kaki atau pergelangan kaki.
Beberapa penderita mungkin juga akan mengalami risiko komplikasi lainnya sesuai dengan faktor kesehatan masing-masing pasien, seperti usia atau bentuk otot dan tendon kaki.
Pengobatan Tendinitis Achilles
Pada kasus tendinitis Achilles dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, radang tendon Achilles umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, beberapa hal yang dapat dilakukan penderita untuk menangani tendinitis Achilles adalah:
-
Menggunakan teknik RICE (rest, ice, compress, elevate).
-
Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dari dokter.
-
Melakukan latihan peregangan yang direkomendasikan oleh dokter atau fisioterapis.
-
Menggunakan bantalan tumit di sepatu, untuk mencegah peregangan otot betis lebih lanjut.
Pencegahan Tendinitis Achilles
Pada dasarnya, penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari kebiasaan atau faktor risiko yang memicunya. Adapun beberapa cara pencegahan radang tendon Achilles adalah:
-
Menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat.
-
Melakukan pemanasan sebelum dan pendinginan sesudah olahraga.
-
Meningkatkan intensitas olahraga secara bertahap, mulai dari intensitas ringan terlebih dulu.
-
Gunakan sepatu dengan bantalan tumit yang mumpuni.
-
Hindari penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama atau setiap hari.
Demikian penjelasan seputar tendinitis Achilles atau radang tendon Achilles. Jika mengeluhkan gejala seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang yang menjadi pusat unggulan dalam menangani gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi yang dilengkapi dengan fasilitas medis modern dan tim ahli ortopedi berpengalaman sehingga dapat memberikan diagnosis, perawatan, serta terapi rehabilitasi gangguan ortopedi secara optimal.
Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan Anda dalam mengakses informasi jadwal dan membuat janji temu dengan dokter terkait. Anda juga dapat mengunduh aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur check in mandiri, antre secara online, hingga konsultasi virtual dengan dokter. Unduh MySiloam sekarang dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Ankle / Rontgen Pergelangan Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp289.000
MRI Pergelangan Kaki/Ankle Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







