Kesehatan Tubuh
Tes Estradiol (E2): Tujuan, Prosedur, & Risiko Efek Sampingnya

Table of Contents
Tes estradiol adalah pemeriksaan medis yang digunakan untuk mengukur kadar hormon estradiol (E2) dalam darah. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk mendeteksi berbagai masalah, mulai dari kesuburan, kondisi kesehatan tulang, infeksi saluran kemih, bahkan depresi. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai tujuan, prosedur, hingga risiko efek samping tes estradiol di bawah ini.
Apa itu Tes Estradiol (E2)?
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tes estradiol atau tes E2 adalah tes yang digunakan untuk mengukur kadar hormon estradiol di dalam darah. Sebagai informasi, estradiol merupakan salah satu bentuk utama dari hormon estrogen. Hormon estradiol sebagian besar diproduksi oleh ovarium dan kelenjar adrenal. Estradiol juga diproduksi di jaringan tubuh yang lain seperti kulit, lemak, otak, hati. Selama kehamilan, plasenta atau ari-ari juga menghasilkan estradiol.
Adapun fungsi hormon estradiol adalah membantu pertumbuhan dan perkembangan organ seksual wanita, termasuk:
-
Rahim.
-
Vagina.
-
Payudara.
Selain itu, hormon estradiol juga membantu mengontrol pendistribusian lemak dalam tubuh wanita. Sebagai salah satu bentuk dari hormon estrogen, estradiol juga berperan penting untuk kesehatan tulang dan sendi pada wanita.
Sebenarnya, pria juga memiliki estradiol dalam tubuh, namun dengan kadar yang lebih rendah jika dibandingkan dengan wanita. Pada pria, hormon ini diproduksi oleh testis dan kelenjar adrena. Hormon ini berperan dalam memodulasi libido, fungsi ereksi, dan spermatogenesis (proses pembentukan sperma di dalam testis). Hormon ini juga menjaga kesehatan tulang dan mendukung fungsi kognitif otak.
Tujuan Tes Estradiol
Umumnya, tujuan utama tes estradiol adalah untuk mengevaluasi karakteristik seks wanita maupun pria. Pasalnya, kadar hormon estradiol yang lebih tinggi dari normal bisa mengindikasikan bahwa masa puber terjadi lebih awal dari biasanya. Kondisi ini dikenal sebagai precocious puberty (pubertas dini).
Di sisi lain, kadar hormon estradiol yang lebih rendah bisa menandakan pubertas yang terlambat. Tes ini juga dapat membantu dokter mengetahui apakah ada masalah pada kelenjar adrenal, serta menentukan pilihan pengobatan untuk hipopituitarisme (penurunan fungsi kelenjar pituitari).
Dokter biasanya merekomendasikan tes estradiol untuk memeriksa beberapa kondisi berikut:
-
Menilai perkembangan karakteristik tubuh pria atau wanita.
-
Periode menstruasi yang tidak normal.
-
Perdarahan abnormal pada vagina.
-
Infertilitas atau ketidaksuburan pada wanita.
-
Periode menstruasi berhenti, untuk melihat apakah wanita sudah memasuki masa menopause atau dalam masa transisi.
-
Keberhasilan terapi hormon.
Tujuan lain dari tes estradiol adalah melihat seberapa baik fungsi ovarium. Oleh sebab itu, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan ini untuk pasien yang memiliki gejala tumor ovarium. Dokter biasanya juga melakukan tes ini untuk wanita yang sedang menjalani perawatan infertilitas. Tes estradiol tidak digunakan sendiri untuk menegakkan diagnosis, namun membantu dokter untuk memutuskan apakah pengujian lebih lanjut diperlukan.
Prosedur Tes Estradiol
Pasien yang akan menjalani tes estradiol tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, bila sedang mengonsumsi obat apa pun, termasuk obat KB atau dalam masa terapi hormon, pasien harus memberitahukan kepada dokter sebelum melakukan tes. Pasalnya, obat-obatan dapat memengaruhi hasil tes estradiol.
Sama seperti tes darah pada umumnya, tes estradiol dilakukan dengan mengambil sampel darah menggunakan jarum suntik dari pembuluh darah di lengan. Kemudian, sampel darah tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Setelahnya, pasien diperbolehkan untuk pulang di hari yang sama. Hasil tes bisa keluar di hari yang sama atau beberapa hari setelah tes dilakukan.
Hasil Tes Estradiol
Hasil tes estradiol bisa bervariasi pada setiap orang. Banyak faktor yang dapat memengaruhinya, termasuk usia, jenis kelamin, dan riwayat kesehatan. Menurut Mayo Clinic Laboratories, rentang kadar hormon estradiol normal pada wanita dewasa adalah 15–350 pg/mL (premenopause) dan kurang dari 10 pg/mL (postmenopause). Sedangkan, pada pria dewasa adalah 10–40 pg/mL.
Kadar hormon estradiol yang tinggi dapat mengindikasikan beberapa kondisi medis, seperti:
-
Kerusakan hati, seperti sirosis.
-
Ginekomastia (pembesaran payudara pada pria).
-
Tumor di ovarium, testis, atau kelenjar adrenal.
Sementara itu, kadar hormon estradiol yang rendah dapat menandakan salah satu dari kondisi berikut ini:
-
Kegagalan ovarium.
-
Kadar hormon estrogen yang rendah akibat penurunan berat badan yang cepat.
-
Kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis yang rendah, seperti thyroid stimulating hormone (TSH), follicle stimulating hormone (FSH), dan lain-lain.
-
PCOS atau sindrom ovarium polikistik.
-
Infertilitas pada wanita.
-
Hipogonadisme (ovarium atau testis tidak menghasilkan hormon yang cukup).
Risiko Efek Samping Tes Estradiol
Tes estradiol adalah prosedur yang aman dan risiko efek sampingnya sangat rendah. Kalau pun ada, beberapa efek samping tes estradiol adalah sebagai berikut:
-
Peradarahann.
-
Pusing.
-
Hematoma (penumpukan darah di bawah kulit).
-
Infeksi di tempat suntikan.
-
Memar dan nyeri di tempat suntikan.
Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter.
Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Medical News Today. What is an estradiol test and why is it used?. Diakses pada 2024 | UCSF Health. Estradiol blood test. Diakses pada 2024 | Healthline. Estradiol Test. Diakses pada 2024 | EverlyWell. What Causes High Estradiol Levels in Males?. Diakses pada 2024 | MedlinePlus. Article on Medical Imaging. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






