Mengenal Urea Breath Test, Pemeriksaan untuk Tukak Lambung
Kesehatan Tubuh

Mengenal Urea Breath Test, Pemeriksaan untuk Tukak Lambung

22 Mei 2025 3 menit waktu baca
urea breath test

Sebelumnya, tukak lambung dapat didiagnosis melalui pemeriksaan endoskopi. Kini, muncul inovasi terbaru yang lebih tidak invasif untuk mendiagnosis tukak lambung, yaitu urea breath test. Prosedur ini dapat dilakukan oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak berusia di atas 6 tahun hingga orang dewasa. Mari pahami lebih jauh tentang urea breath test melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Urea Breath Test?

 

Urea breath test (UBT) atau tes napas urea  adalah pemeriksaan terkini untuk mendiagnosis tukak lambung (peptic ulcer) yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori (H. pylori). Urea breath test dapat membantu dokter mendiagnosis tukak lambung tanpa menimbulkan rasa sakit maupun komplikasi lainnya, sehingga pasien pun bisa merasa lebih nyaman.

 

Tujuan Urea Breath Test

 

Seperti yang sudah dijelaskan, tujuan utama urea breath test adalah mendiagnosis tukak lambung dengan mendeteksi adanya bakteri Helicobacter pylori. Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk memantau efektivitas pengobatan dan memastikan bahwa infeksi telah teratasi.

 

Adapun faktor yang biasanya membuat seseorang memiliki risiko terinfeksi bakteri H. pylori sehingga perlu melakukan uji napas urea adalah tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan padat penduduk, serta minum air yang tidak dimasak secara matang.

 

Di samping itu, uji napas urea juga bisa dilakukan untuk mendeteksi infeksi bakteri H. pylori pada pasien yang dicurigai mengidap gastritis (peradangan pada dinding lambung). Adapun beberapa gejala yang mengarah pada gastritis adalah nyeri perut, mual, muntah, perut kembung, demam, nafsu makan hilang, berat badan menurun, serta perubahan warna feses menjadi hitam atau disertai darah.

Persiapan sebelum Urea Breath Test

 

Sebelum melakukan tes, dokter biasanya akan mengonfirmasi riwayat kesehatan pasien, termasuk obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter mungkin akan meminta pasien untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan nantinya.

 

Pasien harus menghentikan minum antibiotik setidaknya selama empat minggu dan obat lambung seperti golongan proton pump inhbitior (PPI) dan sukralfat setidaknya selama dua minggu sebelum pemeriksaan. Di samping itu, dokter juga meminta pasien untuk menghindari makan dan minum selama 3–4 jam sebelum melakukan pemeriksaan.

 

Prosedur Urea Breath Test

 

Ketika pemeriksaan dimulai, pasien akan terlebih dahulu diminta untuk menelan kapsul yang mengandung urea dengan secangkir air. Dalam 3 menit kemudian, pasien diminta untuk minum air lagi sebanyak satu gelas kecil. Lalu, setelah lewat 7 menit, pasien akan diarahkan untuk meniup balon.

 

Sebagai informasi, bakteri H. pylori dapat memproduksi enzim urease yang bisa memecah urea menjadi amonia dan karbon dioksida. Ketika tubuh menyerap karbon, maka zat karbon akan dilepaskan saat pasien mengembuskan napas. Udara yang dikeluarkan oleh pasien itulah yang akan diukur kadar karbon dioksidanya. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan kadar karbon dioksida yang menandakan adanya bakteri H. pylori di dalam lambung pasien. 

 

Setelah Prosedur Urea Breath Test

 

Sampel udara yang yang telah diambil sebelumnya akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Umumnya, tidak ada pantangan khusus setelah pemeriksaan. Pasien diperbolehkan makan dan minum seperti biasa, kecuali bila dokter meminta pasien melakukan pemeriksaan lain. Hasil pemeriksaan dapat diketahui pada hari yang sama. Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan dan tata laksana atau pengobatan selanjutnya.



Efek Samping Urea Breath Test

 

Urea breath test adalah pemeriksaan yang aman dan cenderung tidak menimbulkan efek samping apa pun. Pada beberapa kasus, pasien mungkin merasakan efek samping dari obat yang digunakan untuk mendeteksi bakteri, misalnya gangguan pada indra perasa, mual, muntah, nyeri perut, kelelahan, dan perubahan pada indra penciuman. Namun, hal ini cukup jarang terjadi.

 

Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada gangguan pencernaan, seperti tukak lambung, segera konsultasikan dengan dokter agar bisa melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat. Dalam hal ini, Anda bisa menemui Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals.

 

Jika direkomendasikan oleh dokter, Anda juga dapat memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap yang berguna untuk mendeteksi adanya risiko penyakit dalam sistem pencernaan yang menjadi penyebab munculnya gejala seperti sakit perut. Pemesanan bisa dilakukan secara mudah dan cepat melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail