Kesehatan Tubuh
9 Penyebab Mual setelah Makan, Begini Cara Mengatasinya

Table of Contents
Munculnya rasa mual setelah makan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kehamilan, kebiasaan yang kurang sehat, hingga sebagai salah satu gejala penyakit tertentu, seperti GERD. Oleh karena itu, kondisi ini tak boleh diabaikan begitu saja. Mari simak sejumlah penyebab mual setelah makan beserta cara mengatasi dan mencegahnya melalui artikel berikut.
Penyebab Mual setelah Makan
Mual setelah makan merupakan kondisi yang cukup umum terjadi, terutama usai mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak yang memicu rasa kenyang berlebih. Kondisi ini perlu diwaspadai apabila terjadi beberapa kali setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah kecil yang disertai dengan gejala lainnya, seperti muntah dan nyeri perut. Berikut adalah beberapa kondisi medis yang dapat mendasari rasa mual setelah makan.
1. Alergi Makanan
Penyebab perut terasa mual setelah makan yang pertama adalah alergi makanan. Beberapa orang mungkin memiliki alergi tertentu terhadap makanan. Jika tidak sengaja mengonsumsi makanan tersebut, penderita dapat mengalami mual yang disertai dengan gejala alergi lainnya, seperti gatal, ruam, dan bentol di kulit, serta pembengkakan pada mata atau bibir.
2. GERD
Salah satu penyakit yang dapat ditandai dengan mual setelah makan adalah GERD (gastroesophageal reflux disease). Selain mual, kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala lainnya, seperti nyeri di ulu hati, nyeri perut, muntah, dan rasa perih atau sensasi terbakar di dada (heartburn). GERD adalah suatu kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan) dan dapat menyebabkan iritasi pada mulut dan kerongkongan.
3. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah kondisi ketika terdapat luka di lapisan dinding lambung. Kondisi ini juga dapat menjadi salah satu penyebab mual setelah makan. Gangguan lambung ini umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan pedas atau asam, infeksi bakteri, efek samping obat-obatan, stres, dan konsumsi alkohol secara berlebihan.
4. Flu Perut
Flu perut disebabkan oleh infeksi virus, umumnya Norovirus. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala berupa mual setelah makan, muntah, serta diare. Gejala biasanya baru muncul dalam 12–48 jam setelah seseorang terpapar virus dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Karena disebabkan oleh infeksi virus, kondisi ini dapat dengan mudah menular.
Penularan flu perut dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus. Selain itu, seseorang yang sudah pulih dari infeksi virus ini masih bisa menularkan virusnya hingga 2 minggu setelah dirinya pulih. Bahkan, seseorang yang terpapar virus dan tidak menunjukkan gejala apa pun tetap bisa menularkan virus tersebut ke orang lain.
5. Kehamilan
Mual setelah makan adalah salah satu gejala umum dari kehamilan. Kondisi yang dikenal dengan sebutan morning sickness ini terjadi akibat perubahan kadar hormon selama hamil. Bahkan, menghirup aroma tertentu sudah bisa menyebabkan ibu hamil mual meski ia tidak mengonsumsinya.
Mual atau morning sickness yang terjadi selama masa kehamilan umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya, baik bagi ibu maupun janin. Namun, bila hal ini terjadi cukup ekstrem hingga memengaruhi kesehatan ibu, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter spesialis kandungan.
6. Kebiasaan Kurang Sehat
Kebiasaan kurang sehat, seperti merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan, dapat merusak lambung sehingga membuat seseorang mudah mual, termasuk setelah makan. Selain mual, kondisi ini biasanya juga disertai dengan beberapa gejala lain, seperti nyeri ulu hati, nyeri perut, muntah-muntah, dan kehilangan nafsu makan.
7. Keracunan Makanan
Perut terasa mual setelah makan dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan beracun (terkontaminasi zat beracun atau kuman). Gejala mual pada seseorang yang keracunan makanan biasanya muncul 2–8 jam setelah ia mengonsumsi makanan tersebut. Adapun beberapa gejala yang menyertai selain mual adalah diare, sakit perut, muntah-muntah, perut kembung, dan lemas.
8. Cemas dan Stres
Tidak hanya kondisi fisik saja, penyebab mual setelah makan juga dapat dipicu oleh masalah mental, seperti kecemasan dan stres berlebih. Anxiety and Depression Association of America menyebutkan bahwa gangguan pencernaan merupakan salah satu gejala dari gangguan kecemasan umum.
Sebagai informasi, saluran pencernaan dan otak dihubungkan oleh saraf, hal ini dikenal sebagai gut-brain connection (hubungan usus-otak). Ketika seseorang sedang mengalami stres, otak akan memerintahkan untuk melepaskan hormon dan bahan kimia ke dalam tubuh.
Seiring dengan berjalannya waktu, hormon serta bahan kimia tersebut akan masuk ke dalam saluran pencernaan dan memberikan efek inflamasi negatif pada mikrobioma usus. Inilah yang menyebabkan seseorang mungkin merasa mual saat cemas dan stres.
9. Perawatan Kanker
Mual setelah makan juga bisa menjadi salah satu efek samping kemoterapi. Peluang munculnya gejala mual setelah makan akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah sesi kemoterapi yang telah dijalani. Seseorang yang berusia di bawah 50 tahun dan berjenis kelamin wanita diketahui memiliki risiko mual yang lebih tinggi akibat obat kemoterapi.
Cara Mengatasi Mual setelah Makan
Cara mengatasi mual setelah makan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya, seperti:
-
Jika disebabkan oleh penyakit tertentu, dokter akan memberikan obat-obatan atau perawatan untuk mengatasi penyakit yang mendasari kondisi tersebut.
-
Jika disebabkan oleh kehamilan, dokter mungkin akan memberikan saran perubahan gaya hidup guna mengurangi gejala tersebut.
-
Jika dipicu oleh rasa cemas dan stres, penderita disarankan untuk melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, dan melakukan konseling.
Cara Mencegah Mual setelah Makan
Mencegah munculnya rasa mual setelah makan bisa dilakukan dengan sejumlah upaya, antara lain:
-
Makan secara perlahan dan dalam porsi yang cukup (tidak berlebihan).
-
Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak setelah makan, hindari melakukan aktivitas secara langsung atau berkendara.
-
Hindari kebiasaan berbaring atau tidur setelah makan.
-
Hindari kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan, merokok, serta makanan atau minuman yang dapat memicu kenaikan asam lambung.
Rasa mual yang tidak disebabkan oleh kondisi medis serius umumnya dapat hilang dengan sendirinya dan hanya terjadi di waktu-waktu tertentu. Apabila kondisi ini kerap Anda alami bahkan disertai gejala lainnya, seperti muntah dan nyeri pada perut, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Sistem Pencernaan yang dapat dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Sistem Pencernaan Basic
Skrining Lite
6 Service/Item
Rp1.250.000
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
FIT & Healthy 3
8 Service/Item
Rp949.000
Fit & Healthy 1
3 Service/Item
Rp449.000
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000







