Jenis Obat Cacing untuk Anak dan Waktu Tepat Mengonsumsinya
Kesehatan Tubuh

Jenis Obat Cacing untuk Anak dan Waktu Tepat Mengonsumsinya

30 Mei 2025 4 menit waktu baca
obat cacing untuk anak

Infeksi cacing adalah masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak-anak. Kondisi ini dapat membuat anak mengalami gangguan pencernaan, nafsu makan menurun, serta berat badan sulit bertambah, sehingga kerap mengganggu pertumbuhannya. Guna menangani kondisi tersebut, terdapat beberapa jenis obat cacing untuk anak yang bisa digunakan. Mari kenali jenis-jenis obatnya dalam artikel berikut ini.

Jenis-Jenis Obat Cacing untuk Anak

Terdapat beberapa jenis cacing yang kerap menginfeksi tubuh anak-anak, di antaranya adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing kremi, dan cacing tambang/hookworm (seperti Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Cacing tersebut hidup di tanah dan dapat menular ke manusia melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi maupun infeksi langsung saat cacing masuk melalui kulit.

 

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, infeksi cacing atau cacingan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti perdarahan organ dalam yang bisa mengakibatkan anemia, gangguan penyerapan nutrisi, diare, hingga penyumbatan usus. Agar terhindar risiko tersebut, penting untuk segera menangani infeksi cacing dengan tepat. Dalam hal ini, ada beberapa jenis obat cacing untuk anak yang bisa digunakan, di antaranya:

1. Albendazole

Albendazole adalah jenis obat cacing (anthelmintics) untuk anak yang bekerja dengan cara mencegah cacing menyerap gula (glukosa) di dalam tubuh. Selain itu, Albendazole juga bekerja secara selektif dalam menghampat pergerakan dan pembelahan sel pada cacing. Akibatnya, parasit tersebut akan kehilangan energi dan mati.

 

Albendazole dapat digunakan untuk menangani infeksi cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, cacing cambuk, dan lain-lain. Obat ini dapat diminum secara oral yang tersedia dalam bentuk suspensi dan tablet kunyah. Beberapa risiko efek samping konsumsi albendazole yang perlu diperhatikan, di antaranya:

 

  • Sakit perut.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Diare

  • Sakit kepala.

2. Mebendazole

Jenis obat cacing untuk anak selanjutnya adalah mebendazole. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau obat sirup. Mebendazole dapat digunakan untuk menangani ascariasis (infeksi cacing gelang), infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis), infeksi cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing guinea. Obat cacing yang satu ini memiliki mekanisme kerja yang sama dengan albendazole.

 

Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan tablet kunyah. Mebendazole dapat diberikan dalam dosis tunggal (satu kali minum) atau dua kali sehari selama 3 hari berturut-turut, tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi tubuh si kecil. Untuk mengetahui dosis mebendazole yang tepat bagi si kecil, orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

 

Secara umum, obat ini dapat diberikan pada anak-anak berusia di atas 2 tahun. Bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun bisa mengonsumsi mebendazole apabila diresepkan oleh dokter. Adapun beberapa risiko efek samping mebendazole, yaitu:

 

  • Sakit perut.

  • Diare.

  • Mual.

  • Muntah.

3. Pyrantel Pamoate

Pyrantel pamoate atau pyrantel adalah jenis obat cacing yang efektif untuk mengobati infeksi cacing gelang, cacing tambang, dan cacing kremi. Obat ini bekerja dengan cara melumpuhkan parasit cacing di dalam tubuh. Kemudian, cacing yang telah mati tersebut akan dikeluarkan melalui feses.

 

Obat ini tersedia dalam bentuk suspensidan tablet. Obat ini dapat digunakan pada anak-anak berusia di atas 2 tahun. Meski cenderung jarang terjadi, konsumsi pyrantel dapat menimbulkan beberapa risiko efek samping, seperti:

 

  • Sakit perut.

  • Diare.

  • Pusing.

  • Nyeri kepala.

  • Mual dan muntah.

Kapan Anak Perlu Minum Obat Cacing?

Selain untuk mengobati infeksi cacing, konsumsi obat cacing juga bisa membantu mencegah risiko terjadinya infeksi parasit tersebut. WHO merekomendasikan anak-anak berusia 1–12 tahun untuk mengonsumsi obat cacing, terutama albendazole atau mebendazole, dengan dosis tunggal sebanyak satu kali dalam satu tahun Sementara itu, anak berusia di bawah 2 tahun dapat mengonsumsi setengah dosis albendazole untuk mencegah risiko infeksi cacing.

 

Utamanya, anjuran ini diperuntukkan bagi anak-anak yang tinggal di daerah yang memiliki tingkat prevalensi (jumlah kasus suatu penyakit dalam satu populasi selama periode waktu tertentu) infeksi yang ditularkan melalui tanah lebih dari sama dengan 20% namun kurang dari 50% di kalangan anak-anak. Apabila prevalensi dasar lebih dari sama dengan 50%, pemberian obat cacing dapat dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu tahun atau setiap 6 bulan.

 

Itu dia penjelasan seputar berbagai jenis obat cacing untuk anak dan waktu tepat mengonsumsinya yang perlu dipahami oleh orang tua. Namun, perlu diingat bahwa obat tersebut harus digunakan sesuai dengan anjuran dokter untuk menghindari risiko berbagai efek samping yang bisa mengganggu kesehatan si kecil.

 

Apabila si kecil menunjukkan gejala yang dicurigai sebagai tanda infeksi cacing, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang akurat dan saran perawatan yang tepat.

 

Sebagai informasi, prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda-beda, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan merencanakan seluruh prosedur medis tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Untuk memudahkan Anda, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menemukan informasi jadwal praktik, booking, hingga membuat janji temu dengan dokter pilihan. Lewat aplikasi ini, Anda juga bisa memesan paket kesehatan hingga antre secara online. Dengan begitu, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.

Sumber

Ayu Health. The Best Deworming Medicine for Kids: A Friendly Guide. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Pyrantel (Oral Route). Diakses pada 2024 | Medicines for Children. Mebendazole for Worm Infections. Diakses pada 2024 | NHS. Who Can and Cannot Take Mebendazole. Diakses pada 2024 | Pharmaceutics. Acceptability of Mebendazole Chewable Tablet in Children Aged 2 to 4 Years in Peru. Diakses pada 2024 | Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017. Penanggulangan Cacingan. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail