Kesehatan Tubuh
Pantangan setelah Operasi Tulang Belakang yang Perlu Dihindari

Table of Contents
Operasi tulang belakang adalah salah satu prosedur medis yang dapat dilakukan untuk menangani berbagai kelainan pada tulang belakang, seperti skoliosis, kifosis, dan lordosis. Jika baru menjalani prosedur ini, penting untuk mengetahui sejumlah pantangan setelah operasi tulang belakang yang perlu dihindari agar bisa pulih lebih cepat. Lantas, apa saja pantangannya? Untuk mengetahuinya, mari simak artikel berikut ini hingga tuntas.
Pantangan setelah Operasi Tulang Belakang
Tulang belakang adalah tulang pada tubuh manusia yang berfungsi untuk menopang tubuh, melindungi sumsum tulang belakang, mempertahankan postur tubuh, serta mendukung gerak tubuh. Karena memiliki peran besar pada tubuh, sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang sebaik mungkin.
Namun, beberapa individu mungkin mengalami kelainan tulang belakang yang bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengatasi hal tersebut, dokter mungkin akan melakukan berbagai prosedur medis, salah satunya adalah operasi tulang belakang.
Setelah menjalani operasi tulang belakang, pasien perlu memperhatikan dan menghindari beberapa pantangan agar tidak mengganggu proses pemulihannya. Adapun beberapa pantangan setelah operasi tulang belakang tersebut, di antaranya:
1. Beraktivitas secara Berlebihan
Pantangan setelah operasi tulang belakang yang pertama adalah beraktivitas secara berlebihan, terutama pada minggu-minggu pertama pascaoperasi. Pasalnya, tubuh masih membutuhkan waktu untuk pulih setelah menjalani prosedur pembedahan besar seperti operasi tulang belakang.
Selain itu, pasien yang baru menjalani operasi tulang belakang juga disarankan untuk tidak mengemudi terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu guna mengoptimalkan proses penyembuhan.
2. Terlalu Sering Berbaring
Meski disarankan untuk tidak beraktivitas secara berlebihan, pasien yang baru menjalani operasi tulang belakang juga perlu menghindari terlalu sering berbaring. Sebab, hal ini bisa membuat tubuh menjadi kaku dan lemah. Selain itu, terlalu sering berbaring juga meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah dan ulkus dekubitus (luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama). Cobalah untuk bergerak dengan melakukan aktivitas fisik ringan guna merangsang otot-otot pendukung tulang belakang.
3. Tidak Mengonsumsi Makanan Sehat Bergizi Seimbang
Pasien yang baru menjalani operasi tulang belakang mungkin juga akan mengalami penurunan nafsu makan karena merasa tidak nyaman dengan kondisinya. Padahal, mengonsumsi makanan sehat, terutama dengan gizi seimbang bisa membantu mengoptimalkan proses pemulihan tubuh pascaoperasi tulang belakang. Pastikan juga untuk memenuhi asupan protein harian yang memiliki peran penting dalam memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan.
4. Mengangkat Beban Berat
Pantangan setelah operasi tulang belakang selanjutnya adalah mengangkat beban berat. Pasalnya, selama masa pemulihan, tulang belakang masih belum siap untuk menahan tekanan dan beban berat. Jika dipaksa, hal tersebut justru berisiko menyebabkan nyeri punggung kronis hingga kerusakan permanen pada jaringan di sekitar tulang belakang.
5. Merokok
Merokok juga menjadi salah satu pantangan setelah operasi tulang belakang yang perlu dihindari karena bisa menghambat proses pemulihan. Selain itu, gaya hidup tidak sehat ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada luka bekas operasi.
6. Melewatkan Jadwal Minum Obat yang Diresepkan Dokter
Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi setelah menjalani operasi tulang belakang. Antibiotik perlu dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter. Jika tidak, hal tersebut berisiko menimbulkan resistensi antibiotik yang bisa memengaruhi kesehatan tubuh.
Karena itulah, melewatkan jadwal minum obat yang diresepkan dokter termasuk sebagai pantangan setelah operasi tulang belakang yang perlu dihindari.
7. Terlalu Bergantung pada Obat-obatan
Selain antibiotik, dokter mungkin juga akan meresepkan obat analgesik untuk membantu meredakan rasa nyeri setelah menjalani operasi tulang belakang. Namun, hindari terlalu mengandalkan obat analgesik untuk meringankan rasa nyeri. Sebab, obat tersebut berpotensi menyebabkan kecanduan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.
Perawatan setelah Operasi Tulang Belakang
Di samping menghindari pantangannya, pasien yang baru menjalani operasi tulang belakang juga perlu memperhatikan langkah-langkah perawatannya dengan tepat guna mengoptimalkan penyembuhan dan meningkatkan kondisi tulang belakang. Adapun beberapa perawatan yang perlu dilakukan setelah menjalani operasi tulang belakang adalah:
A. Memperhatikan Tanda-Tanda Infeksi
Peradangan dan pembengkakan merupakan hal yang kerap terjadi setelah pasien menjalani operasi tulang belakang. Namun, penting untuk memperhatikan apakah peradangan juga disertai gejala lain yang terkait dengan infeksi, seperti kemerahan, bengkak, keluarnya nanah dari luka bekas operasi, demam, nyeri berkelanjutan, sesak napas, dan sebagainya. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
B. Menjalani Fisioterapi
Fisioterapi adalah terapi yang dapat dilakukan guna mengoptimalkan proses pemulihan pascaoperasi tulang belakang. Pasalnya, terapi ini bisa membantu mengembalikan fungsi normal tubuh, memperkuat otot, mengurangi kekakuan pada sendi dan otot, mengembalikan range of motion (pergerakan maksimum sendi), serta meminimalkan rasa nyeri.
C. Tetap Melakukan Aktivitas Fisik Ringan
Rutin melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki dan peregangan tubuh, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh sehingga bisa mengoptimalkan pemulihan pascaoperasi. Selain itu, melakukan aktivitas fisik ringan juga bisa membantu meredakan rasa nyeri akibat otot di sekitar tulang belakang yang menegang.
D. Memvariasikan Pilihan Manajemen Nyeri
Selain dengan mengonsumsi obat pereda nyeri (analgesik), sangat penting untuk memvariasikan metode dalam manajemen nyeri. Dalam hal ini, terdapat beberapa pilihan manajemen nyeri yang bisa dilakukan oleh pasien, di antaranya sebagai berikut:
-
Mindfulness meditation untuk mengubah perspektif pasien mengenai rasa sakit.
-
Kompres hangat dan dingin secara bergantian. Saat sedang merasa sangat sakit, letakkan kompres dingin selama maksimal 20 menit, setiap 4 jam. Jika sudah tidak merasa sakit, gunakan kompres hangat untuk merelaksasikan otot.
-
Terapi pijat (massage therapy).
E. Mengendalikan Kadar Gula Darah dalam Tubuh
Bagi penderita diabetes, mengendalikan kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh merupakan hal yang penting untuk dilakukan selama dalam masa perawatan pascaoperasi tulang belakang. Sebab, tingginya kadar gula darah di dalam tubuh bisa mengganggu proses penyembuhan luka bekas operasi. Risiko infeksi dan komplikasi lainnya pun juga bisa meningkat.
Rutin mengonsumsi obat, memeriksa kadar gula darah sewaktu, serta rutin kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam terkait kondisi diabetes yang dialami oleh pasien sangatlah direkomendasikan.
Itu dia sejumlah pantangan setelah operasi tulang belakang beserta perawatannya yang penting untuk dipahami. Di samping itu, jika membutuhkan perawatan yang tepat setelah menjalani operasi tulang belakang, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) dari Siloam Hospitals.
Guna mengoptimalkan proses pemulihan pascaoperasi tulang belakang, Siloam Hospitals juga menyediakan paket Fisioterapi dari layanan Siloam at Home yang memungkinkan Anda untuk memperoleh terapi fisik dari fisioterapis berpengalaman di rumah. Pemesanan paket tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis pada smartphone.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







