Patah Tulang Tertutup, Fraktur Tanpa Robekan pada Kulit
Kesehatan Tubuh

Patah Tulang Tertutup, Fraktur Tanpa Robekan pada Kulit

12 Agustus 2025 5 menit waktu baca
patah tulang tertutup

 

Patah tulang tertutup adalah kondisi ketika tulang mengalami retak atau patah namun tidak menembus kulit atau tanpa adanya robekan pada kulit di sekitarnya. Cedera ini sering terjadi akibat benturan keras, kecelakaan, atau tekanan berlebih pada tulang.

 

Meski tampak lebih ringan dibandingkan patah tulang terbuka, jenis cedera ini tetap memerlukan penanganan medis yang tepat untuk mencegah komplikasi. Simak ulasan selengkapnya mengenai patah tulang tertutup di bawah ini.

 

Apa Itu Patah Tulang Tertutup?

 

Patah tulang tertutup (closed fracture) adalah jenis patah tulang (fraktur) yang tidak menembus kulit atau menyebabkan robekan pada kulit. Pada patah tulang tertutup, kondisi kulit masih tetap utuh. Meski tidak berisiko tinggi menyebabkan infeksi seperti pada patah tulang terbuka, kondisi ini umumnya tetap memerlukan tindakan operasi untuk membersihkan luka dan area yang patah.

 

Lantas, apa perbedaan patah tulang tertutup dan terbuka? Fraktur terbuka (open fracture) adalah jenis fraktur yang disertai dengan luka terbuka pada kulit. Luka dapat meluas hingga ke tulang dan patahan tulang dapat menembus kulit. Fraktur terbuka bersifat lebih serius karena karena bakteri dapat masuk ke dalam luka dan menyebabkan infeksi pada tulang.

 

Jenis Patah Tulang Tertutup

 

Patah tulang tertutup (closed fracture) bisa terjadi dalam beberapa jenis atau bentuk patahan. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Stable fracture: Posisi fragmen patahan tulang tidak bergeser jauh dari posisi anatomis normalnya.

  • Transverse fracture: Patah tulang membentuk garis lurus secara horizontal, biasanya disebabkan oleh benturan langsung dan tajam.

  • Oblique fracture: Garis patahan tulang berbentuk miring atau diagonal, biasanya terjadi akibat adanya tekanan dari sudut tertentu. Kondisi ini dapat menyebabkan stabilitas tulang berkurang sehingga diperlukan fiksasi untuk menyatukannya. 

  • Comminuted fracture: Tulang terpecah menjadi beberapa bagian kecil. Jenis patah tulang ini tergolong lebih kompleks dan berat.

 

Penyebab Patah Tulang Tertutup

 

Beberapa penyebab utama patah tulang tertutup adalah sebagai berikut:

 

  • Trauma: Penyebab paling umum dari patah tulang tertutup adalah cedera langsung atau benturan keras seperti terjatuh, kecelakaan lalu lintas, dan cedera saat berolahraga. Trauma dapat menyebabkan tekanan atau gaya yang cukup besar sehingga membuat tulang patah.

  • Penggunaan berlebihan: Hal ini bisa dipicu oleh aktivitas berulang-ulang pada tulang tanpa waktu yang cukup untuk pemulihan. Kondisi ini dikenal dengan istilah stress fracture. Misalnya, pelari jarak jauh bisa mengalami retakan pada tulang kaki meski tanpa benturan besar.

  • Osteoporosis: Penderita osteoporosis berisiko untuk mengalami fragility fracture, yaitu patah tulang akibat benturan ringan yang biasanya tidak akan menyebabkan cedera pada tulang yang sehat.

  • Pathologic fracture: Patah tulang juga bisa terjadi akibat penyakit yang melemahkan tulang, seperti kanker tulang, tumor, atau penyakit metabolik lainnya. Jenis patah tulang ini disebut juga dengan pathologic fracture karena tidak disebabkan trauma langsung, melainkan karena struktur tulang yang melemah.

 

Gejala Patah Tulang Tertutup

 

Jika mengalami patah tulang tertutup, beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain:

 

  • Pembengkakan (swelling): Area sekitar cedera tampak membesar karena penumpukan cairan atau peradangan.

  • Nyeri (pain): Rasa sakit yang tajam atau terus-menerus di sekitar lokasi patah.

  • Memar (bruising): Perubahan warna kulit akibat perdarahan di bawah kulit.

  • Deformitas (deformity): Bentuk tulang atau anggota tubuh tampak tidak normal, bengkok, atau menonjol.

  • Tidak bisa digerakkan (lack of movement): Sulit atau tidak mampu menggerakkan bagian tubuh yang cedera.

 

Nyeri sering kali terasa di sekitar area tulang yang patah dan kemampuan untuk menggerakkan bagian tubuh tersebut akan terganggu. Dalam kasus yang lebih jelas, bagian yang mengalami cedera bisa terlihat miring atau keluar dari posisi normal.

 

Diagnosis Patah Tulang Tertutup

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada bagian tulang yang mengalami cedera. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

 

 

Apabila dokter mencurigai adanya kerusakan pembuluh darah atau saraf maupun infeksi, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti:

 

 

Pengobatan Patah Tulang Tertutup

 

Penanganan patah tulang, termasuk patah tulang tertutup (closed fracture) bergantung pada berbagai faktor, seperti usia pasien, preferensi pasien, dan pertimbangan dari dokter bedah. Patah tulang tertutup tidak selalu memerlukan operasi. 

 

Menurut jurnal berjudul Closed Fracture Treatment in Adults, When is it Still Relevant? (2022), dokter dapat mempertimbangkan pengobatan tanpa operasi sebagai pilihan utama untuk patah tulang tertutup, terutama bagi pasien yang memiliki risiko tinggi terhadap tindakan bedah. 

 

Berikut masing-masing pengobatan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter:

 

  • Imobilisasi tanpa gips: Tidak semua kasus patah tulang memerlukan gips atau operasi. Jika patah tulang bersifat stabil dan tidak berat, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan sepatu penyangga, penyangga lengan, atau taping (jari patah ditempel ke jari di sebelahnya untuk stabilisasi).

  • Imobilisasi dengan gips: Gips membantu menjaga stabilitas dan melindungi tulang selama proses penyembuhan. Penanganan ini digunakan saat tulang perlu ditahan dalam posisi tertentu selama beberapa minggu agar bisa sembuh dengan baik.

  • Gips fungsional: Jenis gips khusus yang menahan bagian tulang yang patah, namun tetap memungkinkan pergerakan sendi di sekitarnya.

  • Fiksasi internal: Prosedur bedah untuk menyatukan kembali tulang yang patah.

 

Demikian penjelasan mengenai patah tulang tertutup yang perlu Anda ketahui. Perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis. Oleh sebab itu, bila Anda ingin berkonsultasi mengenai pengobatan maupun perawatan pascapatah tulang  tertutup, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Tulang (Ortopedi) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Spartan Medical Research Journal. Closed Fracture Treatment in Adults, When is it Still Relevant?. Diakses pada 2025 | Verywell Health. How to Recognize and Treat a Closed Fracture. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Bone Fractures. Diakses pada 2025 | Orthoinfo AAOS. Toe and Forefoot Fractures. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail