Menggunakan Gula dan Garam untuk MPASI Bayi, Bolehkah?
Ibu dan Anak

Menggunakan Gula dan Garam untuk MPASI Bayi, Bolehkah?

23 Oktober 2025 3 menit waktu baca
bolehkah menggunakan gula dan garam untuk mpasi

Saat si kecil sudah memasuki usia 6 bulan, orang tua dapat mulai memberikan MPASI (makanan pendamping ASI) untuk mengenalkan berbagai tekstur dan cita rasa makanan. Namun, pemberian MPASI untuk bayi juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Bahkan, orang tua juga perlu memperhatikan penggunaan berbagai bahan tambahan makanan, seperti gula dan garam untuk MPASI si kecil.

 

Mari simak ulasan lengkap mengenai penggunaan gula dan garam untuk MPASI bayi melalui artikel di bawah ini.

 

Bolehkah Menambahkan Gula dan Garam untuk MPASI?

 

Makanan pendamping ASI atau MPASI adalah jenis makanan yang diberikan untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi bayi berusia di atas 6 bulan setelah mendapatkan ASI eksklusifWorld Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk meningkatkan variasi menu serta mengenalkan berbagai tekstur MPASI kepada bayi secara bertahap untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi dan kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan makanan. Namun, bagaimana dengan cita rasa MPASI? Bolehkah menambahkan garam untuk MPASI?

 

Berbeda dengan tekstur MPASI yang perlu divariasikan seiring dengan pertambahan usia bayi, penggunaan garam untuk menambah cita rasa MPASI tidak disarankan apabila si kecil masih berusia di bawah 12 bulan. Pasalnya, organ ginjal bayi masih belum berkembang dengan sempurna untuk mencerna dan mengolah garam layaknya orang dewasa.

 

Selain itu, langit-langit mulut bayi juga masih belum berkembang dengan sempurna yang membuat ia cenderung belum memiliki preferensi terhadap berbagai cita rasa, termasuk rasa asin. Jika ingin menambahkan garam pada menu MPASI, sebaiknya berikan dalam jumlah sedikit saja untuk membantu mengenalkan cita rasa yang berbeda. Lalu, jika si kecil telah berusia 1–3 tahun, orang tua dapat menambahkan garam pada MPASI sebanyak ¼ sendok teh.

 

Di sisi lain, penggunaan gula untuk MPASI masih dibolehkan untuk membantu bayi dalam mengenal dan membedakan rasa. Namun, takaran gula yang diperkenankan hanya berkisar 5–10% dari total kebutuhan energi harian bayi. Lebih tepatnya, berikut adalah takaran pemberian gula untuk MPASI yang disarankan.

 

  • Bayi usia 6–8 bulan: ½–1 sendok teh gula per hari.

  • Bayi usia 8–12 bulan: ½–1 ½ sendok teh gula per hari.

 

Dampak Menggunakan Gula dan Garam untuk MPASI secara Berlebihan

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penggunaan gula dan garam untuk MPASI perlu dibatasi guna mencegah berbagai masalah kesehatan pada bayi. Lantas, apa saja dampak menggunakan gula dan garam untuk MPASI secara berlebihan? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Dampak Menggunakan Gula untuk MPASI secara Berlebihan

 

Menambahkan gula pada MPASI secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes dan obesitas pada anak. Selain itu, anak yang sudah terbiasa mengonsumsi makanan manis sejak kecil, dapat membuatnya cenderung lebih memilih-milih makanan di kemudian hari, seperti enggan mengonsumsi sayuran karena dianggap terasa hambar.

 

2. Dampak Menggunakan Garam untuk MPASI secara Berlebihan

 

Penggunaan garam untuk MPASI secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi, hingga penyakit jantung pada usia muda.

 

Selain itu, penggunaan garam untuk MPASI secara berlebihan juga turut meningkatkan risiko  gangguan ginjal pada bayi. Kadar garam yang tinggi di dalam tubuh bayi dapat menyebabkan peningkatan pembuangan protein melalui urine. Karena itulah, hal tersebut dapat memengaruhi kerja organ ginjal bayi yang masih belum berkembang dengan sempurna.

 

Dapat disimpulkan bahwa penggunaan gula dan garam untuk MPASI sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan bayi. Meski begitu, penting untuk tetap memperhatikan takaran penggunaan gula dan garam untuk MPASI agar tidak berlebihan guna menghindari risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

 

Jika ingin mengetahui menu sehat yang baik untuk si kecil, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Sebelum itu, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk mencari informasi jadwal dan membuat appointment dengan dokter Siloam Hospitals.


Atau, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam memesan layanan homecare, check in mandiri secara online hingga konsultasi virtual dengan dokter di mana pun dan kapan pun. Unduh MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda serta buah hati #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail