Kesehatan Tubuh
Ini 7 Penyakit Tulang pada Lansia yang Paling Umum Terjadi

Table of Contents
Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang akan menurun sehingga dapat mengakibatkan tulang lebih rapuh dan rentan terhadap berbagai penyakit. Diketahui, ada beberapa penyakit tulang pada lansia yang umum terjadi dan dapat memengaruhi kualitas hidup.Apa saja penyakit-penyakit tersebut? Mari ketahui selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Penyakit Tulang pada Lansia
Tulang sangat dibutuhkan untuk menjalani berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menopang beban saat sedang berdiri, duduk, berjalan, dan lain sebagainya. Secara umum, degenerasi atau penurunan fungsi pada tulang dimulai secara perlahan dan sering kali tidak dirasakan.
Seiring berjalannya waktu, degenerasi ini dapat semakin memburuk dan jika tidak segera ditangani, dapat memicu munculnya beberapa penyakit tulang pada lansia, seperti:
1. Osteoporosis
Osteoporosis adalah salah satu penyakit tulang yang paling umum terjadi pada lansia,ditandai dengan penurunan kepadatan tulang dan kehilangan jaringan tulang. Osteoporosis dapat meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada tulang yang digunakan untuk menopang beban berat seperti pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.
Gangguan kesehatan pada lansia ini dapat dicegah dengan aktif berolahraga minimal 30 menit per hari serta mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk mempertahankan kepadatan tulang.
2. Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah bentuk arthritis yang paling umum terjadi pada orang lanjut usia. Penyakit tulang pada lansia ini disebabkan oleh kerusakan tulang rawan yang terjadi alami seiring bertambahnya usia. Selain usia lanjut, terdapat beberapa faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan kemungkinan seseorang mengalami osteoarthritis, yang meliputi:
-
Obesitas.
-
Pernah mengalami cedera atau operasi pada sendi.
-
Wanita yang telah menopause.
-
Sering mengangkat beban berat.
-
Pengidap diabetes.
3. Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang umum ditemukan pada lansia. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada sendi. Penyebab pasti dari rheumatoid arthritis masih belum diketahui, namun seseorang dengan faktor genetik tertentu lebih berisiko mengalami kondisi ini, bahkan sebelum menginjak usia lanjut.
Penyakit tulang pada lansia yang juga dikenal dengan sebutan rematik ini dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi, sehingga kualitas hidup penderitanya pun menurun karena keterbatasan gerakan yang dialami.
4. Osteomalasia
Osteomalasia terjadi ketika tulang menjadi lunak dan rapuh sehingga lebih mudah mengalami retak atau patah. Adapun penyebab utama osteomalasia adalah kurangnya asupan vitamin D dan mineral penting lain, seperti kalsium dan fosfat.
Risiko osteomalasia pada orang lanjut usia dapat meningkat karena kemampuan tubuh dalam proses sintesis vitamin D dari sinar matahari mulai mengalami penurunan. Kondisi ini umumnya dapat ditangani dengan berjemur, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium, serta mengonsumsi tambahan suplemen sesuai dengan anjuran dokter.
5. Osteonekrosis
Osteonekrosis, atau kematian tulang, dapat terjadi ketika suplai darah ke tulang berkurang atau terhambat. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh trauma pada tulang, patah tulang akibat osteoporosis, diabetes, kelainan darah, ataupun penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid pada pasien dengan penyakit kronis Akibatnya, seiring berjalannya waktu, tulang pun akan melemah atau bahkan hancur.
6. Osteomyelitis
Osteomyelitis adalah infeksi tulang yang dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. Penyakit tulang pada lansia ini umum ditemukan karena peningkatan insiden beberapa jenis penyakit kronis, penyakit vaskular, atau pun penurunan kesehatan gigi.
Kondisi-kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi yang kemudian dapat meningkatkan risiko infeksi pada tulang. Beberapa contoh kondisi yang dapat menyebabkan kondisi ini.adalah adanya riwayat operasi atau pengobatan imunosupresi, serta penyakit tertentu, seperti diabetes melitus, masalah gigi, dan penyakit arteri perifer.
7. Gangguan Mikrokristal
Gangguan mikrokristal merupakan penyakit yang risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Adapun salah satu contoh yang sering ditemui pada lansia adalah penyakit gout atau penyakit asam urat. Penyakit ini merupakan jenis peradangan artritis yang umum terjadi pada populasi lanjut usia.
Kondisi ini berasal dari penumpukan asam urat yang berlebihan dan membentuk kristal di dalam sendi, dan dapat menyebabkan gejala yang mengganggu kualitas hidup penderitanya seperti bengkak, rasa sakit, kekakuan, dan kemerahan pada sendi yang terdampak.
Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami kondisi seperti kekakuan, nyeri, bengkak, atau memiliki kekhawatiran akan kesehatan tulang, segera kunjungi Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sebagai pusat unggulan ortopedi, Siloam Hospitals Mampang dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir dan tim ahli ortopedi berpengalaman sehingga mampu memberikan diagnosis, perawatan, hingga terapi rehabilitasi gangguan ortopedi secara optimal.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Fisioterapi yang menjadi bagian dari layanan Siloam at Home. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Paket Fisioterapi di rumah tersedia untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Pelvis AP / Rontgen Panggul
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp226.000
TERPOPULER
Rontgen Tangan/Manus
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000







