9 Penyebab BAB Terus-Menerus dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

9 Penyebab BAB Terus-Menerus dan Cara Mengatasinya

16 Mei 2025 4 menit waktu baca
bab terus-menerus

BAB terus-menerus dapat disebabkan oleh infeksi, stres, makanan atau minuman tertentu, dan lain-lain. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan buang air besar berkepanjangan dan perubahan tekstur feses menjadi lebih lunak hingga cair. Mari simak penjelasan selengkapnya tentang penyebab BAB berkepanjangan melalui ulasan di bawah ini.

 

Penyebab BAB Terus-Menerus

 

Pada dasarnya, setiap orang memiliki intensitas atau frekuensi BAB yang berbeda-beda. Namun, frekuensi BAB yang paling sering adalah 1–3 kali per hari dan yang paling jarang adalah 3 kali per minggu. Kendati demikian, hal ini tidak bisa dijadikan patokan karena terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi frekuensi BAB seseorang.

 

Meski berbeda-beda, umumnya setiap orang akan menyadari ketika frekuensi buang air besarnya lebih sering daripada biasanya. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Apa saja itu? Berikut uraian selengkapnya.

1. Mengonsumsi Makanan Tinggi Serat

 

Serat adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melancarkan sistem pencernaan tubuh. BAB yang sering dan rutin adalah tanda bahwa sistem pencernaan berfungsi dengan baik. Makanan tinggi serat merupakan salah satu faktor yang dapat menstimulasi saluran pencernaan untuk BAB.

 

Makanan tinggi serat dapat meningkatkan kesehatan usus besar, mencegah sembelit dengan meningkatkan ukuran dan melunakkan feses sehingga tidak muncul rasa nyeri ketika BAB, mencegah kanker kolon, membantu menjaga kadar gula darah, serta membantu mencegah penyakit jantung.

 

2. Mengonsumsi Minuman yang Mengandung Kafein Berlebihan

 

BAB terus-menerus juga dapat disebabkan oleh mengonsumsi minuman yang mengandung kafein secara berlebihan, seperti kopi. Kafein dapat merangsang kontraksi pada otot usus besar (kolon). Menurut penelitian, kafein dan senyawa lain yang terdapat pada kopi dapat menimbulkan efek pencahar dan membantu perpindahan atau pergerakan tinja melalui usus besar.

 

3. Stres

 

Masalah psikologis, seperti stres dan cemas juga dapat menjadi penyebab BAB terus-menerus. Pasalnya, kondisi stres yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan pergerakan atau motilitas usus, sehingga frekuensi BAB juga akan meningkat. 

 

4. Infeksi pada Perut

 

Penyebab BAB terus-menerus berikutnya adalah infeksi pada perut. Kondisi ini umumnya terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit serta kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

 

Infeksi biasanya disertai oleh demam, menggigil, lemas, nyeri di badan, serta mual atau muntah. Meski umumnya bukan kondisi yang serius, jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menjadi lebih parah hingga menyebabkan BAB berdarah.

 

5. Menstruasi

 

Pada wanita, BAB terus-menerus juga dapat disebabkan oleh menstruasi. Hal ini biasanya disebabkan oleh peningkatan prostaglandin yang dapat menyebabkan kram, diare, dan masalah pencernaan lainnya.

 

Pada usus, prostaglandin dapat menyebabkan kontraksi otot polos, mengurangi kemampuan penyerapan, dan menginduksi sekresi elektrolit di usus kecil yang dapat menyebabkan nyeri pada saluran cerna dan diare.

 

6. Sindrom Iritasi Usus

 

Penyebab BAB terus-menerus berikutnya adalah sindrom iritasi usus besar atau IBS (irritable bowel syndrome). IBS dapat menyebabkan gangguan pada pola buang air besar, seperti meningkatkan intensitas BAB. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stes, mengonsumsi makanan tertentu, perubahan hormonal, dan lain-lain. Selain BAB terus-menerus, gejala lain dari IBS adalah perut kembung dan nyeri pada perut.

 

7. Perubahan Gaya Hidup

 

BAB terus-menerus juga bisa dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, misalnya intensitas olahraga yang semakin tinggi. Olahraga dapat meningkatkan aktivitas pencernaan dan kontraksi otot pada usus besar sehingga feses bisa melewati usus dengan lebih lancar. 

 

Selain meningkatkan intensitas olahraga, BAB terus-menerus juga dapat disebabkan oleh perubahan pola makan, misalnya saat seseorang tiba-tiba mengonsumsi makanan pedas dan berminyak dalam jumlah besar. Akibatnya, tubuh akan memerlukan waktu untuk beradaptasi. Hal tersebut dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan seperti diare, perut kembung, dan gejala lainnya.

 

8. Intoleransi laktosa

 

Pada penderita intoleransi laktosa, mengonsumsi produk olahan susu dapat menyebabkan frekuensi buang air besar meningkat. Selain itu, kondisi ini juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti buang gas dan perut kembung. Beberapa makanan yang tinggi akan laktosa adalah sebagai berikut:

 

  • Susu.

  • Keju.

  • Es krim.

9. Celiac Disease

 

Penyakit celiac atau celiac disease adalah penyakit autoimun yang menyebabkan tubuh merespons gluten secara negatif. Gluten merupakan protein yang kerap ditemukan pada produk gandum. Penderita celiac disease yang mengonsumsi gluten biasanya mengalami BAB terus-menerus sebagai salah satu gejalanya.

Cara Mengatasi BAB Terus-Menerus

 

Penanganan BAB terus-menerus perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh kondisi medis tertentu, dokter akan melakukan perawatan untuk mengatasi penyakit tersebut terlebih dahulu. Selain pengobatan medis, beberapa cara umum yang bisa dilakukan untuk mengatasi BAB terus-menerus adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi.

  • Memperbanyak asupan cairan.

  • Menghindari makanan atau minuman yang menjadi pemicu peningkatan frekuensi BAB, misalnya makanan pedas dan kopi berlebihan.

  • Memperhatikan kebersihan tangan.

  • Mengonsumsi obat antidiare sesuai dengan anjuran dokter.

 

Bila seringnya BAB disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit (biasanya disertai gejala demam dan tinja berdarah), dokter biasanya tidak memberikan obat antidiare agar bakteri dan parasit tersebut bisa melewati sistem pencernaan.

 

BAB terus-menerus yang tak kunjung sembuh tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, bila Anda terlalu sering BAB, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter meski tidak disertai dengan keluhan lain. Dalam hal ini, Anda dapat mempercayakannya kepada Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals.

 

Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat penting agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar. Jadi, sebagai langkah menjaga kesehatan organ pencernaan, Anda dapat melakukan medical check up secara rutin menggunakan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap di Siloam Hospitals. Paket pemeriksaan tersebut bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail