8 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

8 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga dan Pengobatannya

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
benjolan di belakang telinga

Benjolan bisa muncul di mana saja, termasuk di area belakang telinga. Penyebab benjolan di belakang telinga pun dapat dipicu oleh berbagai faktor. Di mana, masing-masing penyebab atau kondisi tersebut memerlukan penanganan yang berbeda-beda.

 

Munculnya benjolan di belakang telinga tidak hanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan, namun juga dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan serius yang tak boleh diabaikan begitu saja. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai penyebab benjolan di belakang telinga beserta cara mengatasinya berikut ini.

 

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

 

Benjolan di belakang telinga dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan terkadang dibutuhkan pemeriksaan lanjut oleh dokter untuk memastikan penyebabnya. Namun, berikut beberapa kondisi umum yang dapat memicu munculnya benjolan di telinga bagian belakang:

 

1. Infeksi

 

Benjolan yang muncul di belakang telinga dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, baik itu infeksi yang diakibatkan oleh bakteri maupun virus. Adapun beberapa macam penyakit infeksi yang dapat menyerang area belakang telinga adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi streptokokus yang mengakibatkan radang tenggorokan.

  • Infeksi mononukleosis menular yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr.

  • Campak.

  • Cacar air.

  • HIV dan AIDS.

 

2. Abses (Bisul Bernanah)

 

Abses adalah benjolan bernanah yang terasa sakit dan hangat ketika disentuh serta berwarna kemerahan yang dapat muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk area belakang telinga. Nanah tersebut merupakan kumpulan dari sel darah putih, kuman, dan jaringan tubuh yang sudah mati. Abses sendiri dapat muncul akibat respons sistem imun tubuh yang mengirimkan sel darah putih untuk melawan kuman penyebab penyakit.

 

3. Limfadenopati

 

Penyebab benjolan di belakang telinga lainnya adalah limfadenopati, yaitu pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi patogen. Selain ditandai dengan benjolan, kondisi ini juga dapat disertai dengan beberapa gejala lainnya, seperti:

 

  • Kulit belakang telinga berwarna kemerahan dan terasa hangat saat disentuh.

  • Nyeri pada benjolan.

  • Radang tenggorokan.

  • Demam.

  • Pilek.

  • Batuk.

  • Badan menggigil.

  • Keringat berlebih, terutama pada malam hari.

  • Badan terasa lemas.

 

4. Kista Sebasea

 

Meski beberapa benjolan dapat mengindikasikan adanya kondisi kesehatan yang serius, terdapat juga benjolan di belakang telinga yang bersifat tidak membahayakan, salah satunya yaitu kista sebasea. Kista sebasea merupakan benjolan jinak yang muncul karena adanya penyumbatan di kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Jenis kista ini cukup umum ditemukan di area telinga, khususnya belakang telinga.

 

Biasanya, munculnya kista sebasea tidak disadari oleh penderitanya karena tidak menyebabkan rasa sakit. Namun pada beberapa kasus, benjolan kecil di belakang telinga ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga perlu dihilangkan.

 

5. Lipoma

 

Lipoma adalah benjolan yang terdiri dari tumpukan lemak dan dapat muncul di antara lapisan kulit serta dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja, termasuk di area belakang telinga. Belum diketahui secara pasti apa penyebab lipoma, namun terdapat dugaan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik ataupun trauma fisik. Perlu diketahui, lipoma merupakan benjolan yang bersifat jinak. Sehingga, tidak diperlukan penanganan khusus selama benjolan tidak mengganggu kesehatan dan aktivitas penderitanya.

 

6. Mastoiditis

 

Mastoiditis adalah jenis infeksi yang menyerang tulang mastoid dan dapat menjadi penyebab benjolan di belakang telinga. Kondisi ini juga dapat membuat telinga penderitanya terasa sakit. Adapun gejala mastoiditis yang biasanya dialami penderita dan perlu diperhatikan adalah:

 

  • Demam.

  • Telinga mengeluarkan cairan (ear discharge).

  • Peradangan.

  • Nanah yang keluar dari benjolan.

  • Nyeri kepala.

 

7. Otitis media

 

Penyebab benjolan di belakang telinga selanjutnya adalah otitis media atau peradangan pada telinga bagian tengah. Kondisi ini diakibatkan oleh infeksi yang menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Otitis media umumnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, komplikasi dari otitis media yang tidak kunjung membaik akhirnya dapat menimbulkan lubang (perforasi) pada gendang telinga.

 

Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter apabila merasakan gejala-gejala yang mengarah pada infeksi telinga, seperti nyeri telinga, demam, penurunan pendengaran, nyeri saat daun telinga ditarik, atau rasa tidak nyaman pada liang dalam telinga.

 

8. Jerawat

 

Jerawat adalah masalah kulit yang disebabkan oleh penyumbatan pada pori-pori kulit akibat penumpukan minyak berlebih, sel-sel kulit mati, dan bakteri. Jerawat dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja, tak terkecuali belakang telinga. Jerawat di belakang telinga dapat diatasi dengan pemakaian obat jerawat dan menjaga kebersihan kulit di sekitar telinga. Namun, jika jerawat tak kunjung sembuh hingga membuat area sekitar telinga terasa sakit, segera temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan diberi penanganan lebih lanjut.

 

Cara Mengobati Benjolan di Belakang Telinga

 

Cara mengatasi benjolan di belakang telinga dapat berbeda-beda tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Namun, berikut adalah beberapa cara mengobati benjolan di belakang telinga yang direkomendasikan:

 

  • Membiarkan benjolan sembuh dengan sendirinya apabila dokter menyatakan bahwa benjolan tersebut tidak berbahaya dan tidak mengganggu kenyamanan penderita.

  • Mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter, seperti antibiotik dan antiradang untuk meredakan peradangan akibat infeksi bakteri.

  • Melakukan prosedur operasi untuk menghilangkan benjolan apabila benjolan bersifat ganas dan mengganggu kesehatan penderita.

  • Menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi apabila terindikasi adanya kanker.

 

Demikian informasi seputar benjolan di belakang telinga yang perlu diwaspadai. Apabila Anda atau anggota keluarga menderita kondisi serupa, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh penanganan lebih lanjut.

 

Sebelum melakukan konsultasi secara langsung, buatlah janji temu melalui fitur Cari Dokter yang dapat ditemukan di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini pula Anda dapat melakukan pemesanan paket medical check up dan melakukan konsultasi virtual bersama dokter. Mari unduh aplikasinya sekarang dan percayakan kesehatan Anda serta keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail