Berat Badan Naik saat Puasa, Apa Saja Penyebabnya?
Pola Hidup Sehat

Berat Badan Naik saat Puasa, Apa Saja Penyebabnya?

25 Februari 2026 4 menit waktu baca
berat badan naik saat puasa

Perubahan pola makan selama puasa umumnya dapat menyebabkan penurunan berat badan. Namun, tak jarang pula puasa justru menyebabkan kenaikan berat badan. Sebetulnya, apa penyebab berat badan naik saat puasa? Salah satu faktor pemicunya adalah pola makan yang tidak sehat, baik dari pemilihan makanan maupun porsi makanannya.

 

Mari simak artikel berikut untuk mengetahui faktor lain yang dapat memicu kenaikan berat badan serta cara mencegah berat badan naik saat puasa.

 

Penyebab Berat Badan Naik saat Puasa

 

Apakah puasa menyebabkan kenaikan berat badan? Secara umum, penyebab berat badan naik saat puasa berkaitan dengan kebiasaan yang tidak sehat, seperti melewatkan sahur, tidur setelah makan sahur, mengonsumsi makanan tidak sehat dan berlebihan, hingga kurang tidur. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

1. Melewatkan Sahur

 

Penyebab berat badan naik saat puasa yang pertama adalah kebiasaan melewatkan sahur. Sebagian orang mengira tidak makan sahur dapat mempercepat penurunan berat badan karena asupan kalori berkurang. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya cepat.

 

Kebiasaan melewatkan sahur justru dapat membuat tubuh menjadi sangat lapar ketika waktu berbuka puasa tiba. Kondisi ini sering kali memicu seseorang mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan atau memilih makanan tinggi gula dan lemak. Akibatnya, total asupan kalori justru dapat meningkat dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.

 

2. Kebiasaan Tidur setelah Makan Sahur

 

Tak hanya melewatkan sahur, kebiasaan tidur setelah sahur juga berisiko menyebabkan berat badan bertambah saat puasa. Dengan kebiasaan ini, asupan kalori yang didapatkan setelah makan sahur akan dibakar dalam jumlah sedikit. Saat tidur, proses metabolisme di dalam tubuh berjalan cenderung lebih lambat dibandingkan ketika beraktivitas. Akibatnya, kalori yang tidak digunakan akan menumpuk menjadi lemak dan menyebabkan berat badan naik.

 

3. Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat dan Berlebihan

 

Beberapa jenis makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi gula, junk food, makanan cepat saji atau fast food, makanan berlemak, dan gorengan kerap dikonsumsi untuk mengenyangkan perut setelah berpuasa. Padahal, konsumsi makanan tersebut justru bisa memicu peningkatan berat badan.

 

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan secara berlebihan ketika berbuka juga kerap menyebabkan berat badan naik saat puasa. Puasa mengharuskan seseorang untuk beradaptasi dengan menahan lapar dan haus selama belasan jam.  Namun, ketika sudah memasuki waktu berbuka puasa, nafsu makan biasanya akan kembali meningkat sehingga bisa menyebabkan seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan apabila tidak dikendalikan.

 

4. Kurang Tidur

 

Tak hanya pola makan, berpuasa juga bisa memengaruhi pola tidur setiap malam. Jika tidak diatur dengan baik, seseorang mungkin saja tidak bisa mencukupi waktu tidur selama berpuasa. Saat kurang tidur, tubuh akan melepaskan hormon ghrelin yang merupakan hormon pengatur rasa lapar. Hal inilah yang membuat seseorang cenderung mengonsumsi makanan secara berlebihan.

 

5. Dehidrasi

 

Selain kurang tidur, dehidrasi juga dapat meningkatkan nafsu makan seseorang selama berpuasa. Akibatnya, porsi makan saat sahur serta berbuka puasa menjadi tidak terkontrol dan berlebihan yang berisiko menyebabkan berat badan bertambah secara signifikan.

 

6. Minimnya Aktivitas Fisik

 

Selama berpuasa, tubuh yang lemas karena harus menahan haus dan lapar kerap membuat sebagian orang merasa malas untuk melakukan aktivitas fisik. Padahal, apabila jarang melakukan aktivitas fisik, kalori di dalam tubuh tidak digunakan secara optimal sehingga akan disimpan dalam bentuk lemak. Hal inilah yang bisa menyebabkan berat badan meningkat.

 

7. Melambatnya Proses Metabolisme Tubuh

 

Melambatnya proses metabolisme tubuh juga menjadi salah satu penyebab berat badan naik saat puasa. Selama berpuasa, asupan kalori cenderung berkurang. Secara alami, tubuh akan menghemat pemakaian energi dengan memperlambat proses metabolisme. Hal inilah yang bisa membuat berat badan cenderung meningkat saat puasa, terutama apabila tidak diimbangi dengan berolahraga secara rutin.

 

Cara agar Berat Badan Tidak Naik saat Puasa

 

Pada dasarnya, berat badan naik saat puasa merupakan kondisi yang dapat dihindari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup yang sehat sebaik mungkin selama berpuasa. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga berat badan saat puasa adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

  • Membatasi porsi makan saat sahur dan berbuka puasa agar tidak berlebihan.

  • Tetap berolahraga secara rutin. Pastikan untuk memilih waktu dan jenis olahraga yang tepat saat berpuasa. Mulailah dengan olahraga intensitas ringan atau sedang selama 30 menit per hari. 

  • Usahakan untuk istirahat dan tidur yang cukup.

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan baik. Caranya adalah dengan melakukan metode 2-4-2, yaitu minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas air putih pada malam hari, dan 2 gelas air putih ketika sahur.

  • Menghindari kebiasaan tidur setelah makan sahur.

  • Membatasi makanan tinggi gula, tinggi garam, dan berlemak.


Penting untuk diingat bahwa artikel ini bertujuan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran maupun diagnosis resmi dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila kenaikan berat badan yang terjadi selama puasa disebabkan oleh faktor lain yang tidak disebutkan dalam artikel ini.

 

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif terkait pola makan sehat selama puasa guna menjaga berat badan ideal.

 

Sebagai langkah awal memperbaiki pola makan selama menjalani ibadah puasa, Anda bisa memesan paket Catering Sehat melalui aplikasi MySiloam. Layanan ini mencakup sesi konsultasi dengan ahli gizi, kunjungan perawat ke rumah, serta fasilitas pengiriman gratis untuk jarak maksimal 10 km.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail