Ketahui Penyebab Flek saat Hamil dan Cara Mengatasinya
Ibu dan Anak

Ketahui Penyebab Flek saat Hamil dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
penyebab flek saat hamil & cara mengatasi

Table of Contents

Flek saat hamil adalah keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil, terutama di trimester pertama kehamilan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya tetesan darah berwarna pink, merah, atau kecokelatan yang keluar dari vagina.

 

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun tetap perlu diwaspadai. Pasalnya, flek saat kehamilan juga bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan tertentu, terlebih jika disertai gejala abnormal lainnya. Ketahui lebih jauh tentang penyebab flek saat hamil berikut ini.

 

Bahayakah Flek saat Hamil?

 

Flek saat hamil adalah kondisi munculnya bercak darah yang berasal dari vagina. Kondisi ini cukup umum terjadi pada trimester pertama kehamilan. Meski sebagian besar kasus flek saat hamil bukanlah masalah yang serius, namun kondisi ini tetap perlu diwaspadai.

 

Apabila flek yang muncul berupa perdarahan ringan (bercak darah) dan tidak disertai gejala lain yang mencurigakan, maka kondisi ini termasuk kategori normal dan ibu hanya perlu menunggunya sampai berhenti.

 

Namun, berapa hari flek saat hamil muda yang bisa dikatakan normal? Kondisi ini umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, tergantung dari penyebabnya.

 

Sementara itu, jika flek saat kehamilan disertai dengan gejala abnormal, seperti kram perut hebat, keputihan berbau disertai  nyeri dan demam, maka segera periksakan kondisi tersebut ke dokter kandungan untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Penyebab Flek saat Hamil

 

Kemunculan flek saat kehamilan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut merupakan sejumlah penyebabnya.

 

1. Perdarahan Implantasi

 

Salah satu penyebab flek saat hamil muda adalah perdarahan implantasi. Kondisi ini biasanya terjadi 6–12 hari setelah pembuahan yang menandakan bahwa embrio telah ditanamkan ke dinding rahim.

 

Ciri-ciri perdarahan implantasi antara lain hanya keluar sedikit darah dan warnanya merah terang atau cokelat tua. Kondisi ini umumnya berlangsung selama beberapa jam hingga tiga hari dan akan berhenti dengan sendirinya.

 

2. Perubahan Serviks dan Hormon

 

Selain perdarahan impantasi, penyebab keluar darah saat hamil muda lainnya adalah perubahan serviks dan hormon. Cukup normal bagi tubuh mengalami banyak perubahan pada awal kehamilan. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan dan sangat kecil kemungkinannya dapat menyebabkan keguguran, terlebih jika ibu rutin melakukan pemeriksaan kandungan.

 

3. Iritasi atau Infeksi Serviks

 

Flek saat hamil juga bisa disebabkan oleh perdarahan akibat iritasi yang terjadi setelah penetrasi vagina atau pemeriksaan panggul. Bercak darah yang keluar cenderung berwarna merah atau coklat dan akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa jam.

 

Selain iritasi, adanya infeksi pada serviks juga dapat menyebabkan keluarnya flek saat hamil. Selain bercak darah, gejala lain yang menyertai infeksi ini adalah gatal, nyeri perut bagian bawah, keputihan, sensasi panas saat buang air kecil, serta luka di bagian luar vagina.

 

4. Hamil Anggur

 

Hamil anggur adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya jaringan-jaringan abnormal di dalam rahim, jaringan ini dapat berupa plasenta abnormal atau janin yang tidak berkembang. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai kehamilan normal karena sering kali membuat ibu merasakan tanda-tanda hamil, seperti mual, muntah, hingga munculnya flek atau bercak darah. Hal ini dikarenakan kadar hormon HCG yang tinggi dalam tubuh meskipun janin tidak berkembang di dalam rahim.

 

5. Kehamilan Ektopik

 

Flek saat hamil muda juga bisa terjadi karena kehamilan ektopik, yaitu kondisi di mana hasil pembuahan menempel di luar rahim. Biasanya, perdarahan akibat kehamilan ektopik terjadi sepanjang kehamilan. Sehingga, kondisi ini memerlukan penanganan medis sesegera mungkin karena berpotensi mengancam nyawa.

 

6. Tanda-Tanda Melahirkan

 

Keluar darah saat hamil tua bisa menjadi salah satu tanda melahirkan. Kondisi ini biasanya akan terjadi dalam beberapa minggu atau hari sebelum persalinan, yakni ketika usia kehamilan mencapai 37–40 minggu.

 

Saat tubuh sedang mempersiapkan persalinan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir yang melindungi rahim dari bakteri atau zat asing selama kehamilan. Lendir tersebut umumnya berwarna putih, kecoklatan, atau merah muda yang menyerupai darah.

 

7. Keguguran

 

Penyebab flek saat hamil yang perlu diwaspadai adalah tanda awal keguguran. Munculnya flek atau perdarahan biasanya akan disertai dengan beberapa gejala lain, seperti kram perut, nyeri perut dan punggung bawah, keluar darah berwarna merah dalam jumlah banyak, serta keluar gumpalan atau jaringan dari vagina.

 

Cara Mengatasi Flek saat Hamil

 

Meski kondisi ini cukup normal dan umum terjadi, cara paling tepat yang bisa dilakukan ibu hamil ketika mengalami kondisi ini adalah memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Terutama jika flek tersebut disertai dengan gejala-gejala lain, seperti kram perut.

 

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti USG, untuk memastikan ibu dan janin dalam kondisi baik-baik saja. Apabila tidak ditemukan masalah pada kehamilan, biasanya dokter akan menyarankan ibu menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus janin, seperti:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
  • Menghindari rokok atau asap rokok.
  • Mengonsumsi suplemen kehamilan sesuai anjuran dokter.
  • Menjaga kenaikan berat badan ideal.
  • Rutin melakukan olahraga ringan, seperti senam hamil.
  • Menghindari aktivitas yang berat.
  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Menghentikan konsumsi kafein dan alkohol.
  • Memperbanyak asupan air mineral untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin.

 

Untuk membantu mendeteksi kemungkinan komplikasi akibat flek saat hamil, Anda dapat menggunakan paket Medical Check Up Siloam Pregnant Female Package yang mencakup pemeriksaan mendasar pada ibu hamil. Namun, apabila Anda memiliki keluhan lainnya seputar kehamilan, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapat diagnosis dan penanganan secara tepat.

 

Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail