Ibu dan Anak
Berbagai Penyebab Gigi Bayi Kuning dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Ketika gigi si kecil sudah mulai tumbuh, orang tua perlu menjaga dan merawat kesehatannya sebaik mungkin. Namun, sebagian orang tua mungkin sempat merasa khawatir ketika melihat gigi bayi berwarna kekuningan. Sebetulnya, apa penyebab gigi bayi kuning dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Penyebab Gigi Bayi Kuning
Pertumbuhan gigi bayi umumnya dimulai pada usia 4-7 bulan. Pada masa tersebut, ibu dapat melakukan pemeriksaan gigi bayi secara rutin untuk memastikan pertumbuhannya tidak memiliki masalah.
Namun, dalam kondisi tertentu, ibu mungkin menemukan gigi bayi yang tumbuh berwarna kekuningan. Pada dasarnya, gigi bayi kuning dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang dapat ditangani di rumah, hingga perlu pengobatan lebih lanjut oleh dokter. Berikut beberapa di antaranya:
1. Teknik Membersihkan Gigi yang Tidak Tepat
Secara umum, orang tua disarankan untuk mulai merawat dan membersihkan gigi anak ketika gigi pertamanya telah muncul, yaitu pada usia 4–7 bulan. Dalam hal ini, penting bagi orang tua untuk memperhatikan teknik membersihkan gigi anak yang tepat. Sebab, jika tekniknya salah, hal tersebut bisa menyebabkan penumpukan plak karena adanya sisa makanan di sela-sela gigi dan gusi. Akibatnya, gigi bayi terlihat berwarna kekuningan.
2. Konsumsi Jenis Makanan Tertentu
Alasan kenapa gigi bayi kuning selanjutnya adalah mengonsumsi jenis makanan tertentu, misalnya buah-buahan yang bercita rasa asam, seperti jeruk, stroberi, dan tomat. Pasalnya, kandungan asam dalam makanan tersebut rentan menyebabkan enamel (lapisan terluar pada gigi) bayi terkikis secara perlahan. Akibatnya, bagian dalam gigi yang berwarna kekuningan (dentin) akan lebih terlihat.
3. Efek Samping Obat-obatan
Konsumsi suplemen tertentu, seperti suplemen yang mengandung zat besi pada anak-anak diketahui dapat menimbulkan noda kuning ataupun kehitaman pada gigi. Selain itu, jika ibu mengonsumsi antibiotik tetrasiklin selama hamil maupun menyusui, hal tersebut bisa menyebabkan perubahan warna pada gigi bayi.
4. Fluorosis
Fluoride merupakan jenis mineral yang terkandung di dalam makanan, minuman, hingga pasta gigi. Mineral ini berfungsi untuk melindungi gigi dan mencegah terjadinya kerusakan. Namun, jika kadarnya melebihi batas normal, hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada gigi, seperti fluorosis.
Fluorosis adalah kelainan struktur email gigi yang ditandai dengan munculnya bercak atau bintik putih, kuning, atau kecokelatan pada permukaan gigi. Kondisi ini cenderung berisiko lebih tinggi terjadi pada bayi serta anak-anak yang berusia di bawah 8 tahun.
5. Genetik
Penyebab gigi bayi kuning yang selanjutnya adalah karena genetik. Misalnya, orang tua dengan lapisan enamel gigi yang tipis dan berwarna kekuningan bisa mewarisi kondisi tersebut ke buah hatinya. Perlu diketahui bahwa lapisan enamel gigi yang tipis dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi dan masalah gigi lainnya. Maka dari itu, jika memiliki genetik ini, disarankan untuk selalu menjaga kesehatan gigi secara keseluruhan.
6. Trauma Fisik
Benturan yang terjadi di area wajah si kecil dapat menimbulkan trauma di dalam rongga mulut. Kondisi ini bisa merusak saraf dan aliran darah ke gigi. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut berpotensi menyebabkan gigi bayi berubah warna menjadi kekuningan, cokelat, atau bahkan hitam.
7. Amelogenesis Imperfecta
Amelogenesis imperfecta adalah penyakit keturunan yang ditandai dengan gangguan pembentukan lapisan enamel gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi berukuran kecil, mudah berlubang, berubah warna menjadi kuning atau kecokelatan, dan lebih mudah patah. Secara umum, amelogenesis imperfecta dapat terjadi sendiri ataupun bagian dari penyakit lainnya.
8. Bayi Kuning
Bayi kuning (neonatal jaundice) juga bisa menyebabkan bayi memiliki gigi berwarna kuning kehijauan. Sebagai informasi, bayi kuning adalah kondisi ketika kadar bilirubin dalam darah bayi berada di atas normal. Kadar bilirubin tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan berbagai jaringan tubuh berwarna kekuningan, tidak terkecuali dengan gigi.
Cara Mengatasi Gigi Bayi Kuning
Seperti yang telah dijelaskan, salah satu penyebab gigi bayi kuning adalah penumpukan plak. Jika hal tersebut terjadi, ibu perlu membersihkan gigi bayi dengan tepat. Adapun cara mengatasi gigi kuning pada bayi yang disebabkan karena penumpukan plak adalah sebagai berikut:
-
Pegang si kecil dengan posisi setengah tidur, lalu sandarkan kepalanya pada dada ibu.
-
Cuci tangan sampai bersih, kemudian lilitkan kain kasa atau lap bersih yang sudah dibasahi dengan air hangat pada jari telunjuk.
-
Seka gigi dan bagian gusi bayi secara perlahan dan lembut dengan pola gerakan melingkar.
-
Untuk mencegah munculnya karies gigi, ibu bisa menambahkan pasta gigi khusus bayi dan anak-anak sebesar satu butir beras di kain kasa yang digunakan untuk menyeka gigi bayi.
Namun, apabila gigi bayi kuning disebabkan oleh kondisi medis lainnya, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna memperoleh perawatan yang tepat. Dalam hal ini, Anda bisa mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk bertemu dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak).
Guna memperoleh layanan kesehatan lebih cepat, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, pasien dapat membuat janji temu, check in mandiri, hingga antre secara online. Bahkan, aplikasi MySiloam juga dapat digunakan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







