7 Penyebab Sering Kentut & Penanganannya, Kapan Harus ke Dokter?
Kesehatan Tubuh

7 Penyebab Sering Kentut & Penanganannya, Kapan Harus ke Dokter?

25 Maret 2026 5 menit waktu baca
penyebab sering kentut

Kentut merupakan gas dari saluran pencernaan yang dikeluarkan tubuh melalui anus. Meski termasuk mekanisme alami tubuh, apakah berbahaya jika sering kentut? Perlu diketahui bahwa penyebab sering kentut bervariasi, mulai dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari hingga penyakit medis tertentu.

 

Untuk itu, frekuensi kentut yang berlebihan patut diwaspadai karena dapat mengindikasikan gangguan kesehatan. Lantas, berapa kali frekuensi kentut dalam sehari yang dianggap normal? Simak penjelasan penyebab sering kentut dan cara mengatasinya di bawah ini.

 

Penyebab Sering Kentut

 

Ketika gas di dalam saluran pencernaan terlalu banyak dan menumpuk, tubuh akan mengeluarkannya melalui kentut atau sendawa. Namun, berapa kali kentut dalam sehari yang terbilang normal? Umumnya, seseorang dapat kentut sebanyak 13–20 kali dalam sehari. 

 

Frekuensi kentut yang melebihi angka tersebut pun perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan suatu gangguan medis. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa memicu seseorang untuk kentut secara terus-menerus:

 

1. Mengonsumsi Makanan Tertentu

 

Salah satu penyebab sering kentut adalah pengaruh makanan tertentu, terutama makanan pemicu gas berlebih dalam tubuh. Adapun sejumlah makanan yang berpotensi meningkatkan frekuensi kentut adalah:

 

  • Susu dan produk olahannya, seperti keju.

  • Kacang-kacangan.

  • Biji-bijian utuh, seperti oat dan gandum.

  • Pemanis buatan.

  • Buah-buahan, seperti apel dan pir.

  • Minuman berkarbonasi, misalnya soda dan bir.

  • Sayuran pemicu asam lambung, seperti kol dan brokoli.

 

Selain mengonsumsi beberapa makanan di atas, kentut terus-menerus juga bisa terjadi apabila makanan yang dikonsumsi telah terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan, seperti bakteri E. coli. Pasalnya, bakteri ini melakukan fermentasi gula yang menghasilkan gas.

 

2. Terlalu Banyak Menelan Udara

 

Penyebab sering kentut berikutnya adalah menelan udara terlalu banyak atau aerophagia. Aerophagia bisa terjadi tanpa disadari ketika seseorang melakukan beberapa aktivitas sehari-hari, seperti:

 

  • Menggunakan gigi palsu yang terlalu longgar.

  • Mengonsumsi makanan dan minuman terlalu cepat.

  • Mengunyah permen karet atau mengisap permen.

  • Sering merokok.

  • Mengonsumsi minuman berkarbonasi.

 

Selain beberapa kebiasaan di atas, terlalu banyak menelan udara juga bisa terjadi ketika seseorang sedang cemas. Pasalnya, perasaan cemas cenderung membuat seseorang bernapas lebih cepat sehingga udara yang masuk ke tubuh menjadi lebih banyak.

 

3. Intoleransi Laktosa

 

Intoleransi laktosa adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa mencerna laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu sapi. Pada kondisi ini, masuknya laktosa ke dalam saluran pencernaan akan menyebabkan produksi gas meningkat, diare, hingga kentut terus-menerus.

 

Pada dasarnya, intoleransi laktosa bukanlah kondisi yang berbahaya, namun gejalanya terkadang cukup mengganggu. Adapun cara mengatasi intoleransi laktosa adalah dengan membatasi konsumsi susu sapi dan produk olahannya. Sebagai gantinya, pilihlah susu alternatif bebas laktosa.

 

4. Sembelit

 

Sembelit atau konstipasi menjadi salah satu penyebab sering kentut yang paling umum terjadi. Sembelit adalah kondisi ketika feses terjebak dalam usus besar sehingga tidak dapat dikeluarkan. Hal ini akan memicu timbulnya gas berlebih akibat proses fermentasi feses.

 

Gas berlebih yang menumpuk dari waktu ke waktu akan membuat seseorang kentut terus-menerus. Apabila gas tersebut ditahan atau terjebak dalam usus, kondisi ini dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk kentut sekaligus buang air besar.

 

5. Sindrom Iritasi Usus (Irritable Bowel Syndrome)

 

Penyebab sering kentut berikutnya adalah sindrom iritasi usus, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan sejumlah gejala gangguan pencernaan, seperti diare dan perut kembung. Sindrom iritasi usus dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari faktor genetik hingga gangguan gerak usus.

 

Hingga kini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan sindrom iritasi usus sepenuhnya. Namun, penderita dapat melakukan beberapa upaya untuk mencegah kekambuhannya, seperti menghindari makanan pemicu, menyesuaikan pola makan, dan menerapkan anjuran dokter lainnya.

 

6. Refluks Asam Lambung (GERD)

 

GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini kerap membuat penderitanya lebih sering bersendawa dan menelan. Aktivitas itulah yang dapat menyebabkan tubuh tanpa sadar menelan udara berlebihan. Gas tersebut akan bermuara di saluran pencernaan dan lama-kelamaan menumpuk sehingga menjadi penyebab kentut terus-menerus.

 

7. Penyakit Celiac

 

Penyakit celiac adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna protein dalam gandum (gluten). Pada kondisi ini, gluten yang masuk ke dalam tubuh akan diserang oleh sistem imun yang memicu peradangan pada usus. Peradangan tersebut berpotensi merusak jonjot usus dan menyebabkan gangguan penyerapan gizi (malabsorpsi). Selain menyebabkan sering kentut, penyakit celiac umumnya disertai gejala berupa diare, perut kembung, dan feses berlemak dan berwarna pucat.

 

Cara Mengatasi Kentut Terus-menerus

 

Dalam mengatasi kondisi ini, pengidap perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab yang mendasari kenapa kentut terus, apakah itu karena makanan yang dikonsumsi, kebiasaan merokok, atau kondisi medis lainnya. Pada dasarnya, kentut terus-menerus terjadi karena adanya penumpukan gas dalam sistem pencernaan.

 

Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sekaligus mencegah penumpukan gas secara berlebihan pada saluran pencernaan adalah:

 

  • Menghindari makanan pemicu.

  • Mengurangi kebiasaan merokok.

  • Rutin berolahraga.

  • Mengunyah makanan dengan perlahan.

  • Menjalani pola makan yang lebih sehat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Kentut merupakan pembuangan gas oleh tubuh yang terjadi secara alami. Namun, kentut yang berlangsung terus-menerus bahkan disertai dengan sejumlah gejala harus dikonsultasikan dengan dokter. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila kentut terjadi terlalu sering dan disertai:

 

  • Nyeri pada perut yang tak kunjung menghilang.

  • Perut kembung yang tak kunjung membaik.

  • Sembelit yang terjadi selama berhari-hari.

  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab yang jelas.

  • Feses berdarah.

  • Demam, yang dapat menandakan adanya infeksi. 

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan jika kondisi sering kentut disebabkan oleh kondisi medis lainnya yang tidak disebutkan dalam artikel ini.

 

Oleh karena itu, apabila Anda menyadari adanya peningkatan frekuensi kentut disertai rasa tidak nyaman pada perut, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta saran penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani terkait kondisi ini bisa saja berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail