Infeksi Bakteri E. coli - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Infeksi Bakteri E. coli - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

22 Mei 2025 4 menit waktu baca
infeksi bakteri E. coli

Secara umum, Escherichia coli atau E. coli adalah bakteri yang hidup di dalam usus manusia dan memiliki peran untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri tersebut umumnya tidak berbahaya. Namun, terdapat beberapa jenis E. coli yang dapat mengeluarkan racun dan menjadi penyebab diare atau penyakit tertentu lainnya.

 

Jenis bakteri E. coli yang berbahaya tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Mari kenali lebih lanjut tentang infeksi bakteri E. coli melalui ulasan di bawah ini.

 

Mengenal Infeksi Bakteri E. coli

 

Infeksi E. coli (Escherichia coli) adalah infeksi yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut. Bakteri ini paling sering ditemukan di sayuran mentah dan daging mentah atau belum matang sempurna. Pada sebagian besar kasus, infeksi bakteri ini akan menyebabkan diare.

 

Namun, pada sebagian kasus lainnya, bakteri E. coli yang menginfeksi tubuh dapat memicu terjadinya penyakit selain diare. Adapun beberapa penyakit akibat infeksi bakteri E. coli adalah:

 

  • Infeksi saluran kemih. Bakteri E. coli yang menyerang ginjal, kandung kemih, atau uretra dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Kondisi ini dapat ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang makin sering, nyeri saat buang air kecil, serta demam.

  • Pneumonia, yaitu radang pada paru. Beberapa gejala yang mungkin dialami adalah batuk, demam, hingga sesak.

  • Sindrom hemolitik uremik. Sindrom ini merupakan jenis sekumpulan gejala yang muncul karena pecahnya sel darah merah, dan dinding pembuluh darah bagian dalam yang rusak.

  • Infeksi selaput otak (meningitis) pada bayi baru lahir. Gejalanya meliputi demam, mual dan muntah, kejang, hingga penurunan kesadaran. 

 

Penyebab Infeksi Bakteri E. coli

 

Bakteri E. coli yang menyebabkan infeksi biasanya berasal dari kelompok E. coli yang menghasilkan toksin (racun). Adapun beberapa jenis E. coli yang berbahaya bagi kesehatan, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Shiga toxin-producing E. coli (STEC).

  • Enteroaggregative E. coli (EAEC).

  • Enterotoxigenic E. coli (ETEC).

  • Enteropathogenic E. coli (EPEC).

  • Enteroinvasive E. coli (EIEC).

  • Uropathogenic E. coli (UPEC).

  • E. coli K1.

 

Seseorang dapat mengalami infeksi bakteri E. coli dengan beberapa cara, yaitu mengonsumsi cairan dan makanan yang terkontaminasi, atau melalui kontak langsung. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Cairan yang terkontaminasi. Seseorang bisa terkena infeksi bakteri ini ketika sengaja atau tidak sengaja meminum cairan yang berasal dari sumber yang tercemar, seperti sungai, danau, atau air irigasi, misalnya saat berenang. Pasalnya, kotoran manusia dan hewan yang telah terkontaminasi bakteri E. coli berisiko mencemari air dari beberapa tempat tersebut.

  • Makanan yang terkontaminasi. Ini merupakan cara paling umum untuk menyebarkan bakteri E. coli. Beberapa makanan yang berpotensi terkontaminasi bakteri E. coli, di antaranya:

    • Daging giling, biasanya yang kurang matang.

    • Susu yang tidak dipasteurisasi (susu mentah).

    • Sayur mentah yang tidak dicuci bersih.

  • Kontak langsung. Bakteri E. coli dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, terutama ketika orang dewasa dan anak-anak yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan benar. Penyebaran E. coli juga bisa melalui feses atau muntah dari orang yang terinfeksi. Lalu, selain dengan manusia, kontak dengan hewan yang membawa bakteri ini juga dapat menjadi media penularan.

 

Hal yang tidak kalah penting untuk dipahami adalah faktor risikonya. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi bakteri Escherichia coli, di antaranya:

 

  • Usia anak-anak.

  • Usia 65 tahun ke atas.

  • Memiliki sistem imun yang lemah.

  • Sering bepergian ke luar negeri.

 

Gejala Infeksi Bakteri E. coli

 

Infeksi Escherichia coli bisa berbeda-beda pada setiap orang. Jika bakteri E. coli menyerang pencernaan, salah satu gejala utama kondisi ini adalah diare. Umumnya, gejala akan muncul 2–5 hari setelah penderita terpapar bakteri. Pada beberapa kasus, diare juga disertai dengan sejumlah gejala lain, seperti:

 

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri perut.

  • Perut kembung.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Demam.

  • Pusing.

 

Diagnosis Infeksi Bakteri E. coli

 

Dalam mendiagnosis infeksi bakteri E. coli, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Adapun pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah dan pemeriksaan sampel feses di laboratorium. 

 

Pengobatan Infeksi Bakteri E. coli

 

Kebanyakan kasus infeksi bakteri E. coli pada sistem pencernaan dapat pulih dalam waktu beberapa hari. Namun, hal tersebut tergantung pada sistem kekebalan tubuh masing-masing penderita. Jika pasien mengalami gejala yang parah, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk bakteri E. coli tipe tertentu. 

 

Untuk membantu penyembuhan, penderita juga disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna menggantikan cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah. Lalu, hindari dulu makanan yang tidak dimasak sempurna, termasuk daging mentah dan sayur mentah.

 

Pencegahan Infeksi Bakteri E. coli

 

Menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat merupakan salah satu langkah pencegahan utama terhadap infeksi bakteri E. coli. Adapun beberapa tips pola hidup sehat yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri Escherichia coli adalah sebagai berikut:

 

  • Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah dari kamar mandi, atau setelah menyentuh hewan.

  • Memastikan barang-barang yang menyentuh mulut dalam keadaan bersih.

  • Mengurangi konsumsi makanan yang belum matang atau undercooked

  • Mencuci buah dan sayur di air bersih yang mengalir sebelum dikonsumsi.



Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili infeksi E. coli. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait infeksi E. coli dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail