Kesehatan Tubuh
Penyumbatan Saluran Air Mata Picu Iritasi dan Rasa Nyeri, Jangan Abaikan

Table of Contents
Penyumbatan saluran air mata adalah kondisi ketika air mata tidak bisa mengalir keluar dari mata dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti mata berair dan gangguan penglihatan. Selain itu, kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Apa sebenarnya penyebab penyumbatan saluran air mata? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Penyumbatan Saluran Air Mata?
Penyumbatan saluran air mata (blocked tear duct) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi air mata mengalir keluar dari mata dengan baik. Penyumbatan ini dapat menyebabkan aliran air mata melambat atau bahkan terhenti sehingga memicu penumpukan cairan di dalam sistem saluran air mata.
Sebagai informasi, mata membutuhkan air mata agar bisa berfungsi dengan baik. Air mata berfungsi untuk melumasi permukaan mata dan membantu kornea menyerap oksigen. Selain itu, air mata juga mengandung faktor imun yang melindungi mata dari infeksi atau membantu mata pulih dari infeksi.
Penyebab Penyumbatan Saluran Air Mata
Penyumbatan saluran air mata dapat terjadi karena berbagai macam alasan. Sebagian kasus bersifat kongenital (kelainan bawaan) dan sebagian kasus lainnya merupakan kondisi yang berkembang di kemudian hari.
Pada bayi dengan penyumbatan saluran air mata kongenital, penyumbatan saluran air mata bisa terjadi karena jaringan yang menutupi saluran tersebut tidak terbuka saat lahir sebagaimana mestinya. Namun kondisi ini biasanya bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan. Lebih jarang lagi, penyumbatan saluran air mata pada bayi bisa dikarenakan sistem drainase air mata tidak terbentuk dengan benar selama dalam kandungan.
Sementara pada orang dewasa, penyumbatan saluran air mata dapat disebabkan oleh berbagai alasan, di antaranya:
-
Bukaan kecil di sudut mata yang mengalirkan air mata (puncta) menyempit karena bertambahnya usia sehingga menyebabkan penyumbatan.
-
Riwayat mengalami kondisi penyempitan saluran air mata (dakriostenosis) dan batu air mata (dakriolit) yang dapat berkontribusi pada penyumbatan saluran air mata.
-
Cedera yang menyebabkan saluran drainase terpotong.
-
Terdapat puing-puing atau partikel kecil yang menyangkut di saluran air mata.
-
Patah tulang hidung atau cedera lain yang meninggalkan jaringan parut yang menekan saluran air mata.
-
Infeksi pada mata atau hidung yang menyebabkan pembengkakan di sekitar saluran air mata.
-
Konjungtivitis (infeksi pada konjungtiva).
-
Tumor yang menekan sistem drainase.
-
Operasi sinus yang merusak saluran air mata atau lubang yang mengalirkannya ke area tersebut.
-
Pemberian obat tetes mata untuk pengobatan glaukoma yang menyebabkan konjungtiva dan saluran air mata membengkak.
-
Pengobatan yodium radioaktif dan kemoterapi untuk kanker juga dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran air mata.
-
Memiliki riwayat uveitis atau glaukoma.
Gejala Penyumbatan Saluran Air Mata
Secara umum, beberapa gejala penyumbatan saluran air mata adalah sebagai berikut:
-
Mata berair (epifora).
-
Penumpukan cairan lengket atau berkerak pada kelopak mata dan/atau bulu mata.
-
Sering menggosok mata atau wajah di sekitar saluran yang tersumbat.
-
Mata kemerahan dan bengkak (akibat menggosok terlalu sering).
-
Penglihatan kabur.
-
Infeksi mata berulang.
-
Jika terjadi infeksi, gejala yang bisa terjadi adalah:
-
Pembengkakan atau kemerahan pada saluran air mata dan jaringan di sekitarnya.
-
Demam.
-
Pada bayi, menjadi lebih rewel.
-
Nyeri pada mata.
-
Kemerahan atau iritasi pada bola mata, terutama pada sklera (bagian putih mata).
Diagnosis Penyumbatan Saluran Air Mata
Dalam proses penegakan diagnosis penyumbatan saluran air mata, dokter akan memulainya dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan medis pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa atau meraba area sekitar mata dan saluran air mata, serta melakukan beberapa tes jika diperlukan.
Dokter dapat melakukan tes sederhana yang disebut dye disappearance test. Tes ini dilakukan dengan meneteskan zat warna khusus yang disebut fluorescein ke mata. Setelah 5 menit, dokter akan memeriksa mata dengan lampu khusus untuk melihat apakah masih terdapat zat pewarna yang tersisa. Jika masih ada, maka hal tersebut bisa menjadi tanda dari penyumbatan saluran air mata total atau sebagian.
Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lainnya jika mencurigai adanya masalah lain yang mendasari terjadinya kondisi ini. Beberapa tes lainnya yang dapat dilakukan adalah:
-
Irigasi dan probing. Prosedur irigasi dilakukan dengan menyiram larutan saline melalui sistem drainase air mata untuk memeriksa seberapa baik drainasenya. Probing dilakukan dengan memasukkan instrumen ramping ke lubang drainase kecil di sudut kelopak mata, yang disebut puncta, untuk memeriksa penyumbatan. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan ini bahkan dapat memperbaiki penyumbatan tersebut.
-
Tes pencitraan mata, bisa melalui X-ray atau CT scan pada saluran air mata (dacryocystogram). Untuk tes pencitraan mata ini, zat kontras dialirkan dari puncta ke dalam sistem drainase air mata. Kemudian X-ray atau CT scan tersebut digunakan untuk menemukan lokasi dan penyebab penyumbatan.
Penanganan Penyumbatan Saluran Air Mata
Penanganan untuk blocked tear duct tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Beberapa pasien mungkin memerlukan lebih dari satu metode penanganan. Penanganannya bisa mencakup metode nonbedah dan bedah (operasi). Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Metode penanganan nonbedah, meliputi:
-
Antibiotik untuk melawan infeksi.
-
Dilatasi, probing, dan pembilasan. Pada bayi, teknik ini melibatkan anestesi umum. Dokter akan memperbesar lubang puncta dengan instrumen dilatasi khusus. Kemudian, sebuah probe tipis dimasukkan melalui puncta dan ke dalam sistem drainase air mata. Sementara pada orang dewasa dengan penyempitan puncta sebagian (parsial), dokter dapat melebarkan puncta dengan probe kecil lalu membilas saluran air mata. Teknik ini disebut juga dengan irigasi.
-
Pemasangan stent atau intubasi nasolakrimalis. Prosedur ini melibatkan anestesi umum. Dokter akan menggunakan sebuah tabung kecil tipis untuk membuka penyumbatan atau penyempitan dalam sistem drainase air mata. Biasanya tabung tersebut akan dibiarkan berada di dalam saluran air mata selama sekitar tiga bulan sebelum dilepas. Kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi dari prosedur ini adalah peradangan akibat keberadaan tabung tersebut.
-
Dilatasi kateter balon. Prosedur ini biasanya efektif untuk bayi dan balita dan juga dapat digunakan pada orang dewasa dengan penyumbatan sebagian. Prosedur ini melibatkan anestesi umum dan dilakukan jika metode penanganan lain tidak berhasil atau penyumbatan kembali terjadi. Dokter akan memasukkan kateter ke dalam saluran air mata yang mengalami penyumbatan, lalu balon akan dipompa dan dikempiskan beberapa kali untuk membuka penyumbatan.
-
Metode penanganan bedah, meliputi:
-
Operasi yang umum dilakukan untuk menangani saluran air mata yang tersumbat adalah dakriosistorinostomi. Dalam prosedur ini, dokter spesialis mata akan membuat jalur pintas agar air mata dapat mengalir keluar. Jalur baru akan sepenuhnya melewati penyumbatan yang ada. Langkah-langkah dalam prosedur ini bervariasi, tergantung pada lokasi dan tingkat penyumbatan, di antaranya:
-
Eksternal: Dokter spesialis mata membuat sayatan di sisi hidung pasien, dekat dengan kantung lakrimal. Setelah menghubungkan kantung lakrimal ke rongga hidung dan menempatkan stent di jalur baru, dokter akan menutup sayatan kulit dengan beberapa jahitan.
-
Endoskopi atau endonasal: Dokter spesialis mata menggunakan kamera mikroskopis dan instrumen kecil lainnya yang dimasukkan melalui lubang hidung ke sistem saluran air mata. Metode ini tidak memerlukan sayatan sehingga tidak meninggalkan bekas luka. Namun, tingkat keberhasilannya mungkin tidak setinggi prosedur eksternal.
Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait penyumbatan saluran air mata di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
WebMD. What Are Blocked Tear Ducts?. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Blocked tear duct. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Blocked Tear Duct (Nasolacrimal Duct Obstruction). Diakses pada 2024 | Health Direct. Blocked tear duct. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini






