Perbedaan Overweight dan Obesitas yang Perlu Diketahui
Pola Hidup Sehat

Perbedaan Overweight dan Obesitas yang Perlu Diketahui

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
perbedaan overweight dan obesitas

Overweight dan obesitas adalah dua kondisi yang sering disamakan karena keduanya mengacu pada kelebihan berat badan. Dalam dunia medis, overweight dan obesitas merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan berat badan seseorang. Lantas, apa perbedaan overweight dan obesitas? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Perbedaan Overweight dan Obesitas

 

Overweight (kegemukan) dan obesitas adalah dua kondisi yang berbeda. Singkatnya, obesitas merupakan kondisi yang lebih parah jika dibandingkan overweight. Berikut adalah uraian mengenai perbedaan overweight dan obesitas selengkapnya yang penting untuk diketahui.

 

1. Batas Indeks Massa Tubuh (IMT)

 

Perbedaan overweight dan obesitas yang pertama bisa dilihat dari ketentuan batas indeks massa tubuh (IMT) atau body mass index (BMI) seseorang. Cara menghitung IMT adalah berat badan seseorang (dalam kilogram) dibagi tinggi badan dikuadratkan (dalam meter).

 

Menurut WHO, orang dengan berat badan berlebih memiliki IMT 25,0–29,9. Angka IMT di bawah 18,5 dikategorikan sebagai kurus (kekurangan berat badan), sedangkan IMT normal adalah antara 18,5–24,9.

 

Sementara itu, pengidap obesitas memiliki IMT 30,0 atau lebih tinggi. Pada kondisi ini, pasien biasanya direkomendasikan untuk melakukan operasi bariatrik. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi makanan yang ditampung oleh lambung atau mengurangi penyerapan nutrisi di usus.

 

Namun, ukuran IMT yang telah dijelaskan di atas mengacu pada WHO sehingga kurang cocok untuk orang Indonesia dan wilayah Asia Pasifik lainnya. Di Indonesia sendiri, ukuran IMT yang digunakan adalah sebagai berikut.

 

  • IMT <18,5: Underweight.

  • IMT 18,5–22,9: Normal.

  • IMT 23,0–24,9: Overweight.

  • IMT >25,0: Obesitas tingkat 1.

  • IMT >30,0: Obesitas tingkat 2.

  • IMT >40,0: Obesitas tingkat 3.

 

Sementara itu, klasifikasi IMT nasional menurut Pedoman Gizi Seimbang tahun 2014 adalah sebagai berikut.

 

  • IMT <17: Sangat kurus. 

  • IMT 17–<18,5: Kurus.

  • IMT 18,5–25,0: Normal.

  • IMT >25–27: Gemuk (overweight).

  • IMT >27: Obesitas.

 

Namun perlu diketahui, CDC mengatakan bahwa IMT sudah tidak begitu akurat untuk mengukur lemak tubuh karena tidak ada perbedaan antara massa otot, lemak, dan massa tulang. Hal ini membuat atlet yang sangat berotot memiliki IMT yang tinggi, padahal tidak dalam kondisi obesitas.

 

2. Penyebab

 

Perbedaan overweight dan obesitas selanjutnya terletak pada penyebabnya. Overweight adalah kelebihan berat badan yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti penumpukan lemak tubuh atau nonlemak, seperti kelebihan tulang dan otot atau gemuk air (penumpukan cairan berlebih dalam tubuh, misalnya edema). 

 

Sementara itu, penyebab obesitas adalah lemak pada tubuh, utamanya lemak di perut (viseral). Terdapat dua jenis obesitas, obesitas sentral dan perifer. Obesitas sentral adalah penumpukan lemak berlebih di area perut (lingkar perut pada pria ≥ 90 cm dan wanita ≥ 80 cm). Sedangkan obesitas perifer merupakan penumpukan lemak berlebih di bokong, pinggul, dan paha.

 

3. Komplikasi

 

Perbedaan obesitas dan overweight juga bisa dilihat dari komplikasi yang ditimbulkan. Pada kasus overweight, kecenderungan faktor resiko menjadi penyakit tertentu lebih kecil jika dibandingkan obesitas. Sedangkan obesitas cenderung mengakibatkan penyakit lain, seperti jantung, hipertensi, dan penyakit lainnya.

 

Sebenarnya, baik overweight maupun obesitas dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Namun, obesitas cenderung menyebabkan komplikasi lebih serius karena penumpukan lemaknya lebih banyak dibandingkan dengan overweight. 

 

Beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh obesitas adalah:

 

 

Cara Mencegah Overweight dan Obesitas

 

Baik overweight maupun obesitas, keduanya dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, lingkungan dan komunitas yang mendukung juga sangat penting dalam pencegahan overweight atau obesitas. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah overweight dan obesitas adalah:

 

  • Mengetahui berat badan dan lingkar pinggang ideal.

  • Membatasi asupan lemak,gula, dan makanan cepat saji.

  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

  • Rutin berolahraga minimal 30 menit sehari atau 150 menit per minggu.

  • Minum air putih yang cukup.

  • Istirahat dan tidur yang cukup.

  • Mengelola stres dengan baik, seperti mengikuti yoga atau meditasi, bukan dengan makan dalam jumlah yang  banyak.

 

Beberapa cara di atas bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan membakar lemak berlebih yang dapat menyebabkan overweight atau obesitas. Jika perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi mengenai pola hidup sehat yang tepat untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan secara berlebih.

 

Untuk memenuhi kebutuhan gizi harian guna mencegah masalah berat badan, Anda bisa memesan paket Homecare Catering Sehat melalui aplikasi MySiloam. Paket ini sudah termasuk konsultasi gratis dengan ahli gizi, kunjungan perawat 1x, serta gratis pengantaran untuk jarak rumah maksimal 10 km.

 

Anda dapat memesan paket Homecare Catering Sehat secara cepat dan mudah melalui aplikasi MySiloam. Manfaatkan juga aplikasi ini untuk akses kesehatan lainnya, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat appointment, hingga mengantre secara online sebelum mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail