Perdarahan Retina - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Perdarahan Retina - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

06 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal perdarahan retina

Retina adalah lapisan di bagian belakang mata yang memiliki fungsi penting, yakni mendeteksi cahaya yang masuk sehingga mata bisa melihat suatu objek dengan jelas. Namun, lapisan ini juga dapat mengalami gangguan, salah satunya perdarahan retina.

 

Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya perdarahan retina? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

 

Apa itu Perdarahan Retina?

 

Perdarahan retina atau retinal hemorrhage adalah istilah medis untuk perdarahan yang terjadi di retina. Gangguan pada retina ini dapat disebabkan oleh trauma, seperti benturan pada kepala, namun bisa juga dipicu oleh kondisi medis yang memengaruhi mata.

 

Kondisi ini umumnya hanya terjadi pada salah satu mata saja (perdarahan retina unilateral). Namun, tidak menutup kemungkinan perdarahan juga terjadi di kedua mata secara bersamaan meskipun kondisi ini sangat jarang ditemukan.

 

Jenis-Jenis Perdarahan Retina

 

Terdapat beberapa jenis retinal hemorrhage, yang umumnya diklasifikasikan berdasarkan lokasi perdarahan di dalam lapisan-lapisan retina. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai jenis-jenis perdarahan retina.

 

  • Vitreous hemorrhages: Perdarahan yang terjadi di bagian vitreus mata, yaitu bagian dalam mata yang terdiri dari cairan atau gel dan berada di antara lensa dengan retina.

  • Pre-retinal hemorrhages: Perdarahan yang terjadi akibat robekan pada membran atau selaput yang memisahkan vitreus dan retina.

  • Retinal nerve fiber layer (intraretinal) hemorrhages: Perdarahan pada lapisan serat saraf retina yang berperan sebagai penghubung antara retina dengan saraf optik. Perdarahan ini terkadang muncul dalam bentuk serupa bercak darah.

  • Subretinal hemorrhages: Perdarahan yang terjadi di bawah retina, tepatnya di antara retina dengan koroid.

 

Penyebab Perdarahan Retina

 

Penyebab perdarahan pada retina yang paling umum adalah trauma, penyakit autoimun, serta penyakit vaskular (kondisi medis yang memengaruhi pembuluh darah). Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Trauma

 

  • Cedera mata, cedera apa pun yang dapat merusak mata atau kepala.

  • Keracunan karbon monoksida (CO).

  • Shaken baby syndrome atau sindrom bayi terguncang. Mengguncang bayi atau balita terlalu keras dapat menyebabkan perdarahan pada retina hingga perdarahan otak.

  • Berpindah ke tempat yang lokasinya lebih tinggi dalam waktu cepat dapat meningkatkan tekanan dalam mata dan memicu perdarahan di retina.

 

B. Penyakit Autoimun

 

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang sel sehat di dalam tubuh, namun hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab sistem imun menyerang sel tubuh. Jenis penyakit autoimun yang dapat memicu perdarahan retina adalah lupus dan vaskulitis.

 

C. Penyakit Vaskular

 

 

Selain beberapa penyebab di atas, penderita leukemia dan infeksi bakteri, serta orang yang berusia di atas 40 tahun yang mengalami gangguan mata, seperti degenerasi makula juga diketahui berisiko mengalami perdarahan retina.

 

Gejala Perdarahan Retina

 

Perdarahan retina sering kali tidak menimbulkan gejala, namun penderitanya bisa kehilangan penglihatan secara tiba-tiba atau perlahan. Meski begitu, kondisi ini terkadang juga disertai dengan beberapa gejala umum, seperti:

 

  • Penglihatan bergelombang karena perdarahan di pusat retina.

  • Gangguan penglihatan yang semakin memburuk atau buram.

  • Melihat kilatan atau floaters.

  • Sakit kepala.

  • Warna kemerahan di mata.

  • Blind spot di area penglihatan tertentu.

 

Diagnosis Perdarahan Retina

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan mata secara keseluruhan, seperti melihat bagian dalam mata dan melakukan tes ketajaman penglihatan.

 

Guna menegakkan diagnosis adanya perdarahan retina, dokter biasanya akan merekomendasikan pasien untuk menjalani sejumlah tes, di antaranya:

 

  • Tes darah: Dilakukan untuk memeriksa kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengetahui penyebab perdarahan retina.

  • Fluorescein angiography: Digunakan untuk mengambil gambar bagian dalam mata. Tes ini menggunakan pewarna yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah di tangan dan cairan tersebut kemudian akan mengalir ke retina.

  • Ultrasonografi: Untuk melihat perdarahan di dalam mata.

  • MRI: Dilakukan untuk memeriksa apakah perdarahan disebabkan oleh adanya gangguan pada otak atau kepala.

 

Cara Mengatasi Perdarahan Retina

 

Retinal hemorrhage yang tergolong ringan atau tidak disebabkan oleh penyakit kronis biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Namun, jika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, dokter akan melakukan perawatan medis sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

 

Adapun beberapa penanganan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi perdarahan retina adalah:

 

  • Vitrektomi: Pengangkatan sebagian atau seluruh vitreus dari bagian tengah mata.

  • Injeksi intravitreal: Tindakan ini dilakukan dengan menyuntikkan obat secara langsung ke dalam vitreus.

  • Krioterapi atau laser: Prosedur untuk membekukan retina yang mengalami perdarahan sehingga dapat secara efektif menghentikan perdarahan.

  • Fotokoagulasi laser: Jenis bedah mata yang digunakan untuk menghancurkan atau mengecilkan abnormalitas pada retina.

 

Pada dasarnya, perdarahan retina adalah kondisi yang dapat disembuhkan. Namun, perdarahan ini mungkin saja dapat terjadi kembali apabila penyebab dasarnya tidak segera ditangani dengan baik.

 

Bagi pasien yang baru saja menjalani perawatan medis untuk mengatasi perdarahan retina, biasanya dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis obat-obatan dalam jangka waktu tertentu sesuai anjuran dari dokter.

 

Cara Mencegah Perdarahan Retina

 

Perdarahan retina dapat dilakukan dengan mengatasi penyakit-penyakit yang menjadi faktor risikonya dengan baik serta menjaga kesehatan mata secara keseluruhan. Adapun sejumlah cara untuk menjaga kesehatan mata adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak jenuh dan trans, kolesterol, gula, dan garam (natrium).

  • Memperbanyak asupan vitamin A, C, dan E,serta asam lemak omega-3.

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Melakukan olahraga dengan rutin.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama bagi Anda yang memiliki atau berisiko mengalami gangguan pada mata.

 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan yang memudahkan kebutuhan kesehatan Anda, salah satunya memesan layanan kunjungan dokter dan perawat yang memungkinkan Anda mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu keluar rumah. Mari unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail