Kesehatan Tubuh
Ini Prosedur Persiapan Endoskopi yang Perlu Diperhatikan

Table of Contents
- Langkah-Langkah Persiapan Endoskopi
- 1. Berdiskusi dengan Dokter Mengenai Kondisi Medis yang Dialami
- 2. Menginformasikan Riwayat Alergi dan Obat-obatan yang Dikonsumsi
- 3. Memahami Risiko dan Efek Samping Prosedur
- 4. Berpuasa pada Malam Hari sebelum Prosedur
- 5. Mengenakan Pakaian yang Nyaman
- 6. Memiliki Pengantar untuk Pulang ke Rumah setelah Prosedur
- 7. Mempersiapkan Waktu Pemulihan
Endoskopi adalah prosedur medis untuk memeriksa dan mengevaluasi kondisi saluran pencernaan pasien. Sebelum menjalani prosedur ini, tentunya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh pasien terlebih dahulu. Sebetulnya, apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan endoskopi? Untuk memahaminya, mari simak pembahasan di bawah ini.
Langkah-Langkah Persiapan Endoskopi
Endoskopi adalah tindakan medis yang dilakukan dengan cara memasukkan tabung tipis yang fleksibel dan dilengkapi kamera ke dalam saluran pencernaan. Prosedur ini dapat membantu dokter untuk menegakkan diagnosis dan menangani berbagai gangguan pencernaan.

Agar tindakannya dapat dilakukan secara efektif, terdapat beberapa persiapan endoskopi yang perlu diperhatikan oleh pasien. Adapun langkah-langkah persiapan endoskopi tersebut, di antaranya sebagai berikut:
1. Berdiskusi dengan Dokter Mengenai Kondisi Medis yang Dialami
Langkah persiapan endoskopi yang pertama adalah berdiskusi dengan dokter mengenai kondisi medis yang dialami atau diderita, termasuk saat sedang hamil maupun menderita masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Hal ini dapat membantu dokter mengetahui apakah perlu dilakukan tindakan pencegahan tertentu agar prosedur endoskopi dapat dilakukan seaman mungkin.
2. Menginformasikan Riwayat Alergi dan Obat-obatan yang Dikonsumsi
Langkah persiapan sebelum endoskopi selanjutnya adalah menginformasikan riwayat alergi dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi kepada dokter. Dalam beberapa kondisi, dokter mungkin akan meminta pasien untuk mengubah dosis atau berhenti meminum obat tersebut beberapa hari sebelum prosedur dilakukan karena dikhawatirkan bisa memicu terjadinya komplikasi selama prosedur endoskopi, seperti perdarahan.
Adapun beberapa jenis obat yang bisa meningkatkan risiko perdarahan selama prosedur endoskopi adalah:
-
Obat antiinflamasi, seperti naproxen, ibuprofen, celecoxib, meloxicam, dan lain-lain.
-
Obat pengencer darah seperti warfarin dan heparin.
-
Aspirin, obat antidemam, antinyeri, dan juga memiliki efek pengencer darah.
Selain itu, dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk tidak mengonsumsi obat-obatan yang bisa menimbulkan rasa kantuk, seperti obat anticemas dan antidepresan, karena bisa mengganggu kerja obat bius (anestesi) dalam prosedur endoskopi.
Apabila pasien sedang menjalani terapi insulin dan menggunakan obat untuk mengendalikan diabetes, dokter dapat menyesuaikan serta merencanakan prosedur endoskopi yang tepat agar tidak menyebabkan penurunan kadar gula darah.
3. Memahami Risiko dan Efek Samping Prosedur
Sebelum menjalani prosedur endoskopi, pasien perlu mengenali dan memahami berbagai risiko efek samping atau komplikasi yang mungkin terjadi selama operasi berlangsung maupun sesudah operasi selesai dilakukan. Meski cenderung jarang terjadi, berikut adalah beberapa risiko efek samping atau komplikasi yang bisa terjadi selama dan pascaprosedur endoskopi:
-
Masuknya cairan atau makanan ke dalam paru-paru. Kondisi ini bisa terjadi jika pasien mengonsumsi makanan atau minuman sebelum menjalani prosedur endoskopi.
-
Reaksi alergi terhadap obat bius.
-
Perdarahan.
-
Luka atau robeknya area saluran pencernaan yang diperiksa.
4. Berpuasa pada Malam Hari sebelum Prosedur
Salah satu hal yang penting dilakukan dalam persiapan endoskopi adalah berpuasa terlebih dahulu pada malam hari (kurang lebih sekitar 8 jam) sebelum pelaksanaan prosedur. Namun, pasien tetap diperkenankan mengonsumsi cairan bening (clear liquid) hingga 6 jam sebelum menjalani endoskopi. Cairan bening dengan mudah diserap oleh tubuh dan mengurangi rangsangan pada sistem pencernaan juga tidak meninggalkan residu di dalam saluran usus. Beberapa cairan bening tersebut, di antaranya:
-
Air putih.
-
Kopi tanpa krim.
-
Jus sari apel.
-
Kaldu.
Di samping itu, pasien juga diarahkan untuk menghindari konsumsi minuman apa pun yang berwarna merah atau oranye karena dapat menodai saluran cerna dan dokter tidak bisa melihat dengan jelas ketika prosedur endoskopi dilakukan, cairan berwarna merah dan oranye juga akan rancu dengan darah.
5. Mengenakan Pakaian yang Nyaman
Meskipun diberikan obat untuk membuat tubuh lebih rileks, prosedur endoskopi mungkin masih bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pasien. Guna meminimalkan hal tersebut, pasien disarankan mengenakan pakaian yang nyaman serta menghindari menggunakan perhiasan. Pasien juga akan diminta untuk melepas kacamata atau gigi palsu sebelum pelaksanaan prosedur endoskopi.
6. Memiliki Pengantar untuk Pulang ke Rumah setelah Prosedur
Setelah menjalani prosedur endoskopi, pasien mungkin masih mengantuk karena efek yang ditimbulkan dari obat anestesi. Hal ini membuat pasien tidak diperkenankan untuk mengemudi sendiri. Karena itu, sebelum menjalani prosedur endoskopi, mintalah bantuan kepada orang lain untuk menjemput dan mengantarkan pasien pulang ke rumah.
7. Mempersiapkan Waktu Pemulihan
Tindakan endoskopi mungkin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di area tertentu, seperti tenggorokan setelah menjalani prosedur. Efek dari beberapa obat juga mungkin memerlukan waktu sampai benar-benar menghilang sepenuhnya. Karena itu, pasien disarankan untuk mempersiapkan waktu pemulihan pascaprosedur sebaik mungkin, seperti meminta izin atau cuti sementara waktu dari pekerjaan.
Itu dia langkah-langkah persiapan endoskopi yang penting untuk diperhatikan. Di samping itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals selama mempersiapkan diri sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk jika hendak menjalani prosedur endoskopi.
Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter sekaligus memudahkan pembuatan janji temu dengan dokter secara virtual. Aplikasi tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan self check in dan mengantre secara online sehingga Anda tak perlu berlama-lama menunggu di rumah sakit.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







