Proses Pembentukan Urine & Organ Tubuh yang Berperan
Kesehatan Tubuh

Proses Pembentukan Urine & Organ Tubuh yang Berperan

31 Juli 2025 4 menit waktu baca
proses pembentukan urine

 

Urine adalah hasil penyaringan darah oleh ginjal yang berisi racun dan limbah, kemudian dikeluarkan oleh tubuh. Proses pembentukan urine terbagi menjadi tiga tahap, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Jika salah satu atau lebih proses ini mengalami gangguan, zat-zat beracun dan limbah tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh sehingga dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Mari pahami lebih lanjut terkait proses pembentukan urine dalam artikel berikut ini.

 

Organ yang Berperan dalam Proses Pembentukan Urine

 

Terdapat beberapa organ dalam sistem urinaria yang terlibat selama proses pembentukan urine. Berikut penjelasannya:

 

1. Ginjal

 

Salah satu proses pembentukan urine terjadi di dalam ginjal. Fungsi ginjal dalam hal ini yaitu menyaring darah dan membuang limbah serta cairan berlebihan dalam tubuh yang nantinya dibuang bersamaan dengan urine. Selain itu, ginjal juga berperan menyeimbangkan kadar air serta elektrolit tubuh.

 

2. Ureter

 

Organ yang juga berperan dalam proses terbentuknya urine adalah ureter. Dalam hal ini, ureter berfungsi sebagai saluran yang membawa urine hasil penyaringan dari ginjal menuju kandung kemih. Selama proses ini, otot-otot pada dinding ureter akan berkontraksi dan mengendur agar urine turun dari ginjal.

 

3. Kandung Kemih

 

Fungsi utama kandung kemih adalah menampung urine yang dibawa oleh ureter. Dinding kandung kemih akan mengencang dan mengendur supaya urine bisa tetap tersimpan. Pada umumnya, kandung kemih dapat menyimpan sebanyak 300–500 ml urine selama 2–5 jam.

 

4. Uretra

 

Organ selanjutnya yang juga berperan dalam proses pembentukan urine adalah uretra. Setelah proses pembentukan urine selesai, urine akan dikeluarkan melalui uretra. Uretra merupakan saluran kencing yang menghubungkan kandung kemih sebagai tempat penyimpanan urine dan lubang saluran kemih.

 

Proses Pembentukan Urine

 

Proses pembentukan urine terdiri dari tiga tahap, yakni filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan terakhir adalah augmentasi (pengumpulan). Lebih lengkapnya, urutan proses pembentukan urine adalah sebagai berikut:

 

1. Filtrasi

 

Filtrasi atau penyaringan merupakan proses pembentukan urine yang terjadi di dalam ginjal. Perlu diketahui, sekitar 20% darah melewati ginjal untuk dilakukan penyaringan. Tujuan penyaringan ini adalah menghilangkan zat sisa metabolisme (limbah) dalam darah.

 

Secara spesifik, tahap filtrasi terjadi di badan Malpighi yang terdiri dari glomerulus yang dibungkus kapsula bowman atau kantong pelindung yang juga menyimpan hasil filtrasi. Glomerulus sendiri berperan untuk menyaring protein dari darah dan limbah.

 

Urine yang keluar dari proses penyaringan ini disebut juga dengan urine primer. Urine primer dan urea di dalamnya merupakan hasil amonia yang sudah terakumulasi. Hal ini berlangsung saat organ hati memproses asam amino dan disaring oleh glomerulus.

 

2. Reabsorpsi

 

Reabsorpsi (penyerapan kembali) adalah tahapan ketika urine primer diserap kembali oleh tubulus proksimal nefron, tubulus distal, dan tubulus pengumpul. Tujuan reabsorpsi adalah menyaring kembali air, natrium, asam amino, dan zat gizi lain yang masih dibutuhkan oleh tubuh ke aliran darah. Setelah disaring kembali, urine akan bergerak secara osmosis dari konsentrasi tinggi ke yang lebih rendah. Urine yang dihasilkan dari tahap reabsorpsi disebut sebagai urine sekunder.

 

3. Augmentasi

 

Augmentasi atau sekresi adalah tahap akhir dalam proses pembentukan urine. Tahap ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH asam-basa dalam tubuh serta keseimbangan elektrolit dalam darah. Pada tahap augmentasi, urine sekunder akan mengalir ke tubulus distal dan pengumpul.

 

Di waktu yang sama, zat yang berkonsentrasi tinggi, seperti kalsium dan kalium yang berasal dari pembuluh kapiler juga turut mengalir ke tubuh. Selanjutnya, urine akan mengalir ke bagian tengah ginjal, lalu ke ureter dan ditampung dalam kandung kemih. Terakhir, urine akan mengalir ke uretra untuk dikeluarkan.

 

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Urinaria

 

Proses pembentukan urine akan terganggu jika salah satu organ yang terlibat di dalamnya mengalami masalah, misalnya gagal ginjal. Itulah mengapa, kesehatan sistem urinaria perlu dijaga dengan baik. Adapun, beberapa cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

 

  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh harian dengan mengonsumsi kurang lebih dua liter air per hari.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Menerapkan pola makan sehat, seperti memperbanyak asupan protein dan mengurangi lemak.

  • Buang air kecil setelah berhubungan intim.

  • Hindari menahan atau menunda buang air kecil untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih.

 

Itulah informasi seputar proses pembentukan urine dalam tubuh manusia. Perlu dipahami bahwa seluruh informasi yang tertulis di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. 

 

Oleh karena itu, apabila Anda memiliki keluhan terkait sistem urinaria, seperti perubahan frekuensi buang air kecil dan warna urine, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai akses, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati fitur-fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

message

ArticleDetail