Kesehatan Tubuh
Sindrom Nefrotik pada Anak, Bukan Sekadar Pembengkakan Biasa!

Table of Contents
Sindrom nefrotik pada anak adalah salah satu gangguan ginjal serius yang dapat terjadi pada anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan hilangnya protein dalam jumlah besar melalui urine, yang kemudian dapat memicu berbagai gejala seperti pembengkakan pada wajah, perut, atau kaki.
Meskipun tergolong cukup jarang, sindrom ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak jika tidak ditangani secara tepat. Mari pahami lebih lanjut tentang sindrom nefrotik pada anak melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Sindrom Nefrotik pada Anak?
Sindrom nefrotik pada anak adalah kumpulan gejala yang mengindikasikan bahwa ginjal si kecil tidak berfungsi dengan baik. Sebagai catatan, ginjal terdiri dari sekitar satu juta unit penyaring yang disebut sebagai nefron. Nefron adalah bagian terkecil dari ginjal. Setiap nefron mencakup glomerulus (penyaring) dan tubulus.
Glomerulus berfungsi menyaring darah, sedangkan tubulus mengembalikan zat-zat yang dibutuhkan tubuh ke dalam darah dan membuang limbah serta air berlebih yang pada akhirnya menjadi urine. Sindrom nefrotik biasanya terjadi ketika glomerulus rusak sehingga menyebabkan terlalu banyak protein bocor dari darah ke dalam urine.
Sindrom nefrotik tidak terlalu umum terjadi pada anak-anak. Rata-rata Kurang dari 5 per 100.000 anak di seluruh dunia mengalami sindrom nefrotik setiap tahun. Sindrom ini memiliki beberapa nama lain, tergantung dari usia anak ketika gejala dimulai. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Sindrom nefrotik kongenital: Saat anak lahir hingga usia 3 bulan.
-
Sindrom nefrotik infantil: Saat anak berusia 3–12 bulan.
-
Sindrom nefrotik anak–anak: Saat anak berusia 12 bulan atau lebih.
Penyebab Sindrom Nefrotik pada Anak
Berdasarkan penyebabnya, sindrom nefrotik pada anak terbagi menjadi dua jenis, di antaranya:
-
Sindrom nefrotik primer (idiopatik): Sindrom ini terjadi karena kelainan pada ginjal saja, tanpa adanya penyakit lain yang mendasari.. Beberapa penyakit ginjal yang dapat menyebabkan sindrom nefrotik primer di antaranya:
-
Minimal change disease (MCD): Kondisi ini merupakan penyebab paling umum sindrom nefrotik pada anak. Kondisi ini disebut “minimal” karena kerusakan ginjal hanya dapat dilihat lewat mikroskop elektron, yaitu mikroskop yang memiliki daya pembesaran objek sampai 2 juta kali.. Meski penyebab MCD tidak diketahui, para ahli menganggap sistem imun berperan dalam kondisi ini.
-
Focal segmental glomerulosclerosis (FSGS): Penyakit ini dapat menyebabkan beberapa glomerulus ginjal menjadi jaringan parut. FSGS bisa disebabkan oleh varian genetik atau perubahan pada gen yang ada saat lahir.
-
Membranous nephropathy (MN): Kondisi ini merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan protein imun menumpuk di membran dasar glomerulus ginjal. Akibatnya, membran menjadi tebal sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini mengakibatkan terlalu banyak protein masuk ke dalam urine.
-
Sindrom nefrotik sekunder: Sindrom ini berkembang karena penyakit lain yang mungkin tidak berkaitan dengan ginjal secara langsung, seperti:
-
Penyakit sistemik (penyakit yang melibatkan banyak organ), seperti vaskulitis IgA (purpura Henoch-Schönlein) dan lupus.
-
Infeksi, seperti endokarditis, hepatitis B dan C, HIV, serta malaria.
-
Keganasan (kanker), seperti leukemia dan limfoma.
-
Efek samping obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati gangguan suasana hati, pengeroposan tulang, serta kanker.
Sementara itu, sindrom nefrotik pada bayi baru lahir atau bayi yang berusia di bawah 12 bulan atau yang disebut sebagai sindrom nefrotik kongenital paling umum disebabkan oleh:
-
Varian genetik (terjadi pada sebagian besar kasus sindrom nefrotik kongenital).
-
Infeksi yang terjadi pada atau sebelum kelahiran, seperti sifilis dan toksoplasmosis.
Gejala Sindrom Nefrotik pada Anak
Gejala paling umum sindrom nefrotik pada si kecil adalah pembengkakan di sekitar mata. Namun, pembengkakan ini sering kali disalahartikan sebagai alergi musiman. Biasanya, pembengkakan akan menjadi lebih parah di pagi hari. Adapun gejala umum lainnya meliputi:
-
Pembengkakan di tungkai bawah, telapak kaki, perut, tangan, wajah, atau bagian tubuh lainnya.
-
Urine berbusa.
-
Kelelahan.
Beberapa anak dengan sindrom nefrotik juga dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:
-
Darah dalam urine (hematuria).
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Kram otot.
-
Diare atau mual.
Sementara itu, temuan pemeriksaan laboratorium yang mengindikasikan sindrom nefrotik adalah sebagai berikut:
-
Terlalu banyak protein dalam urine yang disebut sebagai proteinuria.
-
Kadar protein albumin yang rendah dalam darah (hipoalbuminemia).
-
Kadar kolesterol dan lipid (lemak) yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
Diagnosis Sindrom Nefrotik pada Anak
Dalam proses penegakan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Guna menegakkan diagnosis, dokter memerlukan pemeriksaan tambahan, yang paling utama adalah tes urine dan tesdarah.
Sindrom nefrotik biasanya dapat didiagnosis setelah pasien melakukan tes urine dan ditemukan sejumlah besar protein di dalam urine. Selain itu, pasien biasanya juga diminta melakukan tes darah untuk mengukur kadar protein albumin di dalam darah. Dokter akan mendiagnosis sindrom nefrotik bila kadar albumin ditemukan rendah.
Beberapa pemeriksaan tambahan untuk membantu mengidentifikasi penyebab sindrom meliputi:
-
USG ginjal.
-
Biopsi ginjal. Tindakan ini bertujuan untuk mengambil sampel jaringan ginjal yang sangat kecil untuk melihat jenis kerusakan ginjal. Banyak anak dengan sindrom nefrotik tidak memerlukan biopsi ginjal. Biopsi diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki penyakit kompleks, fungsi ginjal rendah, berusia 12 tahun atau lebih. Dalam beberapa kasus, jika respons pasien terhadap pengobatan awal tidak baik, pasien mungkin diminta melakukan biopsi ginjal.
-
Pemeriksaan genetik.
Pengobatan Sindrom Nefrotik pada Anak
Pengobatan utama untuk sindrom nefrotik pada anak adalah dengan pemberian obat steroid. Obat-obatan ini berfungsi menekan sistem kekebalan tubuh, mengurangi jumlah protein yang masuk ke dalam urin, dan mengurangi pembengkakan.
Namun, dokter juga dapat merekomendasikan pengobatan lain bila pasien mengalami efek samping steroid yang berat parah. Sebagian besar anak-anak dengan sindrom ini dapat mengalami kekambuhan hingga akhir masa remaja sehingga perlu mengonsumsi steroid jika hal ini terjadi.
Anak-anak yang didiagnosis dengan sindrom nefrotik untuk pertama kalinya biasanya diresepkan obat steroid prednisolon dosis penuh selama minimal 4 minggu, diikuti dengan dosis yang lebih kecil setiap dua hari selama 4 minggu berikutnya. Pengobatan ini membantu menghentikan kebocoran protein dari ginjal ke dalam urine anak.
Obat prednisolon biasanya tidak mengakibatkan efek samping yang serius atau berlangsung dalam jangka panjang. Kendati demikian, beberapa anak mungkin merasakan peningkatan nafsu makan, pipi memerah, berat badan bertambah, serta perubahan suasana hati.
Kendati demikian, kebanyakan anak merespons obat ini dengan baik. Hal ini ditandai dengan hilangnya protein dari urine dan pembengkakan yang berkurang dalam beberapa minggu. Periode ini dikenal juga sebagai remisi. Selain steroid, beberapa pilihan pengobatan lainnya adalah sebagai berikut:
-
Diuretik: Obat yang membantu mengurangi pembengkakan dengan cara meningkatkan produksi urine.
-
Obat golongan statin: Obat ini diberikan untuk menurunkan kolesterol dalam darah.
-
Obat pengencer darah: Obat ini diberikan untuk menangani pembekuan darah.
-
Antibiotik: Obat antibiotik biasanya diresepkan untuk mencegah atau mengobati infeksi yang menjadi penyebab sindrom nefrotik.
-
Perubahan pola makan: Mengurangi jumlah garam dalam makanan untuk mencegah retensi cairan yang menyebabkan edema.
-
Vaksinasi: Anak-anak dengan sindrom nefrotik disarankan mendapatkan vaksin pneumokokus dan influenza untuk mencegah infeksi virus dan bakteri.
-
Obat-obatan tambahan: Obat ini biasanya digunakan bersamaan atau sebagai pengganti steroid, di antaranya:
-
Levamisole.
-
Cyclophosphamide.
-
Ciclosporin.
-
Tacrolimus.
-
Mycophenolate.
-
Rituximab.
-
Infus albumin: Diberikan jika kadar albumin di dalam darah terlalu rendah.
Itulah penjelasan mengenai sindrom nefrotik pada anak yang perlu Anda pahami. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatrik (Anak) di Siloam Hospitals terdekat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
NHS UK. Nephrotic syndrome in children. Diakses pada 2025 | National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Nephrotic Syndrome in Children. Diakses pada 2025 | StatPears Publishing. Nephrotic Syndrome. Diakses pada 2025 | Sari Pediatri. Sindrom Nefrotik Idiopatik Sensitif Steroid pada Anak: Telaah Perbandingan. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Ginjal Basic
Skrining Ginjal, Skrining Lite
7 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Prima
Skrining Lite
8 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 1 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
3 Service/Item
Rp2.150.000
Paket Post Transplantasi Ginjal 2 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
6 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 4 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
4 Service/Item
Rp8.200.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Routine Test / Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp63.000
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Ginjal
Darah, Skrining Ginjal
3 Service/Item
Rp189.550
Protein Urine Ad Random / Protein Urine Acak
1 Service/Item
Rp247.500
Protein Urine Quantitative / Protein Urine Kuantitatif
1 Service/Item
Rp289.800






