Nyeri Dada Karena Stres? Waspadai Sindrom Patah Hati!
Kesehatan Tubuh

Nyeri Dada Karena Stres? Waspadai Sindrom Patah Hati!

04 Februari 2025 5 menit waktu baca
sindrom patah hati

 

Sindrom patah hati atau yang secara medis disebut sebagai kardiomiopati takotsubo adalah kondisi jantung yang dapat disebabkan oleh situasi yang membuat stres, baik stres secara fisik atau emosional. Sindrom ini sering kali dialami oleh wanita pascamenopause. Lantas, bagaimana sindrom patah hati bisa terjadi? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Sindrom Patah Hati?

 

Sindrom patah hati atau broken-heart syndrome adalah kondisi jangka pendek ketika sebagian otot jantung melemah dengan cepat yang terjadi setelah stres fisik atau emosional secara tiba-tiba. Melemahnya otot jantung tersebut dapat mengganggu suplai darah dan kemampuannya untuk memompa darah.

 

Sindrom patah hati hanya memengaruhi sebagian jantung. Sindrom ini dapat mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah. Terkadang, jantung berkontraksi lebih kuat. Kondisi mungkin membuat seseorang mengalami nyeri dada tiba-tiba atau mengira mereka mengalami serangan jantung.

 

Namun, mengingat bahwa setiap sel dalam tubuh bergantung pada suplai oksigen yang stabil yang dibawa oleh darah, jantung yang tidak bisa bekerja dengan baik akan membahayakan seluruh tubuh. Adapun beberapa nama lain untuk sindrom patah hati adalah sebagai berikut:


Sumber: heartfoundation.org.nz

 

  • Kardiomiopati Takotsubo. Istilah 'Takotsubo' berasal dari bahasa Jepang yang berarti perangkap gurita, merujuk pada bentuk bilik kiri jantung yang terlihat seperti perangkap gurita selama memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

  • Kardiomiopati balon apikal (transient apical ballooning syndrome).

  • Kardiomiopati stres.

  • Sindrom Gebrochenes-Herz.

 

Insidensi dari sindrom patah hati ini belum diketahui secara pasti. Kondisi ini terjadi pada 1 hingga 2% pasien yang diduga menderita sindrom koroner akut.

 

Penyebab Sindrom Patah Hati

 

Belum diketahui secara pasti mengapa sindrom patah hati bisa terjadi. Hanya saja, kondisi ini terjadi ketika seseorang sedang stres. Namun, diperkirakan bahwa lonjakan hormon, seperti adrenalin, dapat menyebabkan kerusakan jantung dalam waktu singkat pada beberapa orang. Kendati demikian, belum diketahui bagaimana hormon-hormon tersebut bisa memengaruhi jantung.

 

Selain itu, terjepitnya arteri besar atau kecil jantung untuk sementara waktu juga dapat berperan dalam perkembangan sindrom patah hati. Pasalnya, orang yang menderita sindrom patah hati juga dapat mengalami perubahan pada struktur otot jantung. 

 

Peristiwa fisik atau emosional yang intens sering kali terjadi sebelum sindrom patah hati. Apa pun yang menyebabkan reaksi emosional yang kuat dapat memicu kondisi tersebut. Contohnya meliputi:

 

  • Penyakit mendadak, seperti serangan asma atau COVID-19.

  • Operasi besar.

  • Patah tulang mendadak.

  • Kematian orang yang dicintai atau peristiwa kehilangan lainnya.

  • Argumen yang kuat.

  • Mendapatkan kabar buruk.

  • Peristiwa traumatis, seperti gempa bumi atau kecelakaan.

  • Kejadian positif dalam hidup yang disebut sebagai ‘happy heart syndrome’.

  • Pengaruh obat-obatan tertentu, seperti:

    • Obat-obatan darurat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi parah atau serangan asma parah.

    • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati hidung tersumbat.

    • Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan.

    • Obat-obatan terlarang, seperti kokain.

 

Gejala Sindrom Patah Hati

 

Gejala sindrom patah hati bisa terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah peristiwa yang membuat stres. Pelepasan hormon stres dapat melumpuhkan otot jantung untuk sementara sehingga menimbulkan gejala yang mirip dengan serangan jantung. Secara lebih spesifik, beberapa tanda dan gejala sindrom patah hati adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri dada berat yang disertai sensasi terbakar atau nyeri menjalar (angina).

  • Sesak napas.

  • Detak jantung tidak teratur (aritmia).

  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).

  • Pingsan (sinkop).

 

Sindrom Patah Hati vs. Serangan Jantung

 

Mengingat bahwa sindrom patah hati menimbulkan gejala yang mirip dengan serangan jantung (infark miokard). Keduanya dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak napas sehingga kerap disalahartikan. 

 

Namun, pada sindrom patah hati, seseorang tidak mengalami penyumbatan arteri koroner serta kerusakan jantung secara permanen. Sementara itu, infark miokard atau serangan jantung terjadi akibat adanya penyumbatan pada arteri koroner.

 

Diagnosis Sindrom Patah Hati

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Jika diperlukan, dokter mungkin akan meminta pasien menjalani beberapa tes penunjang guna mengonfirmasi diagnosis. Tes tersebut, di antaranya:

 

  • Tes darah untuk memeriksa enzim tertentu dari sel otot jantung yang rusak.

  • Elektrokardiogram (EKG).

  • X-ray dada.

  • Ekokardiografi.

  • Angiografi koroner.

  • MRI (magnetic resonance imaging) jantung.

  • Ventrikulogram.

 

Pengobatan Sindrom Patah Hati

 

Pada dasarnya, tidak ada obat khusus untuk sindrom patah hati. Namun, kebanyakan orang pulih sepenuhnya setelah mengonsumsi beberapa obat-obatan. Banyak orang dengan sindrom patah hati pulih sepenuhnya dalam waktu sekitar 1 bulan. Dokter dapat melakukan ekokardiogram dilakukan sekitar 4–6 minggu setelah gejala pertama muncul untuk memastikan jantung bekerja lebih baik.

 

Adapun beberapa jenis obat-obatan yang biasanya diberikan untuk mengatasi sindrom patah hati adalah sebagai berikut:

 

  • Aspirin untuk meningkatkan sirkulasi dan mencegah pembekuan darah.

  • ACE inhibitor atau ARB (angiotensin receptor blocker) untuk menurunkan tekanan darah dan melawan peradangan.

  • Beta-blocker untuk memperlambat detak jantung.

  • Diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan.

  • Jika jantung memerlukan bantuan untuk memompa, pasien mungkin memerlukan pompa balon intra-aorta atau alat bantu ventrikel kiri (namun jarang terjadi).

 

Sindrom patah hati menunjukkan kuatnya keterkaitan antara kesehatan emosional dan fisik. Penting untuk disadari bahwa trauma emosional tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga dapat memberikan pengaruh pada fisik secara nyata dan terkadang berbahaya terhadap kesehatan, terutama pada fungsi jantung.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Penyebab dan gejala yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik merepresentasikan sindrom patah hati, sehingga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya.

 

Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti nyeri dada dan sesak napas, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Sumber

Cleveland Clinic. Broken Heart Syndrome. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Broken heart syndrome. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Misteri Medis Patah Hati: Inilah Fakta di Balik Sindrom Broken Heart. Diakses pada 2024 | AHA. Kardiomiopati Takotsubo. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail