Ini Dia Tips agar Melahirkan Normal setelah Caesar
Ibu dan Anak

Ini Dia Tips agar Melahirkan Normal setelah Caesar

28 Oktober 2025 4 menit waktu baca
tips agar melahirkan normal setelah caesar

Jika sebelumnya ibu melahirkan secara caesar, bukan tidak mungkin untuk melahirkan secara normal pada kehamilan berikutnya. Harapan ini bisa diwujudkan dengan metode VBAC atau Vaginal Birth After Caesarean. Namun, metode VBAC tidak disarankan untuk ibu hamil yang memiliki kondisi tertentu, seperti preeklampsia dan obesitas. Lantas, adakah tips agar melahirkan normal setelah caesar bisa terlaksana? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Bisakah Melahirkan Normal setelah Caesar?

 

Operasi caesar adalah proses melahirkan yang dilakukan dengan cara pembedahan. Sebagian besar ibu yang sudah melahirkan secara caesar biasanya akan disarankan untuk melahirkan dengan cara caesar pada persalinan berikutnya. Namun, ternyata masih ada peluang bagi ibu yang ingin melakukan persalinan normal pada kehamilan selanjutnya.

 

Metode ini disebut juga dengan Vaginal Birth After Caesarean (VBAC). VBAC adalah prosedur persalinan normal yang dilakukan pada ibu yang sebelumnya pernah menjalani operasi caesar. Namun, metode ini hanya bisa dilakukan selama ibu hamil memenuhi persyaratan untuk VBAC.

 

Prosedur VBAC pun memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun, prosedur ini harus dijalani di fasilitas kesehatan dengan dokter spesialis kandungan yang hadir di sepanjang proses persalinan aktif, yang mampu memantau persalinan, serta mampu melakukan persalinan caesar darurat. Selain itu, fasilitas kesehatan juga harus mempunyai dokter spesialis anestesi yang siap jika harus dilakukan operasi caesar.

 

Faktor yang Perlu Diperhatikan

 

Beberapa faktor yang biasanya menjadi pertimbangan dokter pada ibu yang ingin menjalani persalinan normal setelah operasi caesar adalah:

 

  • Riwayat operasi caesar tidak lebih dari 2 kali.

  • Bayi di kandungan berada dalam posisi normal (posisi kepala bayi berada di bagian bawah rahim).

  • Ibu mempunyai ukuran panggul yang besar dan cukup untuk bayi melewatinya selama persalinan normal.

  • Taksiran ukuran dan berat badan bayi normal.

  • Sayatan bekas operasi caesar berada di bagian yang rendah di rahim dan arahnya horizontal.

  • Tidak memiliki riwayat penyakit yang berpotensi menimbulkan risiko komplikasi pada persalinan normal seperti fibroid atau plasenta previa.

  • Tidak memiliki riwayat ruptur uteri (kondisi rahim robek).

  • Tidak memiliki riwayat operasi mioma (miomektomi) pada rahim. 

 

Tips agar Melahirkan Normal setelah Caesar

 

Agar ibu bisa menjalani persalinan normal setelah caesar, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Cari Informasi Mengenai Persyaratan VBAC

 

Tips agar melahirkan normal setelah caesar yang pertama adalah mengetahui persyaratan VBAC. Persyaratan yang dimaksud dalam hal ini adalah kondisi kesehatan ibu hamil. Agar bisa melakukan persalinan normal setelah caesar, ibu hamil harus dalam kondisi sehat dan mampu menjalani serta mentoleransi prosedur pembedahan, serta memenuhi faktor-faktor pertimbangan yang telah dijabarkan di atas. 

 

Perlu diperhatikan bahwa meski tingkat keberhasilannya tinggi, VBAC juga berisiko tinggi sehingga tidak semua ibu hamil bisa menjalaninya. Adapun beberapa kondisi yang membuat ibu hamil tidak disarankan menjalani persalinan normal setelah caesar, di antaranya adalah:

 

  • Janin memiliki berat lebih dari 4 kg.

  • Mengalami preeklamsia.

  • Obesitas, yang mana indeks massa tubuh ibu hamil lebih dari 30.

  • Persalinan macet.

  • Kehamilan kembar tiga atau lebih.

  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.

  • Dalam 19 bulan terakhir pernah melakukan operasi caesar.

  • Pernah menjalani operasi caesar karena indikasi medis sebanyak dua kali berturut-turut sebelumnya.

 

2. Dilakukan di Waktu yang Tepat

 

Tips agar melahirkan normal setelah caesar berikutnya adalah memahami selisih jarak antar kehamilan (sekarang dan sebelumnya) yang diperbolehkan. Umumnya, jarak aman melahirkan normal setelah caesar adalah minimal dua tahun dari kelahiran sebelumnya.

 

Apabila ibu hamil hendak melahirkan normal pada jarak satu tahun setelah menjalani caesar atau kurang dari dua tahun, maka risiko terjadinya komplikasi seperti ruptur uteri akan semakin tinggi. Selain itu, VBAC juga dinilai lebih aman dan risiko komplikasi serta tingkat kegagalannya lebih rendah pada ibu hamil berusia di bawah 40 tahun.

 

3. Mempertimbangkan Risikonya

 

Ibu juga perlu mempertimbangkan risiko yang bisa terjadi ketika memilih melahirkan normal setelah caesar. Adapun beberapa risikonya adalah sebagai berikut:

 

  • Apabila persalinan normal tidak berjalan lancar, maka ibu berisiko tinggi mengalami perdarahan dan infeksi.

  • Mengalami rahim robek selama persalinan. Jika hal ini terjadi, maka diperlukan operasi caesar darurat untuk mencegah komplikasi serius yang mengancam nyawa.

 

4. Menjaga Kesehatan selama Kehamilan

 

Tips agar melahirkan normal setelah caesar selanjutnya adalah menjalankan gaya hidup sehat selama hamil, seperti mencukupi kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan melakukan olahraga ringan secara rutin. 

 

Kemudian, apabila memiliki infeksi atau penyakit, seperti keputihan atau tekanan darah tinggi, ibu disarankan untuk mengobatinya terlebih dahulu. Di samping itu, ibu juga perlu mengelola stres untuk mengurangi risiko timbulnya masalah pada kehamilan.

 

5. Berkonsultasi dengan Dokter

 

Tips agar melahirkan normal setelah caesar yang paling penting adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan menentukan apakah ibu bisa melahirkan secara normal berdasarkan riwayat kesehatan atau kehamilan sebelumnya.

 

Ibu bisa mengunjungi NEST yang terdapat di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang. Bersama NEST, ibu hamil akan mendapatkan layanan dan fasilitas lengkap yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis kandungan, anak, anestesi, gizi klinis, konsultan laktasi, serta bidan dan tenaga medis profesional.


Apabila mengalami keluhan lain seputar kehamilan, jangan ragu kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter. Praktis, cukup buat janji temu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail