Ini 8 Tips Mengatasi Depresi, Jangan Biarkan Berlarut-larut
Kesehatan Mental

Ini 8 Tips Mengatasi Depresi, Jangan Biarkan Berlarut-larut

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
tips mengatasi depresi

Depresi adalah salah satu gangguan mental yang cukup umum terjadi. Kondisi ini sebenarnya bisa ditangani selama penderitanya mendapatkan pertolongan sejak dini. Depresi bisa diatasi dengan melakukan konseling, terapi, serta mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti menerapkan pola makan yang sehat dan olahraga teratur. Mari simak pembahasan lebih lanjut mengenai tips mengatasi depresi melalui artikel di bawah ini.

 

Tips Mengatasi Depresi yang Bisa Diterapkan secara Mandiri

 

Depresi adalah gangguan suasana hati yang membuat penderitanya merasa sedih secara terus-menerus dan kehilangan minat atau ketertarikan dalam segala hal, termasuk pada sesuatu atau aktivitas yang sebelumnya diminati.

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab depresi. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh faktor genetik, lingkungan, gangguan senyawa kimia pada otak, trauma masa lalu, gangguan keseimbangan hormon, atau gabungan dari beberapa faktor tersebut.

 

Ketika dalam kondisi depresi, seseorang cenderung merasa sedih berlebih, sendirian, kesepian, tidak bersemangat hidup, hampa, dan putus asa. Jangan salah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi, mulai dari terapi, pengobatan, hingga perubahan gaya hidup. Berikut uraian selengkapnya.

 

1. Menerapkan Pola Makan Sehat

 

Tips mengatasi depresi yang pertama adalah menerapkan pola makan sehat. Meski tidak ada diet khusus yang dapat menyembuhkan depresi, menerapkan pola makan sehat bisa membantu membuat perasaan atau mood penderita lebih baik. Pasalnya, mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3, misalnya salmon, kacang-kacangan, serta asam folat, seperti bayam dan alpukat, dapat membantu meringankan depresi.

 

Selain itu, penderita juga disarankan untuk mengonsumsi makanan probiotik karena bisa membantu meningkatkan suasana hati, serta membatasi konsumsi makanan olahan, junk food, makanan berlemak, atau tinggi gula.

Hindari juga minuman beralkohol karena dapat membuat pikiran menjadi tidak jernih, memengaruhi kemampuan dalam mengambil keputusan, dan meningkatkan risiko kecanduan (alkoholisme). Makan makanan atau suplemen dengan kandungan magnesium, vitamin B6, dan vitamin B12 juga dapat membantu memperbaiki gejala depresi.

 

2. Olahraga secara Rutin

 

Olahraga secara rutin diketahui dapat membantu meredakan stres berlebih dengan cara melepaskan hormon endorfin yang membuat perasaan lebih bahagia. Hal ini tentunya dapat membantu penderita depresi dalam mengelola stres dan meredakan gejala depresi yang dialaminya.

 

Tidak sampai di situ, olahraga secara rutin juga dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk memperbaiki dirinya sendiri dengan cara yang positif. Adapun beberapa rekomendasi olahraga bagi penderita depresi adalah yoga, jalan cepat, bersepeda, atau menari. Aktivitas ini cukup dilakukan minimal 30 menit per hari, atau 3–5 kali per minggu.

 

3. Melakukan Hobi

 

Depresi dapat menyebabkan perasaan senang dan kreativitas penderitanya menjadi terhambat. Padahal, mengungkapkan perasaan dengan berkreasi bisa membantu emosi seseorang menjadi lebih baik. Alhasil, timbul emosi positif yang membuat bahagia.

 

Maka dari itu, penderita disarankan untuk melakukan hal-hal yang disukai, seperti melukis, menjahit, menggambar, atau aktivitas lain yang dapat menyalurkan imajinasi. Pilihan lainnya, cobalah bermain dengan hewan peliharaan. Pasalnya, menurut jurnal dalam BMC Psychiatry, kehadiran hewan peliharaan dapat membuat seseorang merasa aman, bahagia, dan tidak kesepian.

 

4. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

 

Tips mengatasi depresi berikutnya adalah mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Pasalnya, penderita depresi sering kali merasa kesulitan untuk tidur nyenyak atau justru tidur terlalu banyak. Akibatnya, gejala depresi pun dapat semakin memburuk.

 

Maka dari itu, usahakan untuk menerapkan pola tidur sehat dengan tidur selama 7–9 jam per hari. Membuat jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya dapat membantu penderita merasa lebih baik.

 

Jika merasa sulit untuk tidur, cobalah menerapkan sleep hygiene, yaitu menenangkan pikiran dengan cara melakukan latihan pernapasan, tidak mengonsumsi kafein di sore hari (terakhir jam 14.00), menghindari kebiasaan begadang atau tidur terlalu malam, mengatur pencahayaan kamar seredup mungkin, tidak menggunakan gadget menjelang waktu tidur, batasi waktu tidur siang maksimal 30 menit, menjaga kebersihan kamar, dan memastikan posisi bantal sudah benar.

 

5. Detoks Media Sosial

 

Menjauhkan diri dari media sosial juga bisa menjadi salah satu tips mengatasi depresi yang bisa diterapkan. Informasi atau komentar-komentar dari netizen atau warganet yang terdapat di media sosial terkadang dapat menjadi trigger (pencetus) bagi penderita depresi, sehingga seseorang akan merasa semakin stres, cemas, dan kesepian.

 

Maka dari itu itu, tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan detoks media sosial untuk sementara waktu. Upaya ini bisa membuat penderita menjadi lebih tenang karena tidak mendapatkan distraksi dari lingkungan luar.

 

6. Mengekspresikan Perasaan

 

Tips mengatasi depresi berikutnya adalah hindari memendam perasaan pribadi. Jangan menyimpan perasaan negatif sendirian, cobalah mengekspresikan perasaan melalui journaling atau bercerita dengan orang lain. Selain bisa mengekspresikan perasaan, melakukan journaling dapat membantu penderita untuk mengenali setiap gejala yang dialami dirinya setiap hari.

 

 7. Latihan Berpikir Positif

 

Tips mengatasi depresi lainnya adalah melatih diri sendiri untuk selalu berpikir positif. Perasaan depresi cenderung menyebabkan penderitanya mengambil keputusan dengan gegabah. Bila memiliki pikiran yang negatif atau bahkan membahayakan, cobalah berusaha menenangkan diri dan berpikir jernih, misalnya dengan melakukan self-talk untuk mendorong pikiran positif pada diri sendiri.

 

8. Berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater

 

Bila penderita merasa membutuhkan pertolongan dari tenaga profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat. Bila diperlukan, dokter mungkin akan menyarankan terapi guna meredakan gejala depresi pada penderita.

 

Gangguan mental bukanlah kondisi yang perlu ditutupi. Sebaiknya, segera minta pertolongan orang terdekat atau berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater bila Anda mengalami kesulitan yang mengarah pada masalah kesehatan mental, seperti depresi.


Bila ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa membuat janji temu dengan Psikiatri di Siloam Hospitals. Bahkan, bila tidak sempat ke rumah sakit, Anda bisa melakukan konsultasi secara virtual melalui layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Tidak perlu ragu, lebih cepat mendapatkan penanganan, maka akan lebih baik pula bagi Anda.

 

telechat (1)

message

ArticleDetail