Ini Tips Menyusui Bayi Kembar yang Penting Diperhatikan
Ibu dan Anak

Ini Tips Menyusui Bayi Kembar yang Penting Diperhatikan

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
menyusui bayi kembar

Memiliki bayi kembar membuat ibu perlu lebih memperhatikan cara merawat si Kecil dengan tepat, termasuk ketika sedang menyusui. Pada dasarnya, ada beberapa cara menyusui bayi kembar yang bisa ibu coba, mulai dari memperhatikan posisi perlekatan mulut bayi dengan payudara ibu hingga menggunakan bantal khusus untuk menyusui bayi kembar. Mari simak tips menyusui bayi kembar selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Berbagai Tips Menyusui Bayi Kembar

 

Pada awal menyusui, ibu yang memiliki bayi kembar disarankan untuk menyusui mereka satu per satu. Hal ini dilakukan untuk melihat kemampuan si kembar saat menyusu secara langsung dari payudara. Namun, ketika sudah beradaptasi, ibu bisa menyusui dua bayi sekaligus. Secara umum, terdapat sejumlah tips menyusui bayi kembar yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui, di antaranya sebagai berikut:

 

1. Menyusui Bayi Segera setelah Melahirkan

 

Tips menyusui bayi kembar yang pertama adalah menyusui bayi segera setelah melahirkan. Sebagai informasi, inisiasi menyusu dini (IMD) tetap dapat dilakukan pada kedua bayi. Sebagian ibu mungkin merasa khawatir dengan pasokan ASI yang dimilikinya untuk menyusui dua bayi secara sekaligus.

 

Maka dari itu, ibu dapat menstimulasi payudara secara teratur, termasuk menyusui bayi sesaat setelah melahirkan agar bisa menghasilkan jumlah ASI yang sesuai untuk bayi. Selain itu, agar bayi kembar mendapat manfaat ASI secara optimal, ibu juga harus memenuhi kebutuhan nutrisi dan kesempatan istirahat yang cukup.

 

Ibu yang memiliki bayi kembar dua secara konsisten akan memproduksi jumlah ASI dua kali lebih banyak dari jumlah ASI yang diproduksi ibu dengan bayi tunggal, bahkan ibu dengan bayi triplet dapat memproduksi 3 liter ASI dalam 24 jam. Komposisi laktosa, protein, dan lemak juga sangat bervariasi namun akan tetap mencukupi kebutuhan bayi.

 

2. Memperhatikan Posisi Perlekatan Mulut Bayi dengan Payudara Ibu

 

Saat memiliki bayi kembar, ibu mungkin akan lebih sering menyusui si kecil dalam sehari. Hal tersebut kerap menyebabkan puting payudara rentan lecet. Namun, puting lecet ini bisa dicegah dengan memastikan posisi perlekatan mulut bayi di puting payudara sudah tepat.

 

Source: Nurturing Milk.

 

Untuk memastikan posisi perlekatan menyusui yang benar, ibu bisa memperhatikan beberapa hal berikut ini:

 

  • Dagu bayi sudah menempel pada payudara ibu.

  • Mulut bayi terbuka lebar.

  • Sebagian areola (area berwarna gelap yang mengelilingi puting payudara), terutama areola bagian bawah, telah masuk ke dalam mulut bayi.

  • Bibir bayi terlipat ke luar.

  • Pipi bayi tidak kempot atau cekung. Hal ini menandakan bahwa bayi dapat memerah ASI dengan benar, bukan menghisapnya.

  • Tidak terdengar bunyi decakan, namun terdengar bunyi menelan.

  • Bayi dalam keadaan tenang.

  • Ibu tidak merasakan nyeri di area puting.

 

3. Mencoba Posisi Menyusui yang Nyaman

 

Mencoba posisi menyusui yang nyaman juga menjadi salah satu tips menyusui bayi kembar yang perlu diperhatikan. Secara umum, terdapat beberapa posisi menyusui bayi kembar yang direkomendasikan, di antaranya adalah double-cradle hold, double-clutch, cradle-clutch, serta upright latch. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Source: Dad’s Guide to Twins.

 

  • Double-cradle hold (posisi silang): Posisi ini biasa digunakan pada ibu yang sudah berpengalaman dan bayi dapat mengontrol kepalanya dengan baik. Dalam posisi duduk, ibu dapat menimang bayi kembar di tangan kanan dan kiri. Lalu, posisikan kedua kaki bayi kembar saling bertindihan di depan tubuh ibu. Pastikan kepala bayi sudah sejajar dengan payudara dan bisa mencapai puting payudara.

  • Double-clutch: Posisi ini juga dikenal sebagai double-football position. dilakukan seperti mengimpit 2 tas di ketiak. Ibu dapat menempatkan bantal di kedua sisi tubuh saat berbaring di sofa atau tempat tidur. Lalu, letakkan bayi kembar di bantal dengan posisi kepala berada di depan payudara dan kakinya di pinggang serta melewati ketiak ibu. Selanjutnya, impit lembut tubuh si kecil menggunakan siku. Letakkan telapak tangan di belakang kepala bayi untuk menopang kepala mereka agar sejajar dengan puting payudara.

  • Cradle-clutch: Ini merupakan kombinasi dari posisi double-cradle hold dan double-clutch. Misalnya, ibu bisa memosisikan salah satu bayi di pangkuan, dan bayi lainnya diimpit di ketiak.

  • Upright latch: Posisi ini baik untuk bayi yang mengalami refluks, infeksi telinga, tongue tie, tonus otot rendah, displasia pinggul, atau pada ibu dengan produksi ASI berlebih. Posisikan bayi tegak pada dada ibu, dengan punggung dan kepala bayi  tegak saat menyusui. Ibu dan bayi saling berhadapan dalam posisi tegak atau setengah bersandar. 

 

4. Mengubah Sisi Payudara saat Menyusui Bayi Kembar secara Bergantian

 

Tips menyusui bayi kembar selanjutnya adalah mengubah sisi payudara untuk menyusui bayi kembar secara bergantian. Misalnya, jika hari ini si kakak menyusu di payudara kiri dan si adik di payudara kanan, ibu bisa menyusui si kakak di payudara kanan dan si adik di payudara kiri pada hari esok. Hal ini dapat menstimulasi produksi jumlah susu yang sama di kedua sisi payudara.

 

Selain itu, cara tersebut juga dapat meminimalkan risiko terjadinya penyumbatan saluran susu, terutama jika salah satu bayi cenderung menyusu lebih banyak dibandingkan yang lain.

 

5. Menggunakan Bantal Menyusui untuk Bayi Kembar

 

Agar lebih mudah, ibu juga dapat menggunakan bantal khusus untuk menyusui bayi kembar. Namun, jika tidak memiliki bantal tersebut, gunakanlah handuk atau selimut yang digulung untuk menopang tubuh bayi selama sedang menyusui. Dengan begitu, ibu akan lebih leluasa untuk bergerak meski dengan menyusui bayi kembar.

 

6. Meminta Bantuan Pasangan atau Orang Terdekat

 

Sebagian ibu mungkin merasa kesulitan untuk menyusui dua bayi secara sekaligus, terutama jika masih dalam masa pemulihan pascamelahirkan. Maka dari itu, jangan ragu untuk meminta bantuan dari pasangan maupun orang terdekat. 

 

Selain dapat memudahkan proses menyusui, meminta bantuan kepada orang terdekat juga dapat memberikan dukungan secara psikologis sehingga bisa meminimalkan risiko stres yang kerap dialami ibu menyusui. Selain itu, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada dokter serta petugas kesehatan termasuk konsultan laktasi yang sangat dibutuhkan pada periode pasca persalinan ini. 

 

Perlu diingat bahwa sejumlah tips menyusui bayi kembar yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Guna memastikan hal tersebut telah sesuai dengan kondisi Anda dan aman untuk dilakukan, silakan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan rekomendasi penggunaan bantal menyusui yang tepat dari Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail