Kesehatan Tubuh
Mengatasi Skoliosis Bersama dr. Jephtah F. L. Tobing, Sp.OT (K)

Table of Contents
Skoliosis adalah kondisi kelainan tulang yang ditandai dengan lengkungan lateral tulang belakang. Kondisi ini umumnya terdeteksi pada masa remaja namun sering tidak disadari hingga usia dewasa.
Apa saja gejala skoliosis yang perlu diwaspadai? Apakah skoliosis dapat disembuhkan? Simak penjelasan lengkap dari dr. Jephtah F. L. Tobing, Sp.OT (K) yang berpraktik di Siloam Hospitals Lippo Village melalui kanal YouTube Siloam Hospitals berikut ini.
Apa Tanda-Tanda Skoliosis?
Skoliosis merupakan kondisi medis yang memengaruhi struktur tulang belakang dengan pola lengkungan yang menyerupai huruf S atau C. Kondisi ini juga dapat disertai dengan rotasi tulang belakang, yang menyebabkan perubahan pada postur tubuh.
Salah satu gejala yang paling umum terlihat adalah postur tubuh yang tidak seimbang, seperti bahu yang lebih tinggi di satu sisi. Pada beberapa kasus, tulang belikat tampak lebih menonjol atau posisi tubuh terlihat condong ke satu sisi.
Selain postur bahu, skoliosis juga dapat menimbulkan keluhan lain seperti nyeri punggung atau cepat lelah saat beraktivitas. Dalam kondisi tertentu, perbedaan panjang kaki yang terlihat seperti panjang sebelah juga menjadi salah satu indikator skoliosis yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.
Bagaimana Cara Mengatasi Skoliosis?
Dokter akan merekomendasikan penanganan skoliosis yang sesuai dengan derajat kelengkungan tulang belakang. Pada kasus kelengkungan ringan, fokus utama pengobatan umumnya bersifat konservatif, dengan tujuan menguatkan otot dan memperbaiki postur tubuh.
Beberapa pendekatan penanganan yang dapat dilakukan antara lain:
-
Fisioterapi skoliosis: Scoliosis exercise merupakan latihan khusus untuk meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki keseimbangan tubuh, dan memperkuat otot punggung.
-
Penggunaan alat bantu: Pada pasien yang masih dalam masa pertumbuhan, dokter dapat merekomendasikan pemakaian korset khusus atau brace untuk membantu menjaga posisi tulang hingga masa pertumbuhan selesai.
Kapan Prosedur Bedah Diperlukan?
Apabila kelengkungan tulang belakang terus berkembang dan tidak menunjukkan perbaikan melalui terapi konservatif, dokter dapat mempertimbangkan prosedur pembedahan. Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah operasi fusi tulang belakang atau spinal fusion surgery. Operasi ini dilakukan untuk mengoreksi lengkungan dan menstabilkan tulang belakang.
Dalam prosedur ini, dokter memasang sekrup khusus yang disebut pedicle screw pada tulang belakang. Sekrup tersebut kemudian dihubungkan dengan pelat untuk membantu mempertahankan posisi tulang belakang agar tetap lurus. Durasi pembedahan ini biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 6 jam, tergantung pada tingkat keparahan kelengkungan tulang belakang.
Bagaimana Proses Pemulihan Pascaoperasi Skoliosis?
Keberhasilan pembedahan sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam menjalani masa pemulihan. Masa pemulihan ini umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan dengan pemantauan medis secara rutin.
Beberapa poin penting dalam fase pemulihan antara lain:
-
Kontrol rutin: Pasien biasanya dijadwalkan untuk kontrol pada hari ke-10 pascaoperasi untuk memeriksa kondisi luka jahitan pada punggung.
-
Rehabilitasi medis: Program fisioterapi yang dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu dapat membantu memulihkan kekuatan otot dan meningkatkan mobilitas.
-
Pembatasan aktivitas: Pasien dianjurkan menghindari posisi membungkuk dan baru diperbolehkan melakukan latihan beban ringan setelah melewati masa 6 minggu pasca tindakan, sesuai arahan dokter.
Bagaimana Cara Mencegah Skoliosis?
Meskipun tidak semua kasus skoliosis dapat dicegah, menjaga kekuatan tulang sejak usia muda dapat meminimalisir risiko gangguan tulang belakang di masa depan. Langkah pencegahan skoliosis dapat dimulai melalui beberapa hal sebagai berikut:
-
Aktivitas fisik teratur: Olahraga seperti berenang, senam (gymnastic), serta latihan beban tubuh (bodyweight training) dapat membantu menjaga keseimbangan otot punggung dan postur tubuh yang baik.
-
Asupan nutrisi seimbang: Konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan Vitamin D berperan penting dalam menjaga kepadatan serta kekuatan tulang.
Itulah informasi mengenai skoliosis yang penting untuk diketahui. Jika Anda atau kerabat Anda memiliki gejala skoliosis seperti ketidakseimbangan postur tubuh, segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan langkah penanganan yang tepat.
Tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait gangguan tulang belakang pun dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jephtah F.L. Tobing, SpOT (K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Tulang Belakang
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






