Sub-Spesialisasi dari Otolaringologi (THT)
Laring Faring
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher (THT-BKL) dengan subspesialis laring faring berfokus menangani gangguan pada area laring dan faring.
Dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis laring faring memiliki tugas utama untuk menegakkan diagnosis, menangani, dan memberikan penanganan pada pasien yang mengalami gangguan di bagian tenggorokan tersebut.
Disfagia (kesulitan menelan), laringitis, polip pita suara, kelumpuhan pita suara, dan laryngeal papillomatosis merupakan beberapa contoh masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh subspesialis ini.
Pada dasarnya, keilmuan mengenai anatomi, fisiologi, dan patologi laring telah berkembang sejak zaman Hippocrates. Namun, sampai pertengahan abad ke-19, penatalaksanaan penyakit tenggorokan, termasuk laring dan faring, hanya bergantung pada intuisi, ketangkasan tangan, dan keberuntungan karena belum ada praktisi yang dapat memvisualisasikan organ tubuh tersebut.
Lalu, pada tahun 1854, Manuel Garcia memperkenalkan teknologi laringoskopi secara tidak langsung. Teknologi tersebut kemudian digunakan secara medis oleh Ludwig Türck pada tahun 1857 dan terus dimanfaatkan untuk menunjang perkembangan ilmu laringologi sampai saat ini.
Keunggulan Subspesialisasi
Lulusan sarjana kedokteran (S.Ked) yang ditempuh selama 4 tahun dapat melanjutkan program pendidikan profesi (coass) untuk menjadi dokter umum selama kurang lebih 2 tahun. Setelah itu, dokter umum bisa menempuh pendidikan spesialisasi ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher (THT-BKL) selama 4–5 tahun.
Setelah itu, dokter spesialis THT-BKL dapat melanjutkan pendidikan dan pelatihan tambahan selama kurang lebih 2 tahun untuk bisa memperoleh gelar subspesialisasi di bagian laring faring.
Apabila pasien mengalami gangguan kesehatan berupa kesulitan menelan, nyeri tenggorokan, serta suara serak, dokter umum dapat merujuk pasien tersebut untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis laring faring.
Pasalnya, dokter dengan subspesialis ini memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam menegakkan diagnosis serta menangani gangguan pada hidung, telinga, dan tenggorokan secara komprehensif, terutama yang menyangkut bagian laring faring.
Dalam prosedur penegakan diagnosis, dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis laring faring dapat melakukan berbagai metode pemeriksaan, di antaranya adalah pemeriksaan fisik, elektromiografi, esophagoscopy, laringoskopi, dan lain sebagainya.
Selain itu, dokter dengan subspesialis ini juga dapat bekerja sama dengan dokter spesialis lain untuk menunjang prosedur pengobatan bagi pasien. Beberapa dokter spesialis yang biasanya bekerja sama dengan dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis laring faring adalah dokter spesialis penyakit dalam, bedah umum, dan anestesi.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh dokter spesialis telinga hidung tenggorok bedah leher dan kepala dengan subspesialis laring faring adalah sebagai berikut:
-
Disfagia.
-
Gangguan pada suara.
-
Obstructive sleep apnea (OSA).
-
Laringomalasia.
-
Papiloma laring.
-
Kista celah brachialis.
-
Laringitis.
-
Kelumpuhan pita suara.
Sementara itu, sejumlah tindakan medis yang termasuk dalam ruang lingkup kompetensi seorang dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis laring faring, yaitu:
-
Laringoskopi.
-
Laringektomi.
-
Thyroplasty.
-
Trakeostomi.
Penanganan / Prosedur Spesialistik
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Online & Kunjungi Rumah Sakit
DR. dr. Olivia Claudia Pingkan Pelealu SpTHT-KL(K)
Otorinolaringologi (THTBKL)
Subspesialis Laring Faring
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
Tersedia hari ini
Tersedia di
Lihat Semua




