Kesehatan Tubuh
Lidah Terlihat Membesar? Waspadai Macroglossia dan Penyebabnya!

Table of Contents
Macroglossia adalah kondisi langka yang ditandai dengan lidah yang membesar. Biasanya, kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak kecil daripada orang dewasa. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi tertentu dan dapat mengindikasikan gangguan kesehatan lain yang lebih serius. Mari ketahui penyebab, gejala, hingga pengobatannya melalui pembahasan di bawah ini.
Apa itu Macroglossia?
Macroglossia umumnya merujuk pada pembesaran lidah yang terjadi secara jangka panjang. Ukuran lidah secara normal bervariasi tergantung usia, dengan pertumbuhan paling signifikan terjadi dalam delapan tahun pertama kehidupan dan mencapai ukuran penuh pada usia sekitar 18 tahun.
Kondisi macroglossia adalah lidah membesar yang biasanya dikaitkan dengan sejumlah kondisi, seperti sindrom Down, sindrom Beckwith-Wiedemann, beberapa jenis kanker, atau infeksi berat. Pada kebanyakan kasus, macroglossia merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan tertentu. Namun, beberapa macroglossia mungkin merupakan kondisi bawaan sejak lahir tanpa penyebab yang jelas.
Penderita macroglossia dapat merasakan ketidaknyamanan hingga komplikasi, seperti kesulitan makan, berbicara, dan bernapas. Hal ini dikarenakan lidah berukuran lebih besar dari mulut yang menjulur keluar. Meskipun dapat mengindikasikan kondisi medis tertentu, tidak semua penderita kondisi tersebut memiliki lidah membesar.
Penyebab Macroglossia
Secara umum, macroglossia disebabkan oleh beberapa faktor. Sangat jarang ditemukan penderita yang dilahirkan dengan kondisi macroglossia tanpa kondisi adanya medis lain yang mendasari. Penyebab macroglossia dikelompokkan berdasarkan kondisi bawaan sejak lahir (inherited), kondisi yang muncul atau berkembang setelah lahir (acquired), tumor, dan trauma fisik. Berikut penjabarannya:
-
Kondisi bawaan sejak lahir (inherited)
-
Sindrom Beckwith-Wiedemann: Gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tubuh dan organ-organ tubuh membesar serta meningkatkan risiko kanker pada anak.
-
Sindrom Down: Kelainan genetik akibat adanya kromosom ekstra yang dapat mengubah cara otak dan tubuh berkembang sehingga menyebabkan gangguan fisik dan mental. Macroglossia pada sindrom Down sering kali disebabkan oleh ukuran rongga mulut yang kecil dibandingkan dengan lidah.
-
Sindrom Hurler/Hunter: Gangguan metabolik yang memengaruhi pemecahan glikosaminoglikan, yaitu rantai panjang molekul karbohidrat kompleks yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memecah glikosaminoglikan secara efisien. Hal ini akan menimbulkan penumpukan di dalam tubuh yang menyebabkan beberapa gejala, seperti pembesaran organ, kelainan bentuk tulang, dan macroglossia.
-
Distrofi otot bawaan: Kelainan genetik yang memengaruhi otot dan menyebabkan tonus otot rendah (hipotonia) serta melemahkan otot dari waktu ke waktu.
-
Kondisi yang muncul atau berkembang setelah lahir (acquired)
-
Difteri: Penyakit menular yang bisa membuat lidah membengkak.
-
Amiloidosis: Kelainan protein yang dapat menyebabkan jaringan dan organ tubuh tidak bekerja sebagaimana mestinya.
-
Akromegali: Kondisi yang menyebabkan tubuh memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebih. Selain lidah, beberapa bagian tubuh yang berukuran terlalu besar lainnya adalah rahang, tangan, dan kaki.
-
Hipotiroid: Ditandai dengan tiroid yang tidak memproduksi dan melepaskan hormon tiroid yang mencukupi kebutuhan tubuh ke dalam aliran darah.
-
Inflamasi: Beberapa gangguan peradangan yang dapat menyebabkan macroglossia adalah:
-
Glositis.
-
Sejumlah kanker tertentu.
-
Tumor
-
Hemangioma: Tumor jinak yang berasal dari pembuluh darah.
-
Limfoma: Tumor ganas yang memengaruhi sistem getah bening.
-
Limfangioma: Tumor jinak yang berkembang dalam sistem limfatik.
-
Trauma/cedera fisik
-
Komplikasi dari operasi tertentu, seperti pada bagian-bagian berikut:
-
Posterior cranial fossa.
-
Tulang belakang bagian leher.
-
Daerah kraniofasial.
-
Cedera pada lidah yang menyebabkan pembengkakan.
Gejala Macroglossia
Macroglossia dapat dengan mudah diamati ketika lidah yang membesar dan selalu menjulur keluar. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan, seperti:
-
Suara bernada tinggi saat bernapas (stridor).
-
Mendengkur saat tidur.
-
Kesulitan berbicara, makan, dan bernapas.
-
Produksi air liur berlebih.
-
Pertumbuhan rahang dan gigi yang abnormal.
-
Sering kali tidak sengaja menggigit dan melukai lidah.
Diagnosis Macroglossia
Pemeriksaan macroglossia diawali dengan wawancara medis (anamnesis) dengan dokter untuk memastikan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, diagnosis atau pemeriksaan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara, yaitu dengan pengecekan lidah, leher, dan kepala. Dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Tes darah untuk mencari tahu penyakit lain yang mendasari kondisi macroglossia.
Pengobatan Macroglossia
Pada penderita anak-anak, macroglossia bisa sembuh dengan sendirinya seiring pertumbuhan tulang-tulang di wajah dan mulut yang memberikan ruang gerak untuk lidah. Adapun pengobatan macroglossia disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Beberapa jenis penanganan yang umumnya diterapkan meliputi:
-
Pemberian obat-obatan untuk mengatasi pembengkakan atau peradangan, seperti kortikosteroid.
-
Perawatan ortodontik untuk merapikan gigi dan mengurangi gigitan di lidah yang tidak disengaja.
-
Terapi wicara untuk membantu mengendalikan posisi lidah dan memperbaiki kemampuan bicara anak.
-
Pembedahan untuk mengecilkan ukuran lidah (glosektomi).
Itulah sekilas tentang macroglossia yang merupakan kondisi lidah membesar. Seperti yang disebutkan di atas, macroglossia dapat ditangani berdasarkan kondisi yang mendasarinya. Namun, tidak semua penderita kondisi tersebut pasti mengalami macroglossia. Bila anak Anda merasakan lidah membesar dan mengganggu kemampuan bicara, makan, atau bernapas, segera konsultasikan kondisinya dengan Dokter Spesialis THT-BKL di Siloam Hospitals terdekat.
Dokter akan memeriksa setiap pasien dan memberikan rekomendasi pengobatan sesuai dengan kondisinya. Selain itu, prosedur diagnosis dan perawatan pun akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya pun bisa berbeda-beda.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara lebih mudah dengan menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengecek jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam agar dapat memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Macroglossia. Diakses pada 2024 | Healthline. What Is Macroglossia, aka Having a Big Tongue?. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






