Mengenal Temporary Pacemaker untuk Aritmia
Kesehatan Tubuh

Mengenal Temporary Pacemaker untuk Aritmia

19 Juni 2026 4 menit waktu baca
alat pacu jantung sementara

Temporary pacemaker atau alat pacu jantung sementara adalah perangkat yang digunakan untuk mengatur irama jantung dalam jangka waktu terbatas. Alat ini bekerja dengan memberikan impuls listrik terkontrol untuk membantu jantung tetap berdetak dengan ritme yang cukup sehingga sirkulasi darah tetap terjaga secara optimal. 

 

Meski sifatnya sementara, keberadaan perangkat ini sangat krusial dalam situasi kegawatdaruratan medis atau ketika gangguan irama jantung diperkirakan hanya terjadi sementara waktu. Lantas, apa saja indikasi yang memungkinkan pasien ditangani dengan perangkat medis ini? Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Temporary Pacemaker?

 

Temporary pacemaker adalah alat yang digunakan untuk membantu menjaga denyut jantung tetap stabil dalam kondisi tertentu yang bersifat sementara  atau sebagai terapi jembatan menjelang pemasangan alat pacu jantung permanen. 

 

Pemasangan alat pacu jantung sementara dinilai cukup efektif menangani gangguan irama jantung (aritmia), terutama dalam situasi darurat. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Cardiovascular Electrophysiology (2021) menunjukkan bahwa alat pacu jantung sementara adalah metode yang aman dan efektif dengan risiko komplikasi yang relatif rendah  apabila dilakukan sesuai indikasi dan pengawasan medis.

 

Perbedaan Pacemaker Temporer dan Permanen

 

Perbedaan utama antara alat pacu jantung sementara dan permanen terletak pada tujuan penggunaan serta durasinya. Temporary pacemaker biasanya dipasang dalam situasi darurat ketika pasien mengalami gangguan irama jantung karena berbagai kondisi, misalnya serangan jantung. Perangkat ini menjadi pilihan jika gangguan irama jantung diperkirakan bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa hari. Setelah kondisi pasien stabil dan irama jantung kembali normal, alat ini akan dilepas.

 

Namun, jika irama jantung pasien tidak kunjung normal, dokter dapat mempertimbangkan pemasangan alat pacu jantung permanen. Alat ini ditanam di bawah kulit untuk mengatasi gangguan irama jantung yang bersifat kronis atau tidak bisa pulih dengan sendirinya.

 

Secara umum, alat pacu jantung sementara berupa sistem pacemaker yang dikendalikan dari luar tubuh oleh tenaga medis. Sementara itu, alat pacu jantung permanen bekerja secara otomatis dengan mengirimkan impuls listrik ke jantung agar tetap berdetak teratur. Jadi, bisa disimpulkan bahwa alat pacu jantung sementara hanya digunakan sebagai terapi jangka pendek atau terapi jembatan, sedangkan alat pacu jantung permanen dirancang sebagai solusi jangka panjang.

 

Tujuan Pemasangan Temporary Pacemaker

 

Tujuan utama pemasangan temporary pacemaker adalah menjaga irama jantung tetap stabil dalam jangka pendek, misalnya pada pasien pascaoperasi yang memiliki riwayat bradikardia (irama jantung lambat). Pasien dengan riwayat bradikardia berisiko mengalami gangguan fungsi jantung setelah operasi sehingga memerlukan pemantauan dan dukungan sementara terhadap irama jantungnya.

 

Di samping itu, pasien yang sebelumnya telah menggunakan alat pacu jantung permanen dan mengalami infeksi pada perangkat biasanya memerlukan alat pacu jantung sementara sebelum menjalani prosedur implantasi ulang, terutama jika pasien bergantung pada pacemaker untuk mempertahankan denyut jantung yang adekuat.

 

Indikasi Pemasangan Temporary Pacemaker

 

Secara umum, terdapat beberapa indikasi yang memungkinkan pemasangan alat pacu jantung sementara, antara lain:

 

  • Berisiko mengalami komplikasi setelah operasi jantung.

  • Mengalami gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang menyebabkan irama jantung tidak stabil.

  • Mengalami bradikardia (irama jantung melambat) yang disebabkan oleh infark miokard (serangan jantung), infeksi, dan tidak membaik meski sudah mendapatkan pengobatan.

  • Tidak ada aktivitas listrik pada bilik jantung (asistol ventrikel).

  • Gangguan irama jantung akibat overdosis obat.

  • Sebagai terapi jembatan sembari menunggu pemasangan alat pacu jantung permanen.

 

Sebelum mengambil keputusan medis, sebagian pasien mungkin perlu mencari second opinion untuk memantapkan rencana pengobatannya. Dalam situasi ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis lain untuk memastikan bahwa terapi yang disarankan sudah sesuai dengan kondisinya. Namun, konsultasi second opinion sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu yang aman, mengingat penanganan penyakit jantung sangat bergantung pada kecepatan tindakan.

 

Prosedur Pemasangan Temporary Pacemaker

 

Pemasangan alat pacu jantung sementara dilakukan dengan teknik minimal invasif menggunakan anestesi lokal. Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan kabel (lead) melalui akses pembuluh darah di leher atau pangkal paha, kemudian diarahkan ke dalam jantung dengan bantuan fluoroskopi.

 

Setelah posisi lead terkonfirmasi, ujung kabel dihubungkan ke generator eksternal yang berfungsi mengatur dan menstabilkan denyut jantung. Tim medis akan melakukan pemantauan ketat selama dan setelah prosedur untuk memastikan efektivitas serta keamanan tindakan.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Temporary Pacemaker

 

Pemasangan temporary pacemaker merupakan prosedur yang aman dan efektif dengan risiko komplikasi yang relatif rendah. Namun, seperti prosedur medis lainnya, pemasangan alat pacu jantung sementara tetap berisiko menimbulkan sejumlah efek samping yang bervariasi, tergantung teknik pemasangan atau akses pembuluh darah yang digunakan, seperti:

 

  • Gangguan di area masuknya kabel, seperti memar, perdarahan ringan, atau tanda infeksi pada kulit.

  • Perubahan posisi kabel, yang dapat menyebabkan alat bekerja kurang optimal dan memerlukan evaluasi ulang.

  • Iritasi pada dinding jantung, yang dalam kasus sangat jarang dapat menyebabkan robekan kecil pada jaringan.

  • Gangguan pada paru-paru, terutama bila akses pembuluh darah dilakukan melalui area dada atau leher, meskipun kondisi ini tidak sering terjadi.

 

Itulah informasi mengenai alat pacu jantung sementara yang perlu dipahami. Prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien memenuhi indikasi yang telah ditentukan, sehingga diperlukan pemeriksaan yang komprehensif sebelumnya.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas kesehatan yang dimiliki. Jika ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur alat pacu jantung sementara, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Setiap detik sangatlah berarti. Manfaatkan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan gawat darurat jantung yang cepat dan tepat. Dengan layanan ini, pasien dapat segera menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit sejak tiba, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24 jam, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Hubungi emergensi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.

 

 

banner artikel kv 2

Sumber

The American Association for Thoracic Surgery. Temporary Pacemakers. Diakses pada 2026 | Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan. PEMASANGAN TEMPORARY PACEMAKER PADA POST OPERASI MITRAL VALVE REPLACEMENT SERTA PENANGANANNYA PASCA OPERASI: A CASE REPORT. Diakses pada 2026 | Cardiovascular Engineering and Technology. Temporary Pacing for Electric Cardiac Stimulation and Neuromodulatory Cardiovascular Therapy. Diakses pada 2026 | NIH. Living With a Pacemaker. Diakses pada 2026 | Annals of Pediatric Cardiology. Post operative temporary epicardial pacing: When, how and why?. Diakses pada 2026 | Heart Foundation. Permanent Pacemaker (PPM). Diakses pada 2026 | Journal of Cardiovascular Electrophysiology. Outcomes of temporary pacing using active fixation leads and externalized permanent pacemakers in patients with cardiovascular implantable electronic device infection and pacemaker dependency. Diakses pada 2026 | Cardiology Journal. Temporary transvenous cardiac pacing in cathlab — myocardial infarction versus other causes — differences, complications, and prognosis. Data from a single-center retrospective analysis. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail