Bayi Demam Setelah Imunisasi Apakah Bahaya? Ini Cara Atasinya
Ibu dan Anak

Bayi Demam Setelah Imunisasi Apakah Bahaya? Ini Cara Atasinya

23 Januari 2026 3 menit waktu baca
Anak Demam Pasca Imunisasi? Jangan Panik! Lakukan Empat Langkah Ini

Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi tubuh anak dari penyakit serius. Sayangnya, masih terdapat orang tua yang enggan memberi anaknya imunisasi karena khawatir terhadap efek samping yang ditimbulkan pascaimunisasi, misalnya menjadi lebih rewel, kulit menjadi kemerahan, bengkak pada area suntikan, serta demam ringan hingga tinggi.

 

Perlu diketahui, efek samping imunisasi merupakan hal yang normal karena umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1–2 hari. Meski pada beberapa kasus kondisi tersebut dapat berlangsung lebih lama, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lantas, apa saja jenis imunisasi yang dapat menyebabkan demam? Mari simak informasinya melalui artikel berikut.

 

Pentingnya Imunisasi pada Bayi dan Anak-Anak

 

Ketika si kecil lahir, secara tidak langsung tubuh anak sudah memiliki antibodi bawaan yang didapatkan dari ibunya saat masih berada di kandungan. Namun, antibodi ini hanya bertahan beberapa minggu atau bulan saja, setelahnya anak dapat rentan terserang berbagai jenis penyakit.

 

Oleh karena itu, imunisasi sangat penting dilakukan untuk melindungi tubuh anak dari penyakit serius. Dengan melakukan imunisasi dasar lengkap disertai imunisasi tambahan sesuai jadwal dan tahapan usianya, kekebalan tubuh anak dapat meningkat sehingga mampu membantu tubuhnya melawan penyakit.

 

Apakah Demam Setelah Imunisasi Berbahaya?

 

Demam pascaimunisasi bukan kondisi yang berbahaya, melainkan suatu bentuk respons tubuh anak dalam membentuk sistem kekebalan baru gabungan dari vaksin yang disuntikkan sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir terkait hal ini.

 

Apa Saja Imunisasi yang Dapat Menyebabkan Demam?

 

Imunisasi dasar ada lima jenis, yaitu imunisasi hepatitis B, imunisasi polio, imunisasi BCG, imunisasi DPT, dan imunisasi campak. Dari kelima jenis imunisasi tersebut, hanya imunisasi DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan mungkin campak yang dapat memberikan respons demam setelahnya, meski tidak semua anak akan mengalami demam.

 

Penelitian dalam jurnal Annals of Global Health (2020) yang membandingkan dua jenis vaksin, salah satunya vaksin DPT, menunjukkan bahwa vaksin DPT memiliki tingkat efek samping yang rendah dan umumnya ringan. Efek samping yang paling sering ditemukan adalah demam dan reaksi lokal di tempat suntikan, seperti nyeri dan kemerahan.

 

Masih dalam penelitian yang sama, kasus yang memerlukan rawat inap pun sangat jarang terjadi. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa vaksin DPT memiliki tingkat keamanan yang baik, dengan manfaat imunisasi yang jauh lebih besar dibandingkan potensi risikonya.

 

Cara Mengatasi Demam Setelah Imunisasi pada Bayi dan Anak-Anak

 

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang demam setelah imunisasi:

 

  • Kompres bekas suntikan yang biasanya terdapat pada lengan atau paha dengan air dingin.

  • Berikan cairan untuk menambah tenaga (ASI atau air buah). Hal ini dikarenakan ASI mampu membantu menurunkan demam anak karena mengandung senyawa antiperadangan.

  • Pastikan si kecil menggunakan pakaian yang nyaman agar tidak kedinginan.

  • Berikan obat penurun panas bila diperlukan. Pastikan obat tersebut telah sesuai dengan resep dokter.

 

Itulah informasi mengenai demam setelah imunisasi pada anak. Penting untuk diingat bahwa artikel ini ditujukan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Apabila demam pada anak tak kunjung menurun atau semakin tinggi lebih dari 40 derajat Celsius disertai tubuh lesu dan rewel, segera periksakan si kecil ke Dokter Spesialis Anak Subspesialis Neonatologi di Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.

 

Sebagai informasi, proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Tenaga medis akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi spesifik pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-dr-naomi-esthernita-fauzia-dewanto-spa-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, SpA (K)

Pediatrik (Anak)

Subspesialis Neonatologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail